Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Ustadz Riza Rahman: Dajjal 40 Hari Kuasai Dunia di Akhir Zaman, Bisa Perlihatkan Surga dan Neraka

- Apahabar.com Jumat, 4 September 2020 - 16:17 WIB

Ustadz Riza Rahman: Dajjal 40 Hari Kuasai Dunia di Akhir Zaman, Bisa Perlihatkan Surga dan Neraka

Ilustrasi Dajjal. Foto-Pinterest

apahabar.com, BANJARMASIN – Tanda-tanda akhir zaman ditandai dengan kemunculan Dajjal selama 40 hari dengan fitnahnya yang sangat dahsyat. Beberapa kedahsyatan fitnah Dajjal yakni mampu menghidupkan orang mati, menurunkan hujan hingga menampakkan surga dan neraka.

Selama 40 hari kemunculannya di dunia hanya Kota Mekkah dan Madinah yang tidak bisa dia masuki.

“Ketika kita bicara Dajjal, maka keumuman hadist-hadist nabi bahwa Dajjal tidak akan pernah bisa memasuki dua kota Mekkah dan Madinah. Selain itu, seluruh kota di dunia dimasukki Dajjal,” kata Ustadz Riza Rahman dalam tanya jawab kajian Agama seusai Salat Magrib di Masjid Al-Jihad Jalan Cempaka Besar Banjarmasin, Kamis (3/09/2020).

Menurut Ustadz Riza Rahman, bicara Dajjal adalah pembicaraan akhir zaman dan kita hampir sama-sama punya keyakinan kita tak akan menemuai hari itu, tetapi kita wajib mengimani hal-hal gaib

“Ini Zaman yang jauh, sebagaimana keumuman pernyataan Nabi Muhammad SAW, bahwa ketika di suatu tempat terdengar ucapan kalimat Allah, maka sungguh kejadian Hari Kiamat itu cukup jauh, meskipun ada keumuman hadist nabi, jarak antara di Zaman Rasulullah dengan Hari Kiamat sangat dekat kata Rasul SAW, sambil membalikkan telapak tangan,” jelas Ustadz Riza Rahman kepada jemaah.

Riza Rahman mengatakan, ada riwayat lain yang menjelaskan bahwa kalimat Allah terdengar di suatu tempat maka sekian waktu lagi akan terjadi hari kiamat.

Dan keumuman pernyataan Nabi, kata Ustada Riza Rahman, siapa pun yang mendapatkan terjadinya Hari Kiamat maka mereka adalah sejelek-jelek umat. “Orang-orang sudah banyak dengan kemaksiatan, pelanggaran dan lain-lain. Setelah orang-orang mukmin diwafatkan maka ditegakkanlah Hari Kiamat,” jelasnya.

Ketika kita bicara Dajjal, lanjut Riza Rahman, maka keumuman hadist-hadist Nabi bahwa Dajjal tidak akan pernah bisa memasuki dua kota Mekkah dan Madinah. Selain itu, seluruh kota di dunia dimasukki dan dikuasi Dajjal.

Riza Rahman menerangkan, sebagaimana hadist Nabi Muhammad SAW, Dajjal punya durasi waktu hidup di dunia selama 40 hari.

“Dajjal punya durasi hidup di dunia selama 40 hari. Kata Rasulullah SAW, dalam 40 hari, hari yang pertama seperti terasa 1 tahun, hari yang kedua terasa 1 bulan sebagaimana hari-hari kalian. Hari yang ketiga sama seperti sepekan atau satu Jumat seperti yang kalian rasakan. Dan sisanya seperti hari-hari biasa yang kalian dapatkan” ujarnya.

Menurut Riza Rahman, anggaplah hari pertama setahun sama dengan 360 hari, hari yang kedua seperti 1 bulan anggaplah 30 hari, jika dijumlahkah 360 tambah 30 sudah menjadi 390 hari, hari ketiga sepekan anggaplah tujuh hari. 390 ditambah 7 menjadi 397 hari, sisanya 37 hari seperti hari-hari biasa. Jika 397 ditambahkan 37 menjadi 434 hari yang dimiliki Dajjal untuk menguasai dunia.

“Dia masukki kota-kota dan semua tempat dan dia taklukkan dengan fitnahnya yang dahsyat. Dajjal ketika menginginkan hujan maka terjadilah hujan. Dajjal ketika mengingingan ada orang yang mati dihidupkan maka hiduplah orang tersebut,” ujarnya.

Bahkan, kata Riza Rahman, Dajjal ketika mengingingkan menampakkan syurga maka terlihatlah syurga. Dajjal ketika mengingkan menampakkan neraka maka terlihatkan neraka, dan itu fitnah Dajjal.

“Makanya kita diperintahkan berlindung dari fitnah Dajjal saat kita salat di tasyahud akhir. Dan Dajjal tidak memasuki dua kota Mekkah dan Madinah,” kata Riza Rahman.

Selama 434 hari itu, seluruh tempat selain dua kota itu, mampu disapu oleh Dajjal, sehingga dikenal dengan istilah masiihid dajjal. Dalam bahasa Arab masaha artinya menyapu, membersihkan, menyelesaikan, menuntaskan, menguasai. Dajjal menguasai semua kota hanya dalam 434 hari

“Bahasan Dajjal merupakan bahasan tentang hari akhir, kita hanya wajib mengimami hal-hal gaib, walau kita tak mendapatkannya, Wallahu wallam,” kata Ustadz Riza Rahman mengakhiri penjelasannya.

