Bank Data Pilkada Kalsel 2020: 1 Pilgub, 2 Pilwali, 5 Pilbup, Peta Kekuatan 24 Paslon Misteri KDRT Berdarah di Kintap Tala, Polisi Selisik Jejak Suami Pandemi Covid-19, Air-Listrik Balai Karantina Banjarmasin Malah Nunggak! Akun Ilegal Paslon di Banjarmasin, Bawaslu Gandeng Kepolisian Dikira Diare, Wakil Gubernur Kalbar Ternyata Positif Covid-19

BEM se-Kalsel Duduki Kantor DPRD, Soroti Pengelolaan Sampah dan Pemukiman Kumuh

- Apahabar.com Senin, 14 September 2020 - 12:53 WIB

BEM se-Kalsel Duduki Kantor DPRD, Soroti Pengelolaan Sampah dan Pemukiman Kumuh

Aliansi Bem se-Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan audiensi damai di ruang Komisi III DPRD Kalsel. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Aliansi BEM se-Kalimantan Selatan (Kalsel) soroti pengelolaan sampah dan pemukiman kumuh di sejumlah kota di Kalimantan Selatan. Hal itu disampaikan saat audiensi dengan empat komisi DPRD Kalsel, Senin (14/9) siang

“Banjarmasin sekarang sudah jadi kota seribu sampah bukan lagi seribu sungai,” kata Koodinator Daerah (Korda) satu Aliansi BEM Kalsel, Muhammad Alfiani saat audiensi damai di ruang Komisi III DPRD Kalsel.

Dia menilai, pemerintah lalai dalam menata perumahan dan pengelolaan sampah. Sampah menumpuk, sehingga membuat daerah tersebut terlihat kumuh.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah itu mengatakan, salah satu daerah yang kini terlihat padat penduduk dan masih minim penataan ada di daerah Kelayan, Banjarmasin.

Dia minta Pemerintah Kota Banjarmasin lebih peka dalam melihat penataan rumah penduduk.

Baca juga :  Silaturahmi dengan Awak Media, Danrem 101/Antasari Siap Amankan Pilkada

Selain menyampaikan aspirasi soal pemukiman kumuh, mahasiswa juga menyampaikan soal aspirasi terkait infrastruktur daerah yang dinilai masih belum layak. Itu dirasa penting karena menunjang pembangunan daerah dan mobilitas masyarakat.

“Kabupaten Kotabaru masih ada jalan yang rusak dan belum beraspal. Pas musim hujan, sulit dilewati dan punya potensi longsor,” ujar Perwakilan Korda dua Aliansi BEM se-Kalsel, Muhammad Ashari.

Dari hasil pantauan lapangan, mahasiswa melaporkan akses jalan yang masuk wilayah Desa Gunung Sari, Pulau Laut Utara terdapat satu jembatan kayu yung roboh, namun hingga kini belum diperbaiki oleh pemerintah.

Sementara Koordinator Wilayah BEM se-Kalsel, Ahdiat Zaerullah mengatakan laporan-laporan tersebut adalah hasil dari rapat Koordinasi para pengurus di daerah terkait permasalahan yang kini di alami masyarakat.

Baca juga :  Fakta Baru Lelaki Pelambuan yang Diduga Tenggelam di Sungai Barito

“Isu yang kami angkat secara rinci ada tiga. Lingkungan, pendidikan, dan politik,” kata Ahdiat.

Audiensi yang berlangsung dua jam lebih itu dipimpin langsung oleh ketua DPRD Kalsel H Supian HK dan sejumlah Ketua Komisi.

“Kami apresiasi kedatangan mereka, sangat positif sekali dan sangat membantu,” kata Ketua DPRD Kalsel.

DPRD yang juga berfungsi sebagai pengawasan sangat terbantu dengan aspirasi para mahasiswa. Pihaknya akan berupaya menindak lanjuti usulan-usulan tersebut.

Di akhir pertemuan, Ketua DPRD Kalsel bersama mahasiswa menandatangani sejumlah nota kesepahaman supaya segala keluhan itu segera ditindaklanjuti.

Editor: Muhammad Bulkini

Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Corona Ganggu Penghasilan, TNI di Pulau Laut Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Pemkot Banjarmasin Bisa Tiru Duta Mall Lakukan Protokol Covid-19 di Pasar
apahabar.com

Kalsel

Menuju Grand Final, Atak Diang Batola Dikarantina
apahabar.com

Kalsel

Dewan Pengawas PDAM Bandarmasih Mempersilakan Kebocoran Pipa Diaudit
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Gangguan di Akhir Pekan, Polresta Banjarmasin Gelar Patroli Cipkon
apahabar.com

Kalsel

Banjir Berangsur Surut, Warga Satui Tanbu Mulai Kembali ke Rumah
Antisipasi Eskalasi Akibat Covid-19, Begini Rencana Polres Batola

Kalsel

Antisipasi Eskalasi Akibat Covid-19, Begini Rencana Polres Batola
apahabar.com

Kalsel

Tuntutan Massa Demo DPRD Kalsel: RKUHP hingga RUU KPK
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com