Setelah Tarif 10 Kubik Dihapus, Intip Kerugian PDAM Bandarmasih Belum Dilantik, 5 Calon Kepala Dinas di Banjarmasin Dibuat Waswas Diam-Diam, Penembak Mati Kades Jirak Tabalong Sudah Divonis! Resmi, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran BirinMu ke Bawaslu Kalsel Dugaan Pelanggaran Pemilu di Kalsel, Penantang BirinMu Beber Sederet Bukti dari Amuntai

5 Bulan Tak Bekerja, Karyawan Hotel Armani Muara Teweh Bersurat Ke DPRD Barut Kalteng DPR

- Apahabar.com Selasa, 8 September 2020 - 17:28 WIB

5 Bulan Tak Bekerja, Karyawan Hotel Armani Muara Teweh Bersurat Ke DPRD Barut Kalteng DPR

Dedi, perwakilan karyawan Hotel Armani saat menyerahkan surat kepada staf Setwan DPRD Barut, Kalteng. Foto-Istimewa

apahabar.com, MUARA TEWEH – Puluhan Karyawan Hotel Armani Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalteng melayangkan surat DPRD setempat terkait nasib mereka.

Sebab selama 5 bulan terakhir mereka tak bekerja berhubung dengan adanya larangan dari pemerintah kabupaten melalui Gugus Tugas Covid-19 Barut terkait larangan membuka tempat hiburan malam.

Untuk itu Dedi salah satu perwakilan karyawan Hotel Armani Muara Teweh, meminta keadilan ke DPRD Barut terkait nasib mereka yang sudah menganggur beberapa bulan terakhir.

“Hotel dan Restoran [karaoke-cafe] tempat kami bekerja tidak direkomendasikan atau tidak diperbolehkan beroperasi seperti biasa, sehingga para karyawan dirumahkan dan tidak bekerja,” ujar Dedi kepada apahabar.com, Selasa (8/9).

Baca juga :  Vietnam: Latihan Militer China di Laut China Selatan Ancam Perundingan

Dedi mengatakan, mereka mengirimkan surat tersebut pada Senin (7/9) kemarin, yang intinya memohon perhatian dan keadilan atas kondisi karyawan Hotel Armani Muara Teweh di tengah pandemi ini.

Selain itu, lanjutnya, bagaimana kebijakan Pemkab Barut terhadap karyawan yang tidak bekerja atau dirumahkan saat pandemi Covid-19 ini.

“Melalui surat tersebut, kami selaku karyawan PT. Armani Perkasa yang bergerak di bidang Hotel dan Restoran, meminta keadilan kepada ketua dan anggota DPRD Barito Utara agar dapat memediasi permasalahan yang kami hadapi saat ini,” jelas Dedi.

Pihaknya berharap Pemkab Barut maupun Satgas Covid-19 bisa bersikap adil, di mana seharusnya tempat-tempat lain yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya orang banyak juga harus ditutup.

Baca juga :  Hore! Ribuan Pelajar Madrasah se-Kalselteng Terima Paket Internet Gratis XL Axiata

“Jika tempat bekerja kami tidak diperbolehkan beroperasi seperti biasa, bagaimana nasib anak istri kami, karena kami tidak mendapatkan penghasilan, sedangkan tuntutan perekonomian rumah tangga juga mengalami peningkatan dan harus tetap terpenuhi,” tuturnya.

Untuk itu, mereka memohon Ketua DPRD Barut bisa memberikan bantuan dan memberikan jalan penyelesaian yang terbaik, agar tidak ada yang merasa dirugikan

“Kami juga siap mengikuti dan menjalankan aturan-aturan protokol kesehatan di tempat kami bekerja. Untuk itu kami berharap tempat kami bekerja bisa beroperasi lagi,” pungkasnya.

Editor: Aprianoor

Reporter: Ahc17 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Daud Danda: Pemilik Tongkang Wajib Perbaiki Kerusakan Fender Jembatan Kalahien
apahabar.com

Kalteng

Diimingi Rp 5 Juta, PSK Merong Ogah Pulang Kampung
apahabar.com

Kalteng

Gara-Gara Tali Kapal, Penyelam di Barito Tewas Tenggelam
apahabar.com

Kalteng

Pemprov Kalteng Segera Salurkan Bantuan Pangan Korban Banjir
apahabar.com

Kalteng

Maskot Zebra Ajak Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 di Palangka Raya
apahabar.com

Kalteng

Update Covid-19 Barito Utara, Tiga Positif Covid-19 dari Klaster Gowa
apahabar.com

Kalteng

Intensitas Hujan Tinggi, Barut Terendam Lagi
apahabar.com

Kalteng

BNNP Kalteng Gulung Komplotan Narkotika Antar Provinsi 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com