BMKG: Kalsel Berpotensi Hujan Berpetir Teror Perampasan Motor di Banjarmasin, Pelaku Ternyata Oknum Polisi! Sentuh Ratusan Juta, Perputaran Uang di Festival Pasar Terapung 2022 Norman Marciano Apresiasi Priska Medelyn Usai Juara Tunggal dan Ganda W15K Monastir Di Tengah Situasi Krisis Global, FAO dan IRRI Puji Ketangguhan Sektor Pertanian Indonesia
agustus

Arab Saudi Umumkan Persyaratan dan Protokol Umrah

- Apahabar.com     Selasa, 29 September 2020 - 18:43 WITA

Arab Saudi Umumkan Persyaratan dan Protokol Umrah

Arab Saudi bersiap membuka ibadah umrah dengan syarat dan protokol kesehatan yang dinilai tak masuk akal. Foto-AP/Amr Nabil

apahabar.com, JAKARTA – Arab Saudi bersiap membuka ibadah umrah. Pastinya ada persyaratan dan protokol yang wajib dipatuhi dalam pelaksanaan umrah di tengah pandemi Covid-19.

Pembukaan kembali umrah akan berlangsung dalam tiga tahap. Masing-masing tahap dengan kapasitas jemaah tertentu sesuai dengan standar yang dilakukan saat pelaksanaan ibadah haji yang di helat Agustus lalu.

Kegiatan umrah mulai dibuka kembali pada 17 Safar atau 4 Oktober 2020.

Dilansir apahabar.com dari CNN Indonesia, Menteri Haji dan Umrah, Mohammed Saleh Benten mengungkapkan setiap prosedur pendaftaran dilakukan secara digital. Calon jamaah bisa mengunduh aplikasi yang telah dibuat Kementerian yakni Eatmarna.

Aplikasi itu dibuat untuk menegakkan standar kesehatan di tengah pandemi Covid-19, sehingga memudahkan jamaah.

Calon jemaah umrah diwajibkan terdaftar di aplikasi Tawakkalna milik Kementerian Kesehatan. Aplikasi ini akan memeriksa status kesehatan pengguna dan kelayakan untuk melakukan ritual umrah.

Dalam wawancara dengan program Al-Rased TV, Saleh mengatakan tahap pertama pembukaan umrah akan memungkinkan 6.000 jemaah setiap harinya. Mereka nanti akan dibagi dalam 12 kelompok setiap 24 jam.

Selama menjalankan ibadah, para jamaah wajib menjaga jarak, dan hal yang sama juga diterapkan kepada jemaah haji. Saleh menjelaskan ada patokan usia yang boleh melangsungkan ibadah.

“Kami juga menetapkan kelompok usia 18-65 tahun. Bagi yang tidak mampu berjalan akan disediakan kursi roda agar bisa melakukan tawaf dan sa’i, namun gerakan tawaf mereka akan konstan,” ujarnya seperti dikutip dari Arab News, Selasa (29/9).

Saleh bilang para jemaah akan memiliki jangka waktu tertentu untuk melakukan ritual, namun tidak dijelaskan secara rinci.

Bagi Jamaah haji yang datang dari luar Makkah, wajib memesan hotel dan tempat tinggal di sana. Mereka akan diminta untuk bertemu di sebuah titik kumpul 15 menit sebelum jadwal keberangkatan ke Masjidil Haram.
Di sana ada pemandu dan tenaga kesehatan yang akan memberi panduan kepada jamaah untuk melakukan ritual umrah.

Anak-anak diperbolehkan menemani orang tua mereka asalkan ditambahkan ke aplikasi Tawakkalna di bawah tanggungan pengguna.

Mobil tidak akan diizinkan parkir di di sekitar Masjidil Haram, namun tetap boleh bagi yang tinggal di sana.

Jamaah yang datang dari luar negeri akan diberi izin masuk ke wilayah Saudi. Kementerian Kesehatan yang akan menentukan warga negara mana saja yang memperoleh izin.

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pemuda Banjarbaru Tewas di Tempat

Tak Berkategori

Diduga Korban Tabrak Lari, Pemuda Banjarbaru Tewas di Tempat

Tak Berkategori

Awas! Penipuan Mengatasnamakan bank bjb

Tak Berkategori

Ngamuk di Pesantren, Pria yang Bertingkah Gila Diamankan Polisi
John Lee CS

Tak Berkategori

8 Bulan Jadi Buronan John Lee CS, Pria Asal HST Akhirnya Tertangkap di Pandawan
apahabar.com

Tak Berkategori

Ratusan Warga HSS Terima Kartu Prakerja
apahabar.com

Tak Berkategori

Masjid Istiqlal Siarkan Langsung Tausiyah Selama Ramadan 2020
apahabar.com

Tak Berkategori

Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Rantau Melambung
Operasi Antik Mahakam

Tak Berkategori

Dua Pekan Operasi Antik Mahakam, 22 Orang Diringkus Polisi karena Sabu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com