Jadi Tersangka Suap, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Diduga Terima Miliar Rupiah Ditetapkan KPK Tersangka, Gebernur Sulsel Nurdin Abdullah Bantah Terlibat Suap Kebakaran Pelambuan, Puluhan Rumah Dekat Gudang Karet Ludes Pelambuan Membara, Belasan Rumah Terbakar Dini Hari Terciduk Warga, Begal Sapi Tanah Bumbu Lari Tunggang-langgang di Kotabaru

Arab Saudi Umumkan Persyaratan dan Protokol Umrah

- Apahabar.com Selasa, 29 September 2020 - 18:43 WIB

Arab Saudi Umumkan Persyaratan dan Protokol Umrah

Arab Saudi bersiap membuka ibadah umrah dengan syarat dan protokol kesehatan. Foto-AP/Amr Nabil

apahabar.com, JAKARTA – Arab Saudi bersiap membuka ibadah umrah. Pastinya ada persyaratan dan protokol yang wajib dipatuhi dalam pelaksanaan umrah di tengah pandemi Covid-19.

Pembukaan kembali umrah akan berlangsung dalam tiga tahap. Masing-masing tahap dengan kapasitas jemaah tertentu sesuai dengan standar yang dilakukan saat pelaksanaan ibadah haji yang di helat Agustus lalu.

Kegiatan umrah mulai dibuka kembali pada 17 Safar atau 4 Oktober 2020.

Dilansir apahabar.com dari CNN Indonesia, Menteri Haji dan Umrah, Mohammed Saleh Benten mengungkapkan setiap prosedur pendaftaran dilakukan secara digital. Calon jamaah bisa mengunduh aplikasi yang telah dibuat Kementerian yakni Eatmarna.

Aplikasi itu dibuat untuk menegakkan standar kesehatan di tengah pandemi Covid-19, sehingga memudahkan jamaah.

Calon jemaah umrah diwajibkan terdaftar di aplikasi Tawakkalna milik Kementerian Kesehatan. Aplikasi ini akan memeriksa status kesehatan pengguna dan kelayakan untuk melakukan ritual umrah.

Dalam wawancara dengan program Al-Rased TV, Saleh mengatakan tahap pertama pembukaan umrah akan memungkinkan 6.000 jemaah setiap harinya. Mereka nanti akan dibagi dalam 12 kelompok setiap 24 jam.

Selama menjalankan ibadah, para jamaah wajib menjaga jarak, dan hal yang sama juga diterapkan kepada jemaah haji. Saleh menjelaskan ada patokan usia yang boleh melangsungkan ibadah.

“Kami juga menetapkan kelompok usia 18-65 tahun. Bagi yang tidak mampu berjalan akan disediakan kursi roda agar bisa melakukan tawaf dan sa’i, namun gerakan tawaf mereka akan konstan,” ujarnya seperti dikutip dari Arab News, Selasa (29/9).

Saleh bilang para jemaah akan memiliki jangka waktu tertentu untuk melakukan ritual, namun tidak dijelaskan secara rinci.

Bagi Jamaah haji yang datang dari luar Makkah, wajib memesan hotel dan tempat tinggal di sana. Mereka akan diminta untuk bertemu di sebuah titik kumpul 15 menit sebelum jadwal keberangkatan ke Masjidil Haram.
Di sana ada pemandu dan tenaga kesehatan yang akan memberi panduan kepada jamaah untuk melakukan ritual umrah.

Anak-anak diperbolehkan menemani orang tua mereka asalkan ditambahkan ke aplikasi Tawakkalna di bawah tanggungan pengguna.

Mobil tidak akan diizinkan parkir di di sekitar Masjidil Haram, namun tetap boleh bagi yang tinggal di sana.

Jamaah yang datang dari luar negeri akan diberi izin masuk ke wilayah Saudi. Kementerian Kesehatan yang akan menentukan warga negara mana saja yang memperoleh izin.

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Lawan China, Biden: AS dan Sekutu Perlu Tetapkan Aturan Perdagangan
apahabar.com

Internasional

Jokowi Bahas Isu Pencaplokan Tanah Palestina dengan Abbas
apahabar.com

Internasional

Menlu AS Pompeo Yakinkan Masyarakat Indonesia Dapat Lalui Pandemi Covid-19 Bersama-sama
apahabar.com

Internasional

Presiden Kosovo Mundur dari Kursi Kepresidenan

Internasional

Waspada! WHO Ingatkan Potensi Infeksi Ulang Covid-19
apahabar.com

Internasional

Jacob Blake yang Ditembak 7 Kali oleh Polisi di Kenosha AS, Sampaikan Pesan Memilukan dari RS
apahabar.com

Internasional

Tambah 45.674, Covid-19 di India Capai 8,5 Juta Kasus
apahabar.com

Internasional

Pipa Gas di Irak Meledak, 2 Tewas dan 51 Lainnya Terluka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com