Sekolah Tatap Muka di Kalsel, Banyak Laporan Kekhawatiran Ortu Rontok Lagi! Bawaslu RI Tolak Laporan Keberatan Denny Indrayana Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin

Buntut Arak-arakan Paslon di Pilwali Banjarmasin, Bawaslu Gandeng Polisi

- Apahabar.com Sabtu, 5 September 2020 - 23:19 WIB

Buntut Arak-arakan Paslon di Pilwali Banjarmasin, Bawaslu Gandeng Polisi

Bapaslon Ibnu-Ariffin membawa ratusan massa pendukung mereka saat mendaftarkan diri ke KPU Banjarmasin, Jumat (4/9) pagi. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Aksi arak-arakan bakal pasangan calon (bapaslon) di pendaftaran Pilwali Banjarmasin 2020 berbuntut panjang.

Pasalnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga sudah mewanti-wanti para bapaslon untuk mematuhi protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.

Sesuai aturan KPU, tidak boleh ada arak-arakan, konvoi, maupun kerumunan massa dalam jumlah besar saat mengantarkan bapaslon  mendaftarkan diri ke KPU setempat.

Namun hal ini justru terjadi di Banjarmasin. Di mana KPU mendapati setidaknya dua bapaslon diarak oleh ratusan massa pendukung saat mendaftarkan diri. Kini, giliran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) turun tangan.

“Mengenai hal ini kita akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan yang menangani masalah penegakan protokol kesehatan,” ujar Komisioner Bawaslu Banjarmasin, Subhani dihubungi apahabar.com, Sabtu (5/9) malam.

Pelanggaran protokol kesehatan ini akan dicatat dalam hasil pengawasan Bawaslu Banjarmasin.

Namun serupa KPU, kata dia, Bawaslu tak bisa berbuat banyak untuk menjatuhkan sanksi.

Bawaslu akan menyerahkan sepenuhnya ke Pemkot Banjarmasin khususnya Satpol PP.

“Nah kan ada Permenkes [Peraturan Menteri Kesehatan] dan Peraturan wali kota [Perwali] kalau yang mengatur sanksi,” ucapnya.

Berkaca Perwali Banjarmasin nomor 68/2020 tentang protokol kesehatan, para pelanggar protokol kesehatan bisa saja disanksi. Mulai dari teguran lisan, hingga denda administratif Rp100 ribu.

Namun Subhan melanjutkan karena terjadi di luar, dia menilai aksi kerumunan massa pendukung tak dikategorikan dalam tahap pendaftaran bapaslon.

”Peraturan KPU 10 itu kan mengatur terkait dengan penyerahan berkas pendaftaran di dalam ruangan standarnya dibatasi orangnya, kemudian dibungkus disemprot,” pungkasnya.

Sudah tiga bapaslon di Pilwali Banjarmasin yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Yang menarik perhatian, sejumlah paslon kedapatan melanggar protokol kesehatan. Sejumlah relawan yang jumlahnya bahkan mencapai ratusan ikut mengantarkan mereka saat mendaftar ke KPU.

apahabar.com

Seakan tak belajar dari kasus Ibnu-Ariffin, bapaslon satu ini juga kedapatan membawa ratusan massa pendukung saat mendaftarkan diri ke KPU Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya:

Polling Pilkada 2020
Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

DPRD Kalsel Optimistis Selesai Bahas Raperda 2018
apahabar.com

Kalsel

Siang Hari BMKG Prakirakan Kotabaru dan Pelaihari Diguyur Hujan Disertai Petir
apahabar.com

Kalsel

Siapapun Pemenangnya, Masyarakat Kalsel Jangan Terprovokasi

Kalsel

Bentrok di Pesta Pernikahan, Dua Pria di Martapura Mandi Darah
apahabar.com

Kalsel

Polres Kotabaru Lakukan Penyelidikan Penyebab Kebakaran Puluhan Kios Pasar Tarjun

Kalsel

Viral Poster Nyeleneh, 6 Mahasiswi Banjarmasin Minta Maaf
apahabar.com

Kalsel

Kamis, Secara Umum BMKG Prakirakan Kalsel Cerah Berawan
apahabar.com

Kalsel

Kembali ke Pasar Marabahan, Pedagang Luar Batola Hanya Bisa Pasrah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com