ga('send', 'pageview');
Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Pilkada Kalsel 2020 Jalan Terus Identitasnya Dikantongi, Polisi Buru Dalang Perampokan Brutal di Kotabaru VIDEO: Menegangkan, Detik-Detik Warga Kotabaru Rebut Jasad dari Mulut Buaya Kronologi Warga Kotabaru Rampas Jasad Ketua RT dari Mulut Buaya Enam Mayat WNI di Pantai Johor Malaysia, Diduga Pekerja Ilegal

Diamuk Covid-19, Kuda Lumping di Batola Curhat: Sulitnya Cari ‘Makan’

- Apahabar.com Rabu, 16 September 2020 - 17:24 WIB

Diamuk Covid-19, Kuda Lumping di Batola Curhat: Sulitnya Cari ‘Makan’

Salah satu penampilan anak-anak anggota perkumpulan kuda lumping dari Kecamatan Tamban. Foto: apahabar.com/Bastian Alkaf Foto dalam: Bupati Barito Kuala, Hj Noormiliyani AS, menyerahkan paket bantuan kepada perwakilan kelompok seni tradisional. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Sekalipun kerap makan beling dalam setiap penampilan, kuda lumping tetap tidak bisa menghindari imbas penyebaran Covid-19.

Setidaknya mulai Maret 2020 atau semenjak grafik penyebaran Covid-19 meningkat, puluhan perkumpulan kuda lumping di Barito Kuala kehilangan sumber pendapatan.

Seiring pembatasan sosial yang diyakini dapat mencegah penyebaran penularan Covid-19, mereka sudah tak lagi bisa memamerkan kepiawaian dalam resepsi perkawinan, sunatan maupun pementasan lain.

“Praktis mulai Maret 2020, kami tak pernah lagi tampil,” papar Warsianto dari Perkumpulan Kuda Lumping Sekar Laras di Desa Purwosari Baru, Kecamatan Tamban, Rabu (16/9).

“Lagi pula resepsi perkawinan, sunatan maupun acara lain yang mengundang banyak orang, juga dilarang diselenggarakan,” imbuhnya.

Jauh sebelum pandemi, Sekar Laras yang beranggotakan sekitar 50 orang ini kerap mendapat panggilan untuk mengisi acara hiburan.

apahabar.com

Salah satu penampilan anak-anak anggota perkumpulan kuda lumping dari Kecamatan Tamban. Foto: apahabar.com/Bastian Alkaf
Foto dalam: Bupati Barito Kuala, Hj Noormiliyani AS, menyerahkan paket bantuan kepada perwakilan kelompok seni tradisional. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

Anggota perkumpulan seni ini tidak memandang usia, dari umur 50 tahun hingga masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Baca juga :  Dirut Bank Kalsel Apresiasi Kinerja Pemkot Banjarmasin Ciptakan Ribuan Wirausahawan Baru

Dalam setiap penampilan di sekitar Batola, misalnya. Mereka memperoleh bayaran antara Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta.

Sementara di luar daerah seperti ke Tanah Laut, mereka bisa mengantongi Rp5 juta sampai Rp 7 juta. Itu tidak termasuk ongkos transportasi dan konsumsi.

“Sebagian dari honor penampilan itu masuk kas untuk biaya latihan dan operasional lain,” timpal Sulaiman dari Kelompok Seni Tresno Budoyo Desa Purwosari I di Kecamatan Tamban.

“Namun karena tanpa pemasukan sejak Maret 2020, kas untuk keperluan latihan seminggu sekali sudah menipis,” imbuhnya.

Nasib serupa juga dirasakan Jaranan Campursari Putro Sakti dari Desa Barambai Kolam Kiri di Kecamatan Barambai. Padahal perkumpulan yang beranggotakan 57 orang ini cukup sering tampil di luar daerah.

Baca juga :  Update Covid-19 Kalsel 20 September: 83,6 Persen Sembuh

“Memang jumlah penampilan sebulan tidak menentu, karena banyak hiburan dan kesenian selain kuda lumping,” papar Tugimin, Ketua Jaranan Campursari Putro Sakti.

“Namun kalau diundang keluar daerah seperti ke Tanah Laut atau Tapin, kami pernah dibayar hingga Rp 8 juta,” sambungnya.

Kendati belum lagi mendapatkan undangan tampil, setidaknya anggota perkumpulan tidak menganggur sama sekali.

“Oleh karena mayoritas anggota Jaranan Campursari Putro Sakti adalah petani, kami pun fokus bertani dan berkebun,” tegas Tugimin.

Kevakuman sejumlah perkumpulan kesenian itu mengundang perhatian Bupati Hj Noormiliyani AS. Melalui Yayasan Dompet Sedekah Peduli Batola, wanita berusia 61 tahun itu menyalurkan sejumlah bantuan.

Bantuan tersebut berupa 20 paket yang masing-masing berisi 5 kilogram beras, mie 1 dos, gula pasir 1 kilogram dan 1 liter minyak goreng.

Selain Sekar Laras, Tresno Budoyo dan Putro Sakti, bantuan serupa juga diberikan kepada perkumpulan seni lain di Batola.

Mereka adalah Perkumpulan Kuda Lumping Wahyu Turonggo Sakti di Desa Sidorejo, Kuda Lumping Moro Seneng Lestari Budoyo di Desa Purwosari Baru dan Hadrah Karya Muda di Desa Tamban Kecil, semuanya dari Kecamatan Tamban.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Keruk Sampah Sebabkan Drainase Buntu
apahabar.com

Kalsel

Di Barito Kuala, Bantuan Bahan Pokok Mulai Didistribusikan
APAHABAR.COM

Kalsel

Protes Karhutla, Ribuan Mahasiswa Demo Kegubernuran Kalsel
apahabar.com

Kalsel

PSBB Jalan di Tempat, Harapan Ibnu Bergantung 3 Daerah
apahabar.com

Kalsel

Jelang Lebaran, Pasar Terapung Piere Tendean Sepi Pengunjung
apahabar.com

Kalsel

Tengok Perbatasan Kalsel-Kaltim, Ketua DPRD Kalsel Bawa Pulang Banyak Catatan

Kalsel

Biar Kuat, PT Arutmin Berikan Jamu untuk Tenaga Medis di Tanbu

Kalsel

Cerita Siti Khadijah Balita 5 Hari Ikut Baayun Maulid di Masjid Sultan Suriansyah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com