Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

WHO Prediksi Covid-19 Akan Berakhir dalam 2 Tahun

- Apahabar.com Sabtu, 22 Agustus 2020 - 19:29 WIB

WHO Prediksi Covid-19 Akan Berakhir dalam 2 Tahun

Sekjen WHO Tedros mengatakan pandemi Covid-19 akan berakhir dalam waktu lebih lama lagi. Foto-AFP

apahabar.com, JENEWA – Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, berharap pandemi Covid-19 bisa berakhir dalam 2 tahun, Jumat (21/8).

Dia merujuk dengan kondisi flu Spanyol tahun 1918 yang membutuhkan waktu dua tahun untuk diatasi.

“Tentunya dengan lebih banyak konektivitas, virus memiliki peluang lebih besar untuk menyebar,” ujar Ghebreyesus dikutip dari BBC News.

Tapi, Ghebreyesus menegaskan kemajuan teknologi saat ini dapat memungkinkan dunia untuk menghentikan virus dalam waktu yang lebih singkat.

“Namun pada saat yang sama, kita juga memiliki teknologi dan pengetahuan untuk menghentikannya,” katanya.

Dengan kemajuan teknologi yang bisa mempersingkat dalam penghentian penyebaran virus, Ghebreyesus menekankan pentingnya persatuan nasional yang dibarengi solidaritas global.

Dia mencekal segala jenis korupsi yang dilakukan ketika melawan pandemi.

“Segala jenis korupsi tidak bisa diterima. Namun, korupsi terkait APD, bagi saya sebenarnya pembunuhan. Karena jika petugas kesehatan bekerja tanpa APD, kita mempertaruhkan nyawa mereka. Dan itu juga membahayakan nyawa orang yang mereka layani,” ujar Ghebreyesus.

Flu Spanyol menewaskan sedikitnya 50 juta orang. Virus corona sejauh ini telah menewaskan hampir 800 ribu orang dan menginfeksi 22,7 juta lainnya.

Sejumlah negara mengumumkan jumlah kasus virus corona tertinggi dalam beberapa bulan.

Korea Selatan mencatat 324 kasus baru menjadikan total satu hari tertinggi sejak Maret.

Negara Eropa juga mengalami kenaikan. Polandia dan Slovakia keduanya mengumumkan rekor infeksi harian baru dengan masing-masing 903 dan 123 kasus pada Jumat.

Sementara Spanyol dan Prancis telah mengalami peningkatan dramatis dalam beberapa hari terakhir.

Di Lebanon, penguncian parsial selama dua minggu, termasuk jam malam mulai berlaku.

Keputusan ini diambil karena negara itu mengalami jumlah kasus tertinggi sejak pandemi dimulai.(Rep/Bbc)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Ngeri, Bocah di Ukraina Dimutilasi 2 Anjing Gembala Jerman Saat Rayakan Ultah Kedua, Alat Kelamin Dirobek-robek
apahabar.com

Internasional

Duh, Akun Twitter Sejumlah Tokoh Dunia Diretas
apahabar.com

Internasional

Arab Saudi Turut Kecam Kartun yang Menghina Nabi Muhammad
apahabar.com

Internasional

Donald Trump Ungkap Awal Tertular Covid-19
apahabar.com

Internasional

Pesawat Tempur AS Jatuh di Inggris, Pencarian Pilot Dimulai
apahabar.com

Internasional

Mekah Belum Sepenuhnya Bebas Jangkrik
apahabar.com

Internasional

24 Jam Usai Pencoblosan, Hasil Penghitungan Suara Pilpres AS Belum Final
apahabar.com

Internasional

Enam Mayat WNI di Pantai Johor Malaysia, Diduga Pekerja Ilegal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com