Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Bond, Idola Misterius Warganet Kandangan Kalsel Suguhkan Cerpen Merakyat

- Apahabar.com Rabu, 9 September 2020 - 08:54 WIB

Bond, Idola Misterius Warganet Kandangan Kalsel Suguhkan Cerpen Merakyat

Ilustrasi. Foto-WinnetNews.com

Akun Facebook “Bond” sedang populer di Kota Kandangan. Meski sosoknya misterius, cerita pendek (Cerpen) karangannya mampu menghibur ribuan pembaca.

Ahc27, KANDANGAN

KARYA Cerpen yang dibagikan akun “Bond” melalui grup Facebook “Habar Berita Kandangan (HBK)”, bisa jadi menjadi pelepas kerinduan masyarakat akan bacaan-bacaan yang merakyat.

Meski tulisannya kadang bikin pembaca kehabisan napas dengan jarak tanda koma dan titik yang terlalu jauh, serta minim tanda baca, tetapi warganet Banua tak memperdulikannya.

Cerita yang ia tulis menggunakan gaya bahasa lisan yang benar-benar diucapkan sehari-hari Masyarakat Hulu Sungai. Nama tokoh, tempat, dialek, logat, dan suasana pun memakai latar tempat di Hulu Sungai. Selain itu, ceritanya pun benar-benar seperti layaknya suasana masyarakat saat ini.

Tak hanya di media sosial, nama-nama tokoh dalam ceritanya pun sedang hangat diperbincangkan di warung-warung kopi. Semisal ada wanita berparas cantik, kadang diibaratkan sebagai tokoh Marlina, seorang warga HSS di dunia nyata.

Tak sedikit yang membayangkan, sosok dibalik “Bond” itu adalah seorang tokoh sastrawan, hingga orang berpendidikan tinggi. Namun, sampai hari ini orang dibalik akun Facebook bernama Bond itu belum mau mengungkapkan identitasnya ke publik.

Karena penasaran, apahabar.com mencoba menemuinya di sebuah kafe di Kota Kandangan, dibantu seorang admin grup Facebook “Habar Berita Kandangan (HBK)”.

Kepada apahabar.com, Bond mengaku pada awalnya dia menulis cerita karena iseng. Bond tak menyangka ceritanya mendapat respons luar biasa dari warganet.

“Saya hanya belajar menulis secara otodidak, sekadar hobi saja mengarang cerita. Tidak ada pendidikan khusus,” ucap Bond yang sehari-hari bekerja, sebagai marbut salah satu masjid di Kecamatan Sungai Raya itu.

Profesinya itu berkaitan dengan nama Facebooknya. Berawal dari pelesetan nama James Bond, diakronimkan ‘jaga masjid dan berkebun’. Sebab, ia juga sempat menjalani profesi sebagai pekebun tanaman cabai.

Ia memang mengakui tulisannya masih kacau, tetapi ia berusaha. Yang terpenting bisa dimengerti masyarakat.

“Kadang, gaya bahasa yang terlalu tinggi malah tidak disenangi masyarakat biasa. Orang kita lebih suka banyak yang lucunya,” ujarnya.

Bond mengaku pernah mengikuti event komunitas pecinta literasi tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Bahkan dia pernah menjadi juara 2 mengarang cerpen berbahasa daerah yang digelar Gramedia.

“Cerpen yang saya karang waktu itu berlatar pro kontra pemberontakan Ibnu Hadjar,” sebut pria yang mengaku hobi membaca novel klasik.

Saat ini, Bond sudah menamatkan 2 judul tulisan yang dibagikan di grup Facebook dan sedang jalan judul ketiga.

Sebagian besar jalan cerita yang ia buat, berdasarkan pengalaman pribadi. Ada juga yang berasal dikumpulkan dari pengalaman teman-temannya.

“Seperti saat ada narasi perkelahian di warung, itu sebenarnya memang pernah saya alami,” ungkap pria berusia 30 tahun itu.

