Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Wujudkan Lumbung Ikan Nasional, KKP Siapkan SDM Andal dari Pesisir

- Apahabar.com Senin, 31 Agustus 2020 - 10:37 WIB

Wujudkan Lumbung Ikan Nasional, KKP Siapkan SDM Andal dari Pesisir

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan sumber daya manusia (SDM) andal dengan membuka akses pendidikan di lembaga milik KKP bagi putra dan putri masyarakat pesisir guna mewujudkan program lumbung ikan nasional.

“Membangun sumber daya manusia berarti membangun bangsa. Didik terus anak-anak kita, ajari mereka sampai merasa bisa mandiri dan kuat. Kelautan merdeka adalah kedaulatan bangsa,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (31/8).

Menurut dia, salah satu tolok ukur pembangunan bangsa ialah menyiapkan sumber daya manusia, termasuk di sektor kelautan dan perikanan.

Menteri Kelautan dan Perikanan yang saat ini sedang melakukan kunjungan kerja di Maluku menyatakan bahwa provinsi tersebut punya segala hal yang dibutuhkan untuk menasbihkan diri menjadi lumbung ikan nasional.

Dia pun memilih untuk melakukan langkah konkret melalui kegiatan dan terjun langsung ke lapangan untuk berkomunikasi dengan pemangku kepentingan di provinsi seribu pulau.

“Maluku gudangnya ikan. Saya memulai lumbung ikan nasional dengan gerakan langsung. Membangun tidak hanya sekedar jargon tetapi membuktikan terjun langsung dengan kegiatan-kegiatan,” ujarnya.

Perubahan status dari Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) ke Politeknik Kelautan dan Perikanan Maluku merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam membangun sektor kelautan dan perikanan, termasuk menyiapkan Maluku sebagai lumbung ikan nasional (LIN).

“Ini kan tadinya SUPM, sekarang jadi poltek, anggaplah ini salah satu bentuk pelaksanaan dan saya melihat LIN itu tidak hanya ketika menjadi peraturan,” jelas Menteri Edhy.

Karenanya, Menteri Edhy berharap para peserta didik di Poltek KP Maluku tidak hanya dibekali dengan pengajaran di kelas.

Sebaliknya, dengan lokasi yang strategis karena terletak di tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) yakni WPPNRI 714, 715 dan 718, para taruna-taruni bisa diajarkan untuk melakukan praktik langsung di lapangan.

“Di sini kita bisa bangun semuanya, dari budi daya tawar, payau, tambak, termasuk tangkap ikan di laut. Alhamdulillah, Pak Gubernur mendukung penuh, saya pikir ini menjadi kekuatan kunci di Maluku dan keberhasilan LIN itu sendiri,” terangnya.

Ke depan, Menteri Edhy mendorong agar jumlah peserta didik di Poltek KP Maluku untuk ditambah.

Dia pun mengajak pemerintah daerah untuk turut mendukung para putra-putri nelayan, pembudi daya ikan, pengolah dan pemasar hasil perikanan yang belajar di Poltek KP.

“Seluruh masyarakat kelautan, kita anak nelayan, pembudi daya diberikan kesempatan kuliah gratis sebanyak-banyaknya. Poltek KKP terbuka, gratis,” ucapnya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Penyaluran BLT Desa dan Bansos Tunai Disederhanakan
Ini yang Dilakukan Pengguna Ojol di Tengah Covid-19

Nasional

Ini yang Dilakukan Pengguna Ojol di Tengah Covid-19
apahabar.com

Nasional

Gempa 4 Magnitudo Menggoyang Lombok Pagi Ini
apahabar.com

Nasional

Gunung Merapi Alami 7 Kali Gempa Guguran, Status Masih Waspada
apahabar.com

Nasional

Anggota Panja DPR Pastikan Tidak Ada Substansi UU Cipta Kerja yang Berubah
apahabar.com

Nasional

Gempa Magnitudo 6,1 di Pulau Alor
apahabar.com

Nasional

Dewan Pers Segara Temui Kapolri Bahas Kekerasan Terhadap Wartawan
apahabar.com

Nasional

Update Longsor Sukabumi: 31 Korban Meninggal, 2 Hilang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com