Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Dibayangi Burden Sharing, Rupiah Diprediksi Masih Melemah

- Apahabar.com Kamis, 3 September 2020 - 12:10 WIB

Dibayangi Burden Sharing, Rupiah Diprediksi Masih Melemah

Ilustrasi pekerja menghitung uang dolar AS di atas hamparan rupiah di Jakarta. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Burden sharing atau rencana perpanjangan kebijakan berbagi beban antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) hingga 2022 masih membayangi pertumbuhan rupiah.

Pada pukul 10.15 WIB, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan dilaporkan melemah 55 poin atau 0,37 persen menjadi Rp14.800 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.745 per dolar AS.

“Dalam jangka pendek burden sharing akan menjadi katalis negatif untuk rupiah. Tapi untuk jangka panjang saya berharap ini akan positif untuk ekonomi Indonesia agar dapat pulih lebih cepat,” kata Analis Pasar Uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Kamis (3/9).

Pasar, kata dia, cenderung melihat bahwa prospek ekonomi ke depan masih penuh ketidakpastian, meski aktivitas ekonomi sudah mulai bergerak secara gradual.

Berbagai kebijakan, lanjutnya, memang dibutuhkan untuk mendorong ekonomi agar dapat pulih dengan cepat dari resesi ekonomi

“Namun memang dalam jangka pendek diperlukan kebijakan yang di luar kebiasaan, antara lain dengan burden sharing BI-Kemenkeu ini,” ujarnya.

Sementara itu dari eksternal memang ada pengaruh penguatan dolar AS setelah kemarin data ketenagakerjaannya masih di bawah ekspektasi, tapi memang masih menunjukkan tren positif

“Selain itu indeks PMI manufaktur AS juga lebih baik dari ekspektasi,” kata Rully.

Pada Rabu (1/9) kemarin, rupiah ditutup melemah 172 poin atau 1,18 persen menjadi Rp14.745 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.573 per dolar AS.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.818 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.804 per dolar AS. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

2020, Mendