LSM Laporkan Denny Indrayana ke Bawaslu, Terindikasi Kampanye Jelang PSU Si Jago Merah Ngamuk di Cempaka 7 Banjarmasin, Jemaah Salat Tarawih Berhamburan Tensi Politik Memanas, Bawaslu RI Turun Gunung ke Kalimantan Selatan Buntut Video Guru Wildan, Bawaslu Klarifikasi PWNU Kalsel Resmi! PPKM Mikro di Banjarbaru Kembali Diperpanjang hingga 19 April

Bidan Desa di Tabalong Budidaya Kurma Thailand Jenis H1 dan Barhee

- Apahabar.com Selasa, 22 September 2020 - 11:26 WIB

Bidan Desa di Tabalong Budidaya Kurma Thailand Jenis H1 dan Barhee

Bidan desa di Tabalong, Rina Marina saat menyiram bibit kurma hasil semaiannya. Inzert Pohon Kurma yang sudah berbuah. Foto-Istimewa.

apahabar.com, TANJUNG – Seorang bidan desa di Kabupaten Tabalong membudidayakan Kurma Thailand jenis H1 dan Barhee di pekarangan rumahnya, Desa Paliat RT 3, Kecamatan Kelua.

Berbekal pengetahuan dari televisi dan youtube, bidan desa di Tabalong, Rina Marina memberanikan diri untuk membudidayakan kurma yang bisa tumbuh diiklim tropis seperti Indonesia.

Rina pun membeli ratusan biji Kurma Thailand jenis H1 dan Barhee secara daring di Jawa Barat. Satu bijinya seharga Rp 10.000.

Kepada apahabar.com, bidan desa Tabalong Rina, mengatakan, awal mula membudidayakan kurma tersebut melihat dari televisi, dan ternyata di Indonesia bisa tumbuh subur.

“Saat itu saya melihat di televisi ada warga Aceh membudidayakan tanaman kurma Thailand jenis H1 dan Barhee, ternyata bisa tumbuh subur dan berbuah. Sehingga timbul keinginan untuk membudidayakannya dipekarangan rumah, ” kata bidan desa Tabalong Rina kepada apahabar.com, Selasa (22/9).

Setelah itu, Rina pun mencari informasi di youtube dan ada yang menjual bijinya di Jawa Barat. “Kemudian saya membeli ratusan biji kurma untuk dibibitkan,” ungkap Rina.

Berdasarkan pengetahuan di youtube cara merendam biji kurma hingga menjadi kecambah sampai proses pemidahan di polybag.

Untuk menjadikan kecambah biji terlebih dahulu direndam selama 1 minggu ditempat lembab dan tertutup.

“Setelah menjadi kecambah, baru dipindah ke polybag. Di polybag ini usianya 8 bulan, baru dipindah ke pot besar atau lahan,” beber Rina.

Setelah itu, 3 hingga 5 tahun pohon kurma ini akan berbuah, tapi tergantung perawatan dan juga nutrisinya.

Kata Rina lagi, tidak semua biji yang direndamnya bisa menjadi kecambah. Persentasinya sekitar 85 persen,dari 700 biji tumbuh 500 bibit kurma.

“Saat ini 500 bibit kurma yang saya semai sudah subur di polybag, usianya sudah mencapai 4 bulanan,” tandas bidan desa Tabalong, Rina.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: AHC 26 - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

HGB Sudirapi Berakhir 2021, PAD Banjarmasin Bakal Meningkat

Kalsel

Dijemput Lelaki Tak Dikenal, Anak Gadis di Tala Hilang 5 Hari
apahabar.com

Kalsel

BMKG Prakirakan Hujan di Kalsel Siang Ini, 6 Wilayah Diwaspadai Berpetir
apahabar.com

Kalsel

Kondisi Kesehatan Petugas Posko Karhutla Landasan Ulin Turut Dipantau
apahabar.com

Kalsel

UP2K PKK Kenanga Birayang Raih Juara Harapan 1 Nasional
Sabu

Kalsel

Bawa Sabu, Warga Jelapat Batola Ditangkap di Muara Asam-Asam
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini Kalsel Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat
apahabar.com

Kalsel

HUT ke-74 Bhayangkara, Kapolri Sumbang 4 Ton Beras ke HST
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com