Pekan Ini, Rupiah Berpeluang Tembus Rp 14.000 Dini Hari, Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km Kanada Bakal Cabut Larangan Terbang Boeing 737 Max Peduli Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan ke Tanah Laut Setelah Tolak Vaksin Covid-19, Ribka Tjiptaning Digeser ke Komisi VII

3 Hari Ditindih Dolar AS, Rupiah Mulai Melawan

- Apahabar.com Jumat, 25 September 2020 - 10:59 WIB

3 Hari Ditindih Dolar AS, Rupiah Mulai Melawan

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Rupiah yang lemas ditindih dolar AS dalam 3 hari beruntun, bergerak menguat di perdagangan pasar spot, Jumat (25/9) pagi ini.

US$ 1 setara dengan Rp 14.840 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat 0,03% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Kemarin, rupiah mengakhiri perdagangan pasar spot dengan depresiasi 0,44% di hadapan dolar AS. Ini membuat rupiah sudah melemah selama tiga hari berturut-turut. Selama tiga hari itu, rupiah anjlok 1,05%.

Rupiah yang sudah ‘murah’ tentu jadi menarik lagi di mata investor. Aksi beli membuat mata uang Tanah Air mampu mencatatkan technical rebound.

Selain itu, tekanan di pasar keuangan global agak reda. Dini hari tadi waktu Indonesia, bursa saham New York ditutup menguat di mana indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,2%, S&P 500 bertambah 0,3%, dan Nasdaq Composite terangkat 0,37%.

Data ekonomi terbaru dari AS berhasil menyulut optimisme investor. Penjualan rumah baru pada Agustus 2020 naik 4,8% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 1,011 juta unit. Lebih baik ketimbang konsensus pasar yang dihimpun Reuters dengan perkiraan 895.000 unit. Pencapaian Agustus jadi yang terbaik sejak 2006.

Sebelumnya, pada pekan yang berakhir 19 September, jumlah klaim tunjangan pengangguran di Negeri Paman Sam tercatat 870.000. Sedikit lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya yaitu 866.000.

“Ekonomi AS sedang menuju pemulihan dengan pola V-shaped, terlihat dari data penjualan mobil, rumah, dan konsumsi rumah tangga. Ini adalah sesuatu yang tentu ingin Anda lihat. Memang masih ada sedikit noda, yaitu klaim tunjangan pengangguran,” kata Phil Orlando, Chief Equity Strategist di Federated Hermes, seperti dikutip dari Reuters.

Namun secara umum sentimen di pasar sudah membaik. Hasrat untuk berburu aset-aset berisiko kembali muncul, sehingga arus modal mengalir ke pasar keuangan negara-negara berkembang Asia, termasuk Indonesia.(cnbc)

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Bank Penyedia Pendanaan Dampak Covid-19 Dapat Intensif

Ekbis

Bank Penyedia Pendanaan Dampak Covid-19 Dapat Intensif

Ekbis

BPS: Ekonomi Indonesia Triwulan III-2020 Minus 3,49 Persen
apahabar.com

Ekbis

Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Stabil di Tahun Politik
apahabar.com

Ekbis

Makin Menggairahkan, Nilai Tukar Petani di Kaltim Naik
apahabar.com

Ekbis

Virus Corona Diduga Memicu Anjloknya Tamu Asing dan Ekspor Kalsel ke Tiongkok
apahabar.com

Ekbis

IHSG Menguat Jelang Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2020
apahabar.com

Ekbis

Kesepakatan Bisnis Selama FESyar KTI 2019 Rp 2,6 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Nokia 9 PureView Bakal Punya Fingerprint Bawah Layar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com