3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Berkas Dilimpahkan ke JPU Kejari Jakpus, Jaksa Pinangki Segera Jalani Persidangan

- Apahabar.com Rabu, 16 September 2020 - 00:21 WIB

Berkas Dilimpahkan ke JPU Kejari Jakpus, Jaksa Pinangki Segera Jalani Persidangan

Jaksa Pinangki Sirna Malasari segera menjalani persidangan. Foto-detikcom

apahabar.com, JAKARTA – Jaksa Pinangki akan segera menjalani proses persidangan. Itu setelah Kejaksaan Agung melimpahkan tahap II berkas barang bukti dan tersangka ke JPU Kejari Jakarta Pusat (Kejari Jakpus).

“Ya betul, tahap II di Kejari Jakarta Pusat sore tadi sampai sekarang proses,” kata Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono saat dihubungi, Selasa (15/9/2020).

Dengan dilimpahkan tahap II tersangka dan barang bukti, kini kewenangan penahanan akan beralih ke pihak penuntut umum Kejari

Jakpus. Sebelumnya, Pinangki ditahan di rutan Kejagung. Hari mengatakan, setelah dilimpahkan, nantinya penahanan akan diserahkan Kejari Jakpus untuk menentukan tempat tahanan Pinangki.

“Kewenangan sudah beralih ke JPU yang dalam hal ini Kejari Jakpus oleh mereka mau ditahan di Pondok Bambu atau di Jaksel atau di Kejagung itu kewenangan mereka,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hari menyebut Pinangki menjalani proses administrasi pelimpahan tahap II di Kejari Jakpus. Setelah dilimpahkan oleh penyidik ke JPU Kejari Jakpus, nantinya tim JPU akan menyusun dakwaan dan segera melimpahkannya ke Pengadilan Tipikor untuk segera disidangkan.

Adapun berkas yang dilimpahkan adalah berkas terkait TPPU dan gratifikasi yang diterima Pinangki terkait pengurusan fatwa dan permufakatan jahat.

Diketahui, Kejaksaan Agung menetapkan jaksa Pinangki sebagai tersangka terkait dugaan gratifikasi atau suap dari Djoko Tjandra.

Pinangki diduga menerima suap USD 500 ribu atau sekitar Rp 7 miliar terkait pengurusan fatwa di MA agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi.

Selain itu, Kejagung menjerat jaksa Pinangki Sirna Malasari, Djoko Tjandra, dan Andi Irfan Jaya dengan pasal pemufakatan jahat. Andi diduga sebagai perantara dalam kasus suap terkait pengurusan fatwa MA.

Pinangki dijerat dengan Pasal 5 ayat 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Selain itu, kejaksaan menyebut Pinangki dijerat dengan pasal pencucian uang seperti dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun Nomor 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Terbaru, Pinangki dijerat pula dengan Pasal 15 UU Tipikor yang temaktub mengenai pemufakatan jahat. Pasal ini juga dikenakan kepada 2 tersangka lainnya, yaitu Djoko Tjandra dan Andi Irfan. (Dtk)

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Jadi Ibu Kota, Kementerian Tambah Kouta Jargas Penajam
apahabar.com

Nasional

Hari Ini, Jamaah An Nadzir Salat Idul Fitri
apahabar.com

Nasional

KPAI Dorong Pelaksanaan Mudik yang Ramah Anak
apahabar.com

Nasional

Banyak Masyarakat Indonesia Tak Daftar BPJS Kesehatan, Alasannya Agama
apahabar.com

Nasional

Pengamat: Jokowi Hati-hati dengan Pelonggaran PSBB
apahabar.com

Nasional

1.524.104 Siswa SMK Ikuti Ujian Nasional Hari Pertama
apahabar.com

Nasional

Bertemu di Istana Bogor, Jokowi dan Pimpinan MPR Bicarakan RUU HIP
apahabar.com

Nasional

Gubernur Kaltim Dinilai Gagal Paham, Sebut Bukit Soeharto Bukan Hutan Lindung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com