Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Batola Target Zona Hijau, Protokol Kesehatan Lingkungan Industri Diawasi

- Apahabar.com Selasa, 29 September 2020 - 17:10 WIB

Batola Target Zona Hijau, Protokol Kesehatan Lingkungan Industri Diawasi

Proses pengantaran 11 karyawan PT TDK yang dikonfirmasi positif Covid-19 ke karantina khusus di Asrama Haji Banjarbaru. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Sudah menjadi zona oranye dalam penyebaran Covid-19, Barito Kuala memperketat penerapan protokol kesehatan di lingkungan industri.

Di tengah penurunan kasus penyebaran Covid-19, Batola dikejutkan konfirmasi positif dari 11 karyawan perusahaan perkebunan PT TDK di Kecamatan Tamban.

Ini bukan kasus konfirmasi pertama yang terjadi di lingkungan perusahaan. Sebelumnya sepanjang Juli 2020, tercatat 4 kasus konfirmasi positif. Ironisnya 3 di antaranya berdomisili di Tamban.

11 pasien tersebut sudah diantar ke karantina khusus di Asrama Haji Banjarbaru, Sabtu (26/9), setelah selama seminggu menjalani isolasi mandiri di lingkungan perusahaan.

“Terimakasih kepada Kapolres dan Dandim 1005 Marabahan yang turun langsung menangani pengantaran 11 pasien dari Tamban ke karantina khusus,” ungkap Bupati Batola Hj Noormiliyani AS, Selasa (29/9).

“Saya termasuk orang yang tidak berharap banyak dengan keamanan isolasi mandiri. Dikhawatirkan muncul klaster-klaster baru, karena pasien terlepas dari pantauan,” sambungnya.

Penanganan penyebaran Covid-19 di lingkungan industri sendiri sudah ditekankan sejak awal, terutama pasca penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Semuanya masih dapat dikendalikan, sampai kemudian muncul beberapa kasus konfirmasi positif di Tamban,” beber Noormiliyani.

Demi mencegah penyebaran Covid-19 menjadi klaster industri, perusahaan-perusahaan yang mengabaikan protokol kesehatan langsung diperingatkan.

Tak tertutup kemungkinan dijatuhkan sanksi, kendati Batola sendiri belum memiliki ketetapan terkait pelanggaran protokol kesehatan di lingkungan industri.

“Sebelum menjatuhkan sanksi, tentu diberi peringatan-peringatan dulu. Intinya semua pihak harus sama-sama menjaga kondisi Batola yang secara nasional sudah masuk zona oranye,” tegas Noormiliyani.

“Semoga dalam waktu dekat Batola berubah menjadi zona hijau kembali, supaya anak-anak bisa kembali bersekolah,” imbuhnya.

Sementara kasus konfirmasi di lingkungan PT TDK masih terus ditindaklanjuti. Dalam dua hari terakhir, dilakukan dua kali swab terhadap hasil tracking.

“Sebenarnya kerjasama perusahaan dengan Dinas Kesehatan sudah cukup bagus, karena bersedia dilakukan swab,” sahut dr Azizah Sri Widari, Kepala Dinkes Batola.

“Khusus pengawasan protokol kesehatan, dipercayakan kepada gugus tugas kecamatan. Kami juga dibantu TNI dan Polri,” tandasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Menderita Tumor Bawaan

Batola

Menderita Tumor Bawaan, Kondisi Balita di Belawang Batola Ini Semakin Memprihatinkan
Batola

Batola

Waspada, Debit Air di Jejangkit Batola Mulai Meningkat
kelotok

Batola

Satu Korban Kelotok Tenggelam di Kuripan Batola Ditemukan Meninggal

Batola

Tetap Waspada, Covid-19 di Barito Kuala Berpotensi Naik Lagi

Batola

Dua Hari Tertahan, Sopir Truk Setia Tunggu Perbaikan Jalan Gampa Asahi Batola

Batola

Digoyang Truk Tonase Besar, Sejumlah Rumah di Gampa Asahi Batola Rusak
Banjir

Batola

Direndam Banjir, Ribuan Hektar Padi Unggul di Batola Mengalami Puso
GOR

Batola

GOR Setara di Batola Sudah Rampung, Begini Penampilannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com