91 Persen Pasien Covid-19 di Kalsel Sembuh Jadwal Liga Inggris Sheffield United vs Man City Malam Ini, Live Streaming Mola TV, Guardiola Tanpa Aguero! Video Viral Pria Bawa Jenazah Ibunya Pakai Motor di Atas Bronjong, Sang Perekam pun Ketakutan! Video Detik-detik Mobil Tabrak Gerbang Masjidil Haram Mekkah dengan Kecepatan Tinggi Video Viral Rombongan Klub Harley Keroyok 2 Anggota TNI, Polisi Melerai Dicuekin, Ini Gara-garanya

Bidan Desa di Tabalong Budidaya Kurma Thailand Jenis H1 dan Barhee

- Apahabar.com Selasa, 22 September 2020 - 11:26 WIB

Bidan Desa di Tabalong Budidaya Kurma Thailand Jenis H1 dan Barhee

Bidan desa di Tabalong, Rina Marina saat menyiram bibit kurma hasil semaiannya. Inzert Pohon Kurma yang sudah berbuah. Foto-Istimewa.

apahabar.com, TANJUNG – Seorang bidan desa di Kabupaten Tabalong membudidayakan Kurma Thailand jenis H1 dan Barhee di pekarangan rumahnya, Desa Paliat RT 3, Kecamatan Kelua.

Berbekal pengetahuan dari televisi dan youtube, bidan desa di Tabalong, Rina Marina memberanikan diri untuk membudidayakan kurma yang bisa tumbuh diiklim tropis seperti Indonesia.

Rina pun membeli ratusan biji Kurma Thailand jenis H1 dan Barhee secara daring di Jawa Barat. Satu bijinya seharga Rp 10.000.

Kepada apahabar.com, bidan desa Tabalong Rina, mengatakan, awal mula membudidayakan kurma tersebut melihat dari televisi, dan ternyata di Indonesia bisa tumbuh subur.

“Saat itu saya melihat di televisi ada warga Aceh membudidayakan tanaman kurma Thailand jenis H1 dan Barhee, ternyata bisa tumbuh subur dan berbuah. Sehingga timbul keinginan untuk membudidayakannya dipekarangan rumah, ” kata bidan desa Tabalong Rina kepada apahabar.com, Selasa (22/9).

Setelah itu, Rina pun mencari informasi di youtube dan ada yang menjual bijinya di Jawa Barat. “Kemudian saya membeli ratusan biji kurma untuk dibibitkan,” ungkap Rina.

Berdasarkan pengetahuan di youtube cara merendam biji kurma hingga menjadi kecambah sampai proses pemidahan di polybag.

Untuk menjadikan kecambah biji terlebih dahulu direndam selama 1 minggu ditempat lembab dan tertutup.

“Setelah menjadi kecambah, baru dipindah ke polybag. Di polybag ini usianya 8 bulan, baru dipindah ke pot besar atau lahan,” beber Rina.

Setelah itu, 3 hingga 5 tahun pohon kurma ini akan berbuah, tapi tergantung perawatan dan juga nutrisinya.

Kata Rina lagi, tidak semua biji yang direndamnya bisa menjadi kecambah. Persentasinya sekitar 85 persen,dari 700 biji tumbuh 500 bibit kurma.

“Saat ini 500 bibit kurma yang saya semai sudah subur di polybag, usianya sudah mencapai 4 bulanan,” tandas bidan desa Tabalong, Rina.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

AHC 26 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tabrakan Motor Vs Truck di Martapura, Satu Orang Tewas di Tempat
apahabar.com

Kalsel

Kunjungi KTB di Balangan, Kapolda Kalsel Ungkap 5 strategi Tangani Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Belasan Murid SMP Sekolah Alam Balikpapan Curi Ilmu di KPH Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Momen Lebaran, Lapas Kelas II A Banjarmasin Beri Kelonggaran Waktu Kunjungan
apahabar.com

Kalsel

Siap-Siap, Polda Kalsel Gratiskan SIM Saat Hari Bhayangkara
apahabar.com

Kalsel

Sambut Pelantikan Presiden, Bikers Tala Deklarasi Damai
apahabar.com

Kalsel

Bawaslu Tapin Mulai Telisik Dugaan Money Politics Oknum KPPS
apahabar.com

Kalsel

Kubur 6 Pekerja, Tambang di Sungai Durian Diduga Ilegal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com