ga('send', 'pageview');
Pengundian Nomor Urut Pilwali Banjarmasin, KPU Warning Pasangan Calon Jokowi Ungkap Sederet Masalah Food Estate Penyelamat Pangan RI di Kalteng dan Sumut Klaster Perkantoran Pertama di Tabalong, Belasan Pegawai KPP Pratama Tanjung Terpapar Covid-19 Penetapan Paslon Pilwali Banjarmasin 2020: Didahului Khairul Saleh, Diakhiri Ibnu Sina Dugaan Penyiksaan Bocah Sungai Bilu yang Dikira Diculik Makhlus Halus

Buntut Arak-arakan Paslon di Pilwali Banjarmasin, Bawaslu Gandeng Polisi

- Apahabar.com Sabtu, 5 September 2020 - 23:19 WIB

Buntut Arak-arakan Paslon di Pilwali Banjarmasin, Bawaslu Gandeng Polisi

Bapaslon Ibnu-Ariffin membawa ratusan massa pendukung mereka saat mendaftarkan diri ke KPU Banjarmasin, Jumat (4/9) pagi. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Aksi arak-arakan bakal pasangan calon (bapaslon) di pendaftaran Pilwali Banjarmasin 2020 berbuntut panjang.

Pasalnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga sudah mewanti-wanti para bapaslon untuk mematuhi protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.

Sesuai aturan KPU, tidak boleh ada arak-arakan, konvoi, maupun kerumunan massa dalam jumlah besar saat mengantarkan bapaslon  mendaftarkan diri ke KPU setempat.

Namun hal ini justru terjadi di Banjarmasin. Di mana KPU mendapati setidaknya dua bapaslon diarak oleh ratusan massa pendukung saat mendaftarkan diri. Kini, giliran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) turun tangan.

“Mengenai hal ini kita akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan yang menangani masalah penegakan protokol kesehatan,” ujar Komisioner Bawaslu Banjarmasin, Subhani dihubungi apahabar.com, Sabtu (5/9) malam.

Baca juga :  Resmi Ditetapkan KPU Jadi Calon, Ananda–Mushaffa Ziarah ke Makam Pahlawan di Banjarmasin

Pelanggaran protokol kesehatan ini akan dicatat dalam hasil pengawasan Bawaslu Banjarmasin.

Namun serupa KPU, kata dia, Bawaslu tak bisa berbuat banyak untuk menjatuhkan sanksi.

Bawaslu akan menyerahkan sepenuhnya ke Pemkot Banjarmasin khususnya Satpol PP.

“Nah kan ada Permenkes [Peraturan Menteri Kesehatan] dan Peraturan wali kota [Perwali] kalau yang mengatur sanksi,” ucapnya.

Berkaca Perwali Banjarmasin nomor 68/2020 tentang protokol kesehatan, para pelanggar protokol kesehatan bisa saja disanksi. Mulai dari teguran lisan, hingga denda administratif Rp100 ribu.

Baca juga :  Resmi Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina-Ariffin Noor Tinggal Tunggu Pengundian Nomor Urut

Namun Subhan melanjutkan karena terjadi di luar, dia menilai aksi kerumunan massa pendukung tak dikategorikan dalam tahap pendaftaran bapaslon.

”Peraturan KPU 10 itu kan mengatur terkait dengan penyerahan berkas pendaftaran di dalam ruangan standarnya dibatasi orangnya, kemudian dibungkus disemprot,” pungkasnya.

Sudah tiga bapaslon di Pilwali Banjarmasin yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Yang menarik perhatian, sejumlah paslon kedapatan melanggar protokol kesehatan. Sejumlah relawan yang jumlahnya bahkan mencapai ratusan ikut mengantarkan mereka saat mendaftar ke KPU.

apahabar.com

Seakan tak belajar dari kasus Ibnu-Ariffin, bapaslon satu ini juga kedapatan membawa ratusan massa pendukung saat mendaftarkan diri ke KPU Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya:

Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Aroyan Bayi Jantung Bocor Butuh Bantuan
apahabar.com

Kalsel

Memasuki Musim Hujan, Intip Daerah Kalsel yang Rawan Banjir
apahabar.com

Kalsel

Kompolnas Lakukan Penelitian di Direktorat Polairud Polda Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Ini Dugaan Sementara Polisi Atas Kematian Doyok di Pasar Antasari
apahabar.com

Kalsel

Pasang Spanduk, Polsek Belawang: Ayo Pakai Masker
apahabar.com

Kalsel

New Normal, Rumah Ibadah di Banjarmasin Akan Segera Dibuka
apahabar.com

Kalsel

Sepekan CPNS Banjarmasin, Formasi Ini Kurang Peminat
apahabar.com

Kalsel

Mengenal Lebih Dekat Duta Bahasa Kalsel dan Tantangannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com