Alasan Mengapa Api di Patmaraga Kotabaru 5 Jam Baru Padam Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian

Akademisi ULM Banjarmasin Tolak Reduksi Mata Pelajaran Sejarah

- Apahabar.com Selasa, 22 September 2020 - 17:32 WIB

Akademisi ULM Banjarmasin Tolak Reduksi Mata Pelajaran Sejarah

Ilustrasi. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Rencana penghapusan mata pelajaran sejarah dari mata pelajaran wajib di jenjang pendidikan sekolah menengah atas (SMA) kelas X menuai kritik dari akademisi di Kalimantan Selatan.

“Pada dasarnya kami mendukung penyederhanaan kurikulum sebagai bagian dari respons terhadap dinamika sosial, kebangsaan, maupun perkembangan teknologi dan tantangan global yang dihadapi,” ucap Dosen Pendidikan Sejarah FKIP ULM Banjarmasin, Mansyur, Senin (21/09/2020).

Penyederhanaan kurikulum, kata dia, hendaknya tetap mengacu kepada kepentingan nasional dan ⁣pembentukan karakter bangsa.⁣

Oleh sebab itu, asumsi beban kurikulum nasional terlalu berat yang menjadi dasar penyederhanaan ⁣kurikulum adalah sebuah kekeliruan.

Menurutnya, jumlah mata pelajaran kurikulum nasional Indonesia tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan negara lain seperti Singapura, Malaysia, Korea Selatan, ⁣Inggris, Jerman, dan Finlandia.

“Bahkan, jumlah mata pelajaran di Indonesia pada jenjang SD dan SMP tercatat paling sedikit. Sementara untuk jenjang SMA memiliki jumlah yang sama dengan negara lain, hanya lebih sedikit dari Malaysia dan Inggris,” kata Mansyur.

Mata pelajaran sejarah, sambung dia, sangat penting untuk diajarkan pada seluruh jenjang pendidikan.

Mengingat sejarah Indonesia memiliki fungsi untuk mengembangkan jati diri bangsa, collective memory sebagai bangsa, keteladanan dan karakter dari para tokoh.

Kemudian sumber inspirasi, kreativitas, mengembangkan kepedulian sosial bangsa, serta membangun ⁣rasa nasionalisme yang produktif.⁣

“Reduksi mata pelajaran sejarah hanya menjadi bagian dari ilmu pengetahuan sosial pada kelas X dan mata pelajaran pilihan kelas XI, XII SMA serta penghapusan mata pelajaran ⁣sejarah pada SMK dalam draft penyederhanaan kurikulum merupakan kekeliruan cara ⁣pandang terhadap tujuan pendidikan,” tegasnya.

Ia menilai penghilangan mata pelajaran sejarah dengan hanya ⁣menjadikan pilihan berpotensi mengakibatkan hilangnya kesempatan siswa untuk
mempelajari sejarah bangsa sekaligus menghilangkan jati diri sebagai bangsa Indonesia.⁣

Penyederhanaan ini, tambah dia, seakan bertolak belakang dengan spirit Nawacita sebagaimana tertuang dalam ⁣poin ke delapan.

Dalam Nawacita itu berisikan ajakan untuk melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan.

Di mana ⁣menempatkan secara proporsional aspek pendidikan seperti pengajaran sejarah pembentukan ⁣bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara serta budi pekerti di dalam ⁣kurikulum pendidikan Indonesia.⁣

“Kami menolak dengan tegas reduksi mata pelajaran sejarah sebagaimana tertuang dalam rancangan penyederhanaan kurikulum. Kemudian mendesak dikembalikannya sejarah sebagai mata pelajaran wajib pada seluruh jenjang pendidikan menengah atas,” bebernya.

Mansyur berharap Mendikbud RI melakukan evaluasi total terhadap proses penyederhanaan kurikulum yang dilakukan lembaga non-pemerintah.

Selanjutnya mengembalikan proses itu kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud RI sebagai badan resmi.

“Kemendikbud RI hendaknya melibatkan para pakar pendidikan dan pengembang kurikulum dari lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK), praktisi, ⁣asosiasi profesi, serta asosiasi program studi dalam proses penyederhanaan kurikulum,” tandasnya.

Editor: Zainal - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

DPRD Kalsel Diminta Mempertahankan Honor Penyelenggara Pilgub
apahabar.com

Kalsel

Info Covid-19 Kalsel: 2 PDP Negatif, Ini Rincian 10 Positif Baru
apahabar.com

Kalsel

Bertabur Hadiah Dalam HUT Ke-46 PDI Perjuangan Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin Auto Show 2019 Resmi Dibuka, Ada Penampakan Mobil Hybrid Toyota
Diduduki Politisi, Fatayat NU Bebas Politik

Kalsel

Diduduki Politisi, Fatayat NU Bebas Politik  
apahabar.com

Kalsel

Ahli Waris Pasien Covid-19 Meninggal di Tabalong Diusulkan Dapat Santunan
apahabar.com

Kalsel

Satu Rumah di Eks Lokalisasi Pembatuan Hangus Terbakar
apahabar.com

Kalsel

Penyesalan Jito, Kakak Mayat di Indekos Pekapuran Raya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com