Mengenal Deretan Mobil yang Digunakan dalam Tragedi G30S PKI [Breaking News] Polri Tahan Putri Candrawathi Kecelakaan Maut di Sebamban Baru Tanbu, Truk Kontainer Timpa Pemotor Jarang Mencatat Laporan Keuangan, Jadi Penyebab UMKM Susah Naik Kelas BUMN Merugi, Siap-Siap Tak Terima Kucuran Dana PMN

5 Bulan Tak Bekerja, Karyawan Hotel Armani Muara Teweh Bersurat Ke DPRD Barut Kalteng DPR

- Apahabar.com     Selasa, 8 September 2020 - 17:28 WITA

5 Bulan Tak Bekerja, Karyawan Hotel Armani Muara Teweh Bersurat Ke DPRD Barut Kalteng DPR

Dedi, perwakilan karyawan Hotel Armani saat menyerahkan surat kepada staf Setwan DPRD Barut, Kalteng. Foto-Istimewa

apahabar.com, MUARA TEWEH – Puluhan Karyawan Hotel Armani Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalteng melayangkan surat DPRD setempat terkait nasib mereka.

Sebab selama 5 bulan terakhir mereka tak bekerja berhubung dengan adanya larangan dari pemerintah kabupaten melalui Gugus Tugas Covid-19 Barut terkait larangan membuka tempat hiburan malam.

Untuk itu Dedi salah satu perwakilan karyawan Hotel Armani Muara Teweh, meminta keadilan ke DPRD Barut terkait nasib mereka yang sudah menganggur beberapa bulan terakhir.

“Hotel dan Restoran [karaoke-cafe] tempat kami bekerja tidak direkomendasikan atau tidak diperbolehkan beroperasi seperti biasa, sehingga para karyawan dirumahkan dan tidak bekerja,” ujar Dedi kepada apahabar.com, Selasa (8/9).

Dedi mengatakan, mereka mengirimkan surat tersebut pada Senin (7/9) kemarin, yang intinya memohon perhatian dan keadilan atas kondisi karyawan Hotel Armani Muara Teweh di tengah pandemi ini.

Selain itu, lanjutnya, bagaimana kebijakan Pemkab Barut terhadap karyawan yang tidak bekerja atau dirumahkan saat pandemi Covid-19 ini.

“Melalui surat tersebut, kami selaku karyawan PT. Armani Perkasa yang bergerak di bidang Hotel dan Restoran, meminta keadilan kepada ketua dan anggota DPRD Barito Utara agar dapat memediasi permasalahan yang kami hadapi saat ini,” jelas Dedi.

Pihaknya berharap Pemkab Barut maupun Satgas Covid-19 bisa bersikap adil, di mana seharusnya tempat-tempat lain yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya orang banyak juga harus ditutup.

“Jika tempat bekerja kami tidak diperbolehkan beroperasi seperti biasa, bagaimana nasib anak istri kami, karena kami tidak mendapatkan penghasilan, sedangkan tuntutan perekonomian rumah tangga juga mengalami peningkatan dan harus tetap terpenuhi,” tuturnya.

Untuk itu, mereka memohon Ketua DPRD Barut bisa memberikan bantuan dan memberikan jalan penyelesaian yang terbaik, agar tidak ada yang merasa dirugikan

“Kami juga siap mengikuti dan menjalankan aturan-aturan protokol kesehatan di tempat kami bekerja. Untuk itu kami berharap tempat kami bekerja bisa beroperasi lagi,” pungkasnya.

Editor: Aprianoor

Editor: Reporter: Ahc17 - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kapuas

Kalteng

Hari Ini, 26 Warga Kapuas Terpapar Covid-19

Kalteng

Kejari Kapuas Selamatkan Rp 1,2 Miliar dari Dua Perkara Tipikor
apahabar.com

Kalteng

Program TMMD ke-105, Semangat Gotong Royong Makin Meningkat
apahabar.com

Kalteng

Suap Oknum Anggota DPRD Kalteng, Tiga Petinggi Sinar Mas Dieksekusi ke Lapas Tangerang
Kapuas

Kalteng

Alhamdulillah, Puluhan Warga Kapuas Hari Ini Sembuh dari Covid-19
HUT Ke-75 Bhayangkara

Kalteng

HUT Ke-75 Bhayangkara, Puluhan Personel Polres Kapuas Naik Pangkat
apahabar.com

Kalteng

15 Kasus dengan 6 Tersangka Karhutla Kalteng
Kodim 1011/Kuala Kapuas

Kalteng

Kodim 1011/Kuala Kapuas Gelar Komsos dengan Ratusan Keluarga Besar TNI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com