Dia biasa menulis pada pukul 9 malam, hingga pukul 3 subuh tiap satu part. Dia menulis menggunakan ponsel jadul merk Samsung V dengan kondisi tanpa tutup baterai dan pakai karet gelang. Ia mengaku kesulitan mengetik tanda baca dan spasi pada ponselnya.

Ia bersyukur salah seorang pembaca setianya, warga Banua yang tinggal di negara Kuwait memberi bantuan untuk membeli ponsel baru.

“Ada anggota grup bertanya di inbox saya, terkait alasan lanjutan cerita belum diposting. Saya jelaskan dan dikirimi uang 2 juta rupiah,” jelasnya.

Ia juga kembali menerima satu buah ponsel pintar, dari penggemar lainnya. Bahkan sudah banyak orang yang mengirimkan makanan, seperti kue ke rumahnya.

Tawaran endorse pun bermunculan. Tetapi, ia mengaku kesulitan memasukkan iklan dalam cerita.

“Takutnya jika disisipi iklan, jalan cerita bisa kurang enak dan mengganggu pembaca,” ujarnya.

Bahkan ada YouTuber yang ingin memvisualkan ceritanya. Ia masih keberatan akan hal itu, sebab ia khawatir dengan dibuat film pendek akan mematahkan imajinasi orang.

“Belum saatnya divisualkan, pembaca sudah berimajinasi luas tentang tokoh. Takutnya kalau diperankan, tidak sesuai dengan ekspektasi pembaca,” jelasnya.

Selain dapat untung, Bond juga pernah dimarahi orang yang mengaku terbawa suasana vulgar dari narasi-narasi di cerpennya.

“Ada wanita yang marah, katanya cerita bikinan saya nyata persis yang dialami suaminya,” sebutnya.

Adapula pembaca yang mengaku geregetan dengan salah satu tokoh. Dia pun saat menulis juga terbawa suasana. Bahkan jika bisa, dia ingin mematikan tokoh itu.

Ia juga jengkel, karena mulai ada yang memplagiasi karangannya. Selain dibagikan di grup Facebook, banyak dibagikan di grup-grup WhatsApp.

“Kadang saya lihat, ada yang membagikan namun nama penulisnya ditulis bukan dari saya,” ucap pria yang pernah merantau sampai ke Kabupaten Tanah Bumbu.

Terkait adanya orang yang turut membuat cerpen lain, ia mengapresiasi dan mendukung saja.

Bond tak menyangka, kini ia menjadi perhatian publik warganet di Kota Kandangan dan sekitarnya. Ia hanya ingin menghibur masyarakat dengan cerpen yang dikarangnya. Bond berharap terus bisa memberikan karyanya secara konstan.

Admin grup Facebook HBK, Yudi mengatakan saat ini Bond merupakan kontributor grup teratas dengan jumlah komentar terbanyak tiap postingan. Persentase dihitung dari jumlah akun yang berkomentar maupun membaca.

Editor: Puja Mandela

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

651 Peserta Seleksi Pendidikan Pengembangan Polda Kalsel Ikuti Pemeriksaan Kesehatan

Kalsel

Tertibkan Parkir Liar, Pemkot Pasang Puluhan Rambu di Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Oknum Pejabat, Terduga Pencabul Anak di Banjarmasin Tetap Ngantor
apahabar.com

Kalsel

Gubernur Sampaikan Evaluasi LKPJ 2018, Anggota Dewan Interupsi 272 Rekomendasi Catatan BPK RI
apahabar.com

Kalsel

Aklamasi, Mardani H Maming Kembali Nahkodai DPD PDIP Kalsel Masa Bakti 2019-2024
apahabar.com

Kalsel

Icha dan Ozan Juara di SMAMUDA Competition Season 5
apahabar.com

Kalsel

Ini Penampakan Robot Antasari, Alat Canggih ‘Perawat’ Pasien Covid-19 di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

PDIP Tala Perkuat Nilai Islam Internal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com