Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Akademisi ULM Pertanyakan Keberhasilan Pemkot Banjarmasin Cetak 2.500 Pengusaha Baru

- Apahabar.com Rabu, 2 September 2020 - 09:29 WIB

Akademisi ULM Pertanyakan Keberhasilan Pemkot Banjarmasin Cetak 2.500 Pengusaha Baru

BERSAMA: Akademisi ULM Abdurrahman Sadikin (paling kiri) saat melakukan pelatihan Risk Managemen kepada pelaku wirausaha yang mempekerjakan banyak karyawan.Foto-Dok

apahabar.com, BANJARMASIN – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin dalam meningkatkan geliat ekonomi dengan cara mencetak pengusaha baru patut diapresiasi.

Namun menurut Pengamat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Risk Management Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin Abdurrahman Sadikin, klaim sudah dapat mencetak 2.500 pengusaha baru oleh Pemkot Banjarmasin dirasa perlu untuk dikaji dan diuji lebih jauh.

“Apa benar sudah dicetak 2.500 pengusaha baru di Kota Banjarmasin. Apakah ke 2.500 pengusaha baru itu masih bisa eksis semua, karena kalau memang benar eksis semua tentunya geliat ekonomi di Kota Banjarmasin pasti sangat berkembang,” ungkapnya, Rabu (2/9/2020).

Menurutnya, kalau memang betul-betul Pemkot Banjarmasin mampu mencetak 2.500 pengusaha baru, maka akan banyak sekali tenaga kerja yang dapat diserap oleh mereka.

“Namanya pengusaha itu dalam teori ekonominya adalah mereka yang mempunyai usaha dan bisa mempekerjakan minimal 20 orang. Nah ke 2.500 pengusaha baru itu apakah begitu semua, sebab kalau mereka berusaha sendiri tapi tidak mempekerjakan orang lain itu namanya bukan pengusaha tapi pedagang,” tegasnya.

Karena itulah hendaknya Pemko Banjarmasin dapat betul-betul mengkaji lebih jauh klaim keberhasilan mencetak pengusaha baru ini.

Hal tersebut penting sebagai evaluasi apakah pembinaan mencetak pengusaha baru oleh instansi terkait sukses dilakukan atau sebaliknya.

“Jadi setelah dikaji nantinya kan kelihatan apakah benar-benar sukses atau tidak. Kalau tidak kita bisa ganti cara pembinaannya agar lebih efektif dan efesien,” jelasnya.

Dalam membina pengusaha baru sendiri tentunya tidaklah selesai hanya dengan memberikan pelatihan wirausaha kepada mereka. Karena agar pengusaha baru dapat bertahan, eksis dan mampu menyerap tenaga kerja pemberian pelatihan tidaklah cukup.

“Setelah pelatihan itu yang penting, baik dalam hal melakukan pendampingan bahkan kalau perlu sekalian dapat mencarikan tempat strategis bagi mereka untuk berjualan. Karena kalau hanya dilatih dan dilepas tanpa dibina pasti banyak usaha mereka yang cepat gulung tikar,” katanya.

Bahkan akan lebih baik lagi kalau pembinaan yang dilakukan instansi terkait dikolaborasikan dengan pendampingan akademisi dan di sokong oleh lembaga keuangan. Hal ini penting agar persentase pengusaha baru yang dapat mengatasi berbagai risiko usaha hingga dapat bertahan eksis dengan populasi pengusaha resilience bisa semakin besar.

“Kalau banyak yang resilience dan eksis kan tentu akan sangat berpengaruh terhadap perputaran roda ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di sektor informal yang ada di Kota Banjarmasin,” tukasnya.(*)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Harga Tiket Pesawat Jadi Atensi di Kaltara
apahabar.com

Ekbis

Dolar Melemah, Pagi Ini di Kisaran Rp 14.550
apahabar.com

Ekbis

Pasar Wadai di Banjarbaru Tiada, Uang Muka Lenyap?
apahabar.com

Ekbis

Tingkatkan Ekonomi, BI Kalsel Terapkan Holding Pesantren
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Antam Turun Rp 7.000/gram, Ini Penyebabnya
apahabar.com

Ekbis

Melemah, Rupiah Tertekan Perbaikan Ekonomi AS
apahabar.com

Ekbis

Update H-6 Lebaran, Harga Bahan Pokok di Banjarmasin Berangsur Turun
apahabar.com

Ekbis

Investor UK Lirik KEK Maloy Kaltim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com