Detik-Detik Longsor Maut di Desa Batu Bini HSS Timbun 4 Pencari Batu Satresnarkoba Polresta Banjarmasin Tangkap Kakak Beradik Pemilik 2,1 Kg Sabu-Sabu Selama Idulfitri, PDAM Bandarmasih Pastikan Pasokan Aman Dewan Minta Pemkot Banjarbaru Lebih Peka Permasalahan Warganya, Simak Penjelasan Wali Kota Motif Pembunuhan Dipocong di Tabat HST Terungkap, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

BLT Pekerja Cair Lagi, Diperpanjang Hingga 2021

- Apahabar.com Sabtu, 12 September 2020 - 10:49 WIB

BLT Pekerja Cair Lagi, Diperpanjang Hingga 2021

Uang Rupiah. Foto-Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Bantuan Langsung Tunai atau BLT sebesar Rp600 ribu per bulan untuk para pekerja dengan gaji di bawa Rp5 juta cair lagi. Bahkan program ini akan berlanjut hingga 2021.

Hingga saat ini pemerintah telah mentransfer kepada 5,25 juta rekening pekerja. Adapun pada gelombang pertama ditransfer sebanyak 2,5 juta rekening dan tahapan kedua ada 3 juta rekening.

Sebagaimana diketahui, pemerintah memberikan bantuan Rp2,4 juta kepada para pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta. Bantuan tersebut akan dicairkan setiap dua bulan sekali dalam jangka waktu 4 bulan.

Berikut adalah fakta terkini mengenai pencairan BLT pekerja.

1. Ada 3,5 Juta Pekerja yang Dapat BLT di Tahap III

Sebanyak 3,5 juta data penerima bantuan subsidi upah (BSU) Rp1,2 juta untuk pegawai dengan gaji di bawah Rp5 juta sudah resmi diserahkan oleh BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) pada hari ini.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (BJSTK) Agus Susanto mengatakan bahwa 3,5 juta rekening ini sudah melalui proses validasi data dan siap untuk menerima transfer BSU.

2. BPJS Kantongi 14,5 Juta Rekening

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengatakan bahwa data terakhir jumlah rekening bank yang masuk ke pihaknya sebanyak 14, 5 juta nomor rekening. Dari data tersebut secara otomatis sistem melakukan validasi dengan sistem di perbankan.

“Validasi itu meliputi kecocokan nomor rekening, nama yang ada BP Jamsostek dengan yang tercatat di bank,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2020).

3. Diperpanjang hingga 2021

Pemerintah akan melanjutkan kembali program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun depan. Salah satu program yang akan ada lagi pada 2021 adalah program subsidi gaji.

“Bantuan untuk subsidi gaji. Itu juga akan dilanjutkan di kuartal pertama tahun depan (2021),” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, Senin (7/9/2020).

4. Butuh Waktu 4 hari

Menaker Ida Fauziyah mengatakan, proses BSU ini akan memakan waktu maksimal 4 hari untuk checklist terlebih dahulu dari tanggal diterima, baru setelahnya diserahkan dan diproses oleh KPPN dan ditransfer oleh bank penyalur.

5. Kerek Perekonomian

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira menyebut sektor pekerja informal di Indonesia yang tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan itu jumlahnya masih lebih banyak ketimbang yang tercatat. Sehingga, bantuan itu dapat dipastikan tak menyasar ke seluruh lapisan pekerja.

Menurutnya, bila pemberian stimulus itu salah sasaran, maka uang yang ditransfer ke penerima BLT pun tak akan digunakan untuk berbelanja. Mereka akan memilih uang itu untuk disimpan di bank karena melihat kondisi perekonomian yang masih belum stabil. (Okz)

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mendikbud Tegaskan Selain di Zona Hijau, Sekolah Dilarang Tatap Muka
apahabar.com

Nasional

Truk Pengangkut Kimia Meledak 23 Orang Tewas
vaksin covid-19

Nasional

Banyak Nakes Gagal Divaksin karena Darah Tinggi, Menkes: Kurang Olahraga
apahabar.com

Nasional

Kecewa Tak Dapat Proyek, Jendela Kantor Distanak Pecah Dilempar Batu

Nasional

Cuaca Kalsel Hari Ini: Waspada Hujan Petir dan Angin Kencang
apahabar.com

Nasional

Pencarian Dua Korban Tenggelam di Sungai Tapin Dihentikan
apahabar.com

Nasional

222,5 Juta Lebih Penduduk Indonesia Dilindungi JKN-KIS
apahabar.com

Nasional

Ibu Kota Pindah, Sastrawan: Kalimantan Jangan Seperti Amerika
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com