Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Tak Ber-IMB, Inspektorat Turun Tangan

33 Kepala Suku di Kalsel Diwanti-wanti Tak Terprovokasi Kampanye Hitam!

- Apahabar.com Selasa, 29 September 2020 - 16:44 WIB

33 Kepala Suku di Kalsel Diwanti-wanti Tak Terprovokasi Kampanye Hitam!

Ilustrasi. Foto: Istimewa via Baliexspress

apahabar.com, BANJARMASIN – KPU sebagai penyelenggara Pilkada Serentak 2020 meminta para pasangan calon agar lebih menggencarkan metode kampanye daring termasuk media sosial (medsos).

Namun terkait pengawasannya, para penyelenggara dan pengawas pemilihan umum termasuk Bawaslu memiliki keterbatasan untuk mengawasi seluruh jagat maya.

Oleh karena itu, Ikatan Kekeluargaan Antar Suku Bangsa (IKASBA) Kalsel mengambil peran untuk memberikan pemahaman kepada keluarga besar di internal organisasi.

Di mana, diisi ketua dan 33 kepala suku serta kelompok etnis agar tak terprovokasi bentuk-bentuk kampanye hitam (black campaign) di ranah medsos.

“Secara pribadi sudah mengamati dan mendapati adanya konten-konten di medsos yang mengarah ke bentuk black campaign terkait Pilkada Kalsel,” ucap Ketua IKASBA Kalsel, Aliansyah kepada awak media, Selasa (29/9).

Meskipun diyakininya hal tersebut bukan dilakukan oleh medsos resmi milik paslon maupun tim kampanye masing-masing paslon.

“Kami memang mengakui luar biasa di medsos sudah terlihat. Kami perhatikan secara pribadi sudah saling menyerang ke sosok masing-masing paslon. Kami mengimbau ke seluruh kepala dan ketua suku dan anggota supaya jangan ikut terprovokasi,” katanya.

Selain menghindari menjadi korban provokasi, Ia juga meminta agar tak ada anggota keluarga besar IKASBA Kalsel yang ikut memperkeruh situasi.

Pihaknya juga meminta seluruh keluarga besar IKASBA Kalsel untuk tetap objektif dalam menentukan pilihan.

Artinya, para ketua maupun kepala suku tidak diperkenankan memaksa anggotanya untuk memilih salah satu paslon tertentu di Pilkada Kalsel 2020.

“Kami ingatkan di setiap pertemuan agar semua menjaga anggotanya agar menyukseskan pilkada, artinya tidak Golput 9 Desember nanti. Kita bebas memilih, ketua tidak boleh memaksakan anggota sukunya untuk memilih salah satu paslon tapi dibebaskan karena ini demokrasi,” pungkasnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Syafruddin H Maming Tampung Keluhan Petani Sawit Karang Bintang, Ada Oknum Cegat Jual Sawit
apahabar.com

Politik

Komisioner KPU: Akun Capres Cawapres Fiktif Nurhadi–Aldo Menyegarkan Publik
apahabar.com

Politik

Kotabaru Paling Rawan Pemilu di Kalsel, Sinergitas Jadi Kunci
apahabar.com

Politik

Survei JSI: Jokowi-Ma’ruf Lebih Baik Saat Debat
apahabar.com

Politik

Di HUT ke-67 SMAN 1 Banjarmasin, Paman Birin Bicara Pilgub
apahabar.com

Politik

Lepas ASN, Eks Kadis PUPR Banjarmasin Pilih PKB atau Demokrat?
apahabar.com

Politik

Dahnil: Prabowo Berdiskusi Dua Jam Jelang Debat
apahabar.com

Politik

Seruan AHY untuk Kader PD di Kalsel: Menangkan Denny-Difri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com