Cara Berlindung dari Dajjal

Dikutip dari sumber Voa Islam, di samping menyampaikan bahaya fitnah Dajjal, ciri-ciri dan bentuk fitnahnya, Rasulullah SAW juga memberikan resep agar selamat dari fitnah Dajjal.

Berikut ini beberapa cara yang bisa kita tempuh supaya selamat dari fitnah Dajjal.

1. Berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

Di antaranya memahami nama-nama Allah yang Maha Indah berikut sifat-sifat-Nya yang Maha tinggi yang tak bisa disamai seorang pun.

Karena Dajjal dari jenis manusia, dia makan dan minum. Sedangkan Allah, suci dari hal itu.

Dajjal juga buta sebelah matanya, sedangkan Allah tidaklah buta sebelah matanya.

Tidak seorangpun bisa melihat Allah di dunia, sedangkan Dajjal -saat keluarnya- bisa dilihat manusia baik yang mukmin ataupun yang kafir.

2. Berlindung dari fitnah Dajjal, khususnya saat shalat.

Imam Muslim telah mengeluarkan di Shahihnya, dari hadits Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

“Apabila salah seorang kalian selesai membaca tasyahhud hendaknya ia berlindung kepada Allah dari empat perkara.

Beliau membaca:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ , وَمِنْ عَذَابِ اَلْقَبْرِ , وَمِنْ فِتْنَةِ اَلْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ , وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ اَلْمَسِيحِ اَلدَّجَّالِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari adzab Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Masih Dajjal.” (Muttafaq ‘alaih)

3. Memahami hadits-hadits yang menjelaskan tentang ciri-ciri Dajjal, waktu dan tempat keluarnya, fitnah-fitnahnya, tipu dayanya, dan cara selamat darinya.

Beberapa kitab juga telah panjang lebar mengupasnya, sseperti Al-Nihayah milik Ibnu Katsir, Ithaf al-Jama’ah milik Syaikh al-Tuwaijiri, atau Asyrath al-Sa-ah milik Syaikh al-Wabil, dan selainnya.

4. Menghafal beberapa ayat dari surat Al-Kahfi.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam al-Kahfi sebagai penyelamat dari Dajjal.

Sebagian riwayat beberapa ayat penutupnya.

Diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahihnya, dari hadits Abu Darda’: Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

“Siapa yang hafal 10 ayat dari surat awal Al-Kahfi , maka ia akan diselamatkan dari Dajjal.” Dalam riwayat lain, “Sepuluh ayat dari akhir Al-Kahfi,” (HR. Muslim)

Imam Nawawi dalam Syarah Muslim (2/92-93) berkata: sebab semua itu karena di awal-awalnya terdapat beberapa keajaiban dan tanda-tanda kebesaran Allah.

Maka siapa yang mentadabburinya tidak akan terkena fitnah Dajjal.

Begitu juga di akhirnya. Firman Allah Ta’ala:

أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِنْ دُونِي أَوْلِيَاءَ إِنَّا أَعْتَدْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ نُزُلًا

“Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahanam tempat tinggal bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Kahfi: 102)

5. Meninggalkan Dajjal dan menjauh darinya.

Paling utama adalah tinggal di Makkah dan Madinah, karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengabarkan bahwa Dajjal tidak akan memasuki dua kota suci tersebut.

Maka saat seorang muslim mengetahui Dajjal telah keluar, ia menjauh darinya.

Karena Dajjal memiliki syubuhat dan kemampuan luar biasa yang Allah biarkan terjadi dengan kedua tangannya sebagai fitnah bagi manusia.

Karena pada saat itu ada seseorang yang merasa memiliki iman kokoh, saat ia berjumpa dengan Dajjal, dirinya menjadi pengikut Dajjal.

Imam Abu Dawud dalam Sunannya meriwayatkan hadits dari Imran bin Husain, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ سَمِعَ بِالدَّجَّالِ فَلْيَنْأَ عَنْهُ، فَوَاللَّهِ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَأْتِيهِ وَهُوَ يَحْسِبُ أَنَّهُ مُؤْمِنٌ فَيَتَّبِعُهُ، مِمَّا يُبْعَثُ بِهِ مِنَ الشُّبُهَاتِ

“Barang siapa mendengar ada Dajjal, hendaklah ia bersembunyi darinya.

Karena, Demi Allah, ada seseorang mendatanginya dan ia mengetahui bahwa ia benar-benar beriman, lalu ia mengikutinya, karena banyaknya sybuhat (kesamaran) yang menyertainya.” (HR. Muslim, Ahmad, dan Al-Hakim. Syaikh Al-Albani menyahihkannya dalam Shahih Sunan Abi Dawud).

apahabar.com

Ilustrasi Orang berdoa. Foto-Pinterest

Editor: Elpian Achmad

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Diam-Diam Ikut Haul, Jonri yang Non-Muslim Mulai Tertarik dengan Islam
apahabar.com

Religi

Kesultanan Samudra Pasai Sebarkan Islam Lebih Dulu dari Turki Utsmani

Religi

Roti Menjadi Makanan Favorit di Era Abbasiyah
apahabar.com

Habar

Cek Fakta, Majelis Asuhan Guru Syaifuddin Zuhri Dikabarkan Kembali Aktif
apahabar.com

Religi

Siapakah Muslim yang Boleh tidak Berpuasa Ramadan?

Habar

Masjidil Haram Ditabrak Mobil, Keamanan Ditingkatkan
apahabar.com

Habar

Siap Dipamerkan, Pemilik Artefak Rasulullah Datang Langsung ke Martapura
apahabar.com

Hikmah

Imam Al Ghazali Sebut 7 Anggota Badan yang Harus Dijaga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com