VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

3 Hari Ditindih Dolar AS, Rupiah Mulai Melawan

- Apahabar.com Jumat, 25 September 2020 - 10:59 WIB

3 Hari Ditindih Dolar AS, Rupiah Mulai Melawan

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Rupiah yang lemas ditindih dolar AS dalam 3 hari beruntun, bergerak menguat di perdagangan pasar spot, Jumat (25/9) pagi ini.

US$ 1 setara dengan Rp 14.840 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat 0,03% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Kemarin, rupiah mengakhiri perdagangan pasar spot dengan depresiasi 0,44% di hadapan dolar AS. Ini membuat rupiah sudah melemah selama tiga hari berturut-turut. Selama tiga hari itu, rupiah anjlok 1,05%.

Rupiah yang sudah ‘murah’ tentu jadi menarik lagi di mata investor. Aksi beli membuat mata uang Tanah Air mampu mencatatkan technical rebound.

Selain itu, tekanan di pasar keuangan global agak reda. Dini hari tadi waktu Indonesia, bursa saham New York ditutup menguat di mana indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,2%, S&P 500 bertambah 0,3%, dan Nasdaq Composite terangkat 0,37%.

Data ekonomi terbaru dari AS berhasil menyulut optimisme investor. Penjualan rumah baru pada Agustus 2020 naik 4,8% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 1,011 juta unit. Lebih baik ketimbang konsensus pasar yang dihimpun Reuters dengan perkiraan 895.000 unit. Pencapaian Agustus jadi yang terbaik sejak 2006.

Sebelumnya, pada pekan yang berakhir 19 September, jumlah klaim tunjangan pengangguran di Negeri Paman Sam tercatat 870.000. Sedikit lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya yaitu 866.000.

“Ekonomi AS sedang menuju pemulihan dengan pola V-shaped, terlihat dari data penjualan mobil, rumah, dan konsumsi rumah tangga. Ini adalah sesuatu yang tentu ingin Anda lihat. Memang masih ada sedikit noda, yaitu klaim tunjangan pengangguran,” kata Phil Orlando, Chief Equity Strategist di Federated Hermes, seperti dikutip dari Reuters.

Namun secara umum sentimen di pasar sudah membaik. Hasrat untuk berburu aset-aset berisiko kembali muncul, sehingga arus modal mengalir ke pasar keuangan negara-negara berkembang Asia, termasuk Indonesia.(cnbc)

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Investor Asing Bakal Serbu Indonesia, Investasikan Rp 2.292 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Emas Berjangka Naik untuk Sesi ke-10 Berturut-turut
apahabar.com

Ekbis

Daftar Harga BBM Sepanjang Maret 2020
apahabar.com

Ekbis

Instagram Saring Komentar Otomatis Bahasa Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Asperindo Surati Presiden Terkait Tarif Bagasi
apahabar.com

Ekbis

Dirut Bank Kalsel Optimistis Ekonomi Kalsel Mampu Hadapi Resesi di Kuartal IV-2020
apahabar.com

Ekbis

Lima Provinsi dengan Suku Bunga KPR Tertinggi
apahabar.com

Ekbis

Pencopotan Pejabat Bank Kalsel, Ini Analisa Ekonom
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com