Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

YLK Minta Gubernur Perjuangkan Penambahan Kuota Elpiji di Kalsel

- Apahabar.com Kamis, 27 Agustus 2020 - 19:50 WIB

YLK Minta Gubernur Perjuangkan Penambahan Kuota Elpiji di Kalsel

Ilustrasi elpiji 3 kilogram. Foto-detikcom

apahabar.com, BANJARMASIN – Yayasan Perlindungan Konsumen (YLK) buka suara soal kelangkaan elpiji 3 kilogram di Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Kelangkaan elpiji 3 kg di Banjarmasin dan umumnya Kalsel adalah hal yang berulang-ulang. Begitu juga untuk BBM bersubsidi jenis solar dan premium,” ucap Ketua YLK Kalsel, Murjani kepada apahabar.com, Kamis (27/8).

Murjani menduga kurangnya kuota menjadi pemicu kelangkaan elpiji 3 kg di Kalsel.

“Sejauh ini, kuota elpiji 3 kg untuk Kalsel tidak ditambah, sehingga terjadi kelangkaan seperti ini,” kata Murjani.

Bukan hanya di Banjarmasin saja, kata dia, namun sampai ke 13 kabupaten/kota di Kalsel.

Dalam teori ekonomi, sambung dia, kelangkaan terjadi ketika permintaan semakin meningkat, sedangkan pasokan barang tidak bertambah.

“Sehingga terjadi kekurangan dan berpengaruh terhadap kenaikan harga,” bebernya.

Selain itu, ia menilai permintaan yang meningkat disebabkan meningkatnya jumlah penduduk Kalsel.

“Kalsel itu strategis, maka banyak para pencari kerja yang berdatangan untuk mengadu nasib,” katanya.

Kalsel termasuk daerah pertanian, pertambangan, dan perkebunan kelapa sawit.

“Sehingga secara otomatis sangat berhubungan erat dengan meningkatnya permintaan elpiji 3 kg. Sedangkan kuota tetap,” bebernya.

Apalagi, banyak tumbuh usaha rumahan di masa pandemi Covid-19 ini.

“Ada yang membuat kue, catering, usaha makanan dan minuman. Ini juga faktor yang menjadikan elpiji 3 kg langka,” tegas Murjani.

Ia mengimbau Pertamina, Disperindag, dan Hiswana Migas agar melakukan operasi pasar pada titik tertentu.

Kemudian, kepala daerah diminta untuk mengimbau para PNS atau ASN di Kalsel untuk tidak membeli gas bersubsidi tersebut.

“Begitu pula bagi pelaku usaha makanan dan minuman yang berkecukupan. Kalau perlu kepala daerah membuat regulasi larangan terkait itu,” tambahnya.

Ia berharap Pemrov Kalsel, dalam hal ini Gubernur untuk memperjuangkan penambahan kuota elpiji 3 kg untuk warga Banua.

Selanjutnya, mendorong komisi III DPRD Kalsel bersama Pertamina dan Hiswana Migas melakukan audiensi dengan anggota DPR RI Dapil Kalsel terkait penambahan kouta elpiji 3 kg.

“Sekaligus penambahan BBM bersubsidi jenis solar dan premium,” tandasnya.

Editor: Aprianoor

Editor: Reporter: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bocah Misterius Relakan Celengannya demi Korban Kebakaran Patmaraga
apahabar.com

Kalsel

Kasat Polair dan Kapolsek Bati-bati Berganti
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Kilo Sabu Dimusnahkan, Paman Birin: Energy of South Borneo
apahabar.com

Kalsel

Diikuti 100 Tim Lintas Kabupaten, Tournament PUBG Mobile Trophy Offline Bekantan Siap Digelar
apahabar.com

Kalsel

Begini Tanggapan Gojek Perihal Aksi Demokrasi Driver
apahabar.com

Kalsel

Lebaran, Momen Melepas Rindu dari Balik Jeruji Besi Teluk Dalam
apahabar.com

Kalsel

Pemkot Tetap Revitalisasi Pasar Sudimampir Baru Meski Ditolak Pedagang
apahabar.com

Kalsel

Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com