Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Anak Jalanan Banjarmasin Curhat Sering Diburu Aparat, Denny Indrayana: Mereka Bukan Kriminal!

- Apahabar.com Minggu, 20 September 2020 - 12:15 WIB

Anak Jalanan Banjarmasin Curhat Sering Diburu Aparat, Denny Indrayana: Mereka Bukan Kriminal!

Denny Indrayana bersafari ke markas Yayasan Anak Jalanan Yang Baik (AJYB) di Jalan Soetoyo S, Banjarmasin Tengah. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Bakal calon gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Denny Indrayana bersafari ke markas Yayasan Anak Jalanan Yang Baik (AJYB) di Jalan Soetoyo S, Banjarmasin Tengah.

Di sana, mantan wakil menteri hukum dan HAM era Susilo Bambang Yudhoyono itu mendengarkan keluh kesah belasan anak jalan di Banjarmasin.

Masalah demi masalah belasan anak jalanan pun tertumpah dalam diskusi ringan sore itu.

Dari kucing-kucingan dengan aparat saat mengamen di lampu merah, penyitaan barang-barang, mendapatkan tekanan fisik, hingga dikirim ke rumah singgah bersama orang yang mengalami gangguan jiwa.

“Kami ini bukan pelaku kriminal. Kami hanya ingin mencari nafkah untuk keluarga. Cari kerja susah, apalagi tidak pernah sekolah sehingga tidak memiliki ijazah. Mengapa tidak seperti di Yogyakarta? Pengamen itu diperbolehkan,” kata seorang pengamen dalam diskusi tersebut.

Denny Indrayana mengaku menerima usulan untuk bertemu dengan anak-anak jalanan di Banjarmasin.

Ia langsung menerima karena semua elemen masyarakat itu penting. Tak terkecuali anak jalanan.

Terlebih salah satu titik tekan pasangan Denny – Difri adalah memberikan keberpihakan kepada masyarakat kurang beruntung secara ekonomi.

Komitmen itu tercermin dari visi-misi pasangan Denny – Difri, yakni menyusun anggaran APBD Pro Dhuafa.

“Teman-teman ini masuk ke sana. Karena Pro Dhuafa itu termasuk anak yatim piatu, masyarakat miskin kota dan desa, petani kecil, nelayan, anak jalanan, gelandangan serta pengemis,” jelas Guru Besar Universitas Gadjah Mada ini.

Jika memang ada Peraturan Daerah (Perda) larangan mengamen di lampu merah, maka harus disediakan tempat untuk mereka mencari nafkah.

Dalam artian, mesti ada tempat yang disediakan untuk pengamen bernyanyi dan berkreasi.

“Kalau itu tidak disediakan maka tidak pers. Karena teman-teman ini bukan penjahat. Mereka mencari nafkah secara halal dengan kemampuan yang dimiliki, namun kemampuan untuk itu sekarang dibatasi atas nama ketertiban,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ditinggal Bertani, Rumah di Martapura Ludes Terbakar
apahabar.com

Kalsel

Kafilah MTQ Tingkat Provinsi Bakal Disuguhi Keindahan Pesisir Pulau Laut
Apahabar.com

Kalsel

PT PLN Kalselteng Ungkap Penyebab Tagihan Listrik Tiba-Tiba Naik
apahabar.com

Kalsel

Wujudkan Kenyamanan masyarakat, Bhabinkamtibmas Bersama Babinsa Bagikan Masker pada Warga di HST
apahabar.com

Kalsel

Empat Sahabat Kepergok Nyabu di Sungai Miai, Satu Marketing Media
apahabar.com

Kalsel

Skema Pembangunan Gedung Pemerintah Layanan Publik Terpadu di Tala, Dianggarkan Rp407 M
apahabar.com

Kalsel

Stagnan 153 Kasus, Kusan Hulu Penyumbang Terendah Covid-19 di Tanbu
apahabar.com

Kalsel

Waspada, BMKG Peringatkan 6 Wilayah Kalsel Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com