Pembacok Jurkani di Tanbu Juga Rampas Barang Pribadi, Pelaku Disebut Berhalusinasi Jasad Wanita Muda Banjarmasin dengan Luka Tusuk di Dada Itu Ternyata… Sosok Pembacok Advokat Jurkani di Tanah Bumbu, dan Detik-Detik Penganiayaan IKN Dipimpin Kepala Otorita, Sederet Nama Kandidat Termasuk Ahok Pesona Danau Sentarum Kalbar Bikin Takjub, Tertarik Berkunjung?

3 Pekan Razia Masker di Banjarmasin: Berludah hingga Pengemudi Mobil Didenda, Simak Penjelasan Dinkes

- Apahabar.com     Jumat, 18 September 2020 - 14:56 WITA

3 Pekan Razia Masker di Banjarmasin: Berludah hingga Pengemudi Mobil Didenda, Simak Penjelasan Dinkes

Penegakan hukum Perwali Banjarmasin Nomor 68/2020 ini kerap menuai kontroversi. Foto-Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Hampir tiga pekan razia masker digalakkan Pemkot Banjarmasin.

Namun begitu, penegakan hukum Perwali Banjarmasin Nomor 68/2020 ini kerap menuai kontroversi.

Pertama adalah video viral pengemudi mobil yang mengeluh lantaran didenda karena tak memakai masker saat di dalam mobil pribadinya.

Pengemudi yang tengah berkendara seorang diri itu pun terpaksa membayar denda Rp100 ribu.

Kedua, adalah warga Pasar Antasari yang kedapatan meludah saat razia masker.

Kala itu, petugas langsung menyeretnya untuk dikenakan denda melalui sidang yustisi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin Machli Riyadi menanggapi santai beragam fenomena itu.

Mengacu aturan, ia mengingatkan setiap warga yang beraktivitas keluar rumah wajib bermasker karena Covid-19 tengah mewabah.

“Artinya mau bagaimana pun dia keluar rumah, naik mobil atau sepeda motor secara normatif mengenakan masker,” ujarnya kepada apahabar.com, Jumat (18/9).

Namun jika mengutip pendapat epidemologi, kata dia, bisa lain lagi ceritanya. Naik mobil atau berada di ruang seorang diri harus tetap mengenakan masker.

Pasalnya, penularan virus Covid-19 melalui droplet bersin dan batuk yang mengeluarkan air liur bisa terjadi di mana saja. Terlebih dari pasien Covid-19 yang tak bergejala. Untuk itu warga harus ekstra hati-hati.

“Akhirnya kita tidak tahu, orang yang bekendara itu positif atau negatif,” tegasnya.

Walhasil, kata Machli setiap orang wajib mengedepankan akses kehati-hatian setiap beraktivitas di ruang publik.

Cara pertama adalah mengenakan masker setiap waktu.

“Yang jelas mungkin saja itu terjadi,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Update Covid-19 di Indonesia: Bertambah 979 Positif, 9 Wilayah Nihil Kasus Baru
apahabar.com

Tak Berkategori

Sakura Bermekaran di Jepang pada 2019, Catat Tanggalnya
Mahfud MD

Tak Berkategori

Mahfud MD: Kajian UU ITE Perlu Waktu Dua Bulan

Tak Berkategori

Lirikan Ananda Usai Ditetapkan Paslon di Pilwali Banjarmasin: Kami Siap Menang
Demokrat

Politik

Demokrat Kalsel Nyatakan Sikap, Kemenkumham: Tak Ada Pendaftaran KLB Sumut

Tak Berkategori

Nakes Wafat Meski Sudah Divaksin Sinovac, Kemenkes Beri Alasan
apahabar.com

Tak Berkategori

33 Peserta Tak Lulus Rikkes Tahap 1 Catar Akpol
apahabar.com

Tak Berkategori

PPKM Mikro Malam Minggu di Banjarmasin, Polisi Pantau THM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com