Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Korban Jiwa, Warga HST Tewas Cara Nonton Live Streaming Liga Champions Chelsea vs Sevilla di SCTV & Vidio.com Malam Ini 7 Pemuda Diamankan Saat Demo di Banjarmasin, Polisi: Mereka Mabuk Gaduk Sudah Minta Maaf, Sekda Tala Tetap Dipolisikan

WHO: Dampak Covid-19 Akan Terasa hingga Puluhan Tahun

- Apahabar.com Sabtu, 1 Agustus 2020 - 17:59 WIB

WHO: Dampak Covid-19 Akan Terasa hingga Puluhan Tahun

Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut masih banyak pertanyaan yang belum terjawab dari Covid-19. Foto-AP

apahabar.com, JENEWA – Wabah global Covid-19 merupakan jenis bencana yang bakal berdampak lama pada masa mendatang, menurut Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, Jumat (31/7).

Pandemi tersebut telah menjangkiti lebih dari 17 juta orang dan menelan lebih dari 670 ribu korban jiwa sejak kemunculannya pertama kali dilaporkan di Kota Wuhan, China.

“Pandemi ini merupakan krisis kesehatan sekali dalam seabad, yang dampaknya bakal terasa hingga puluhan tahun ke depan,” kata Tedros saat pertemuan komite darurat WHO, menurut pernyataan yang dirilis oleh badan tersebut.

Amerika Serikat, Brasil, Meksiko, serta Inggris selama beberapa pekan terakhir sangat terguncang akibat penyakit Covid-19, saat pemerintahan mereka berjuang untuk mendapatkan cara penanganan yang efektif.

Kondisi ekonomi di berbagai wilayah babak belur akibat pembatasan Covid-19, yang diterapkan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, dan banyak wilayah yang mengkhawatirkan gelombang kedua kemunculan virus corona.

Sementara itu, sekitar lebih dari 150 perusahaan farmasi sedang membuat vaksin, meski penggunaan pertama vaksin tidak dapat diprediksikan hingga awal 2021, menurut WHO pekan lalu.

Meski pengetahuan tentang virus baru meningkat, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab dan populasi masih rentan, menurut Tedros.

“Hasil awal dari riset serologi (antibodi) menunjukkan gambar yang konsisten, yakni sebagian besar orang di dunia masih rentan terhadap virus ini, bahkan di daerah yang pernah menjadi wabah parah sekali pun,” kata Terdros.

Tedros mencermati, banyak negara yang yakin bahwa mereka yang telah melewati masa tersulit, kini sedang bergulat dengan wabah baru. Sejumlah negara yang tidak begitu berdampak, kini menyaksikan lonjakan kasus maupun kematian.(Ant/Rts)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

1.300 Tahun Terpendam, Fungsi Azimat Kuno Mesir Terkuak
apahabar.com

Internasional

Oasis Al-Ahsa Arab Saudi Masuk Rekor Dunia
apahabar.com

Internasional

Ada Apa, Jutaan Jangkrik dan Belalang “Menginvasi” Makkah
apahabar.com

Internasional

Update Covid-19 WNI 17 Oktober: Bertambah 7 Kasus, Jadi 1.644
apahabar.com

Internasional

Ilhan Omar, Muslimah Anggota Kongres AS Sasaran Ancaman Bom
apahabar.com

Internasional

Presiden Bank Dunia: Pembatalan Utang Diperlukan untuk Bantu Negara Termiskin
apahabar.com

Internasional

Sebanding dengan AS, China Kembali Luncurkan Kapal Perusak Rudal Terbaru
apahabar.com

Internasional

Pascaledakan, Persediaan Gandum Lebanon Menipis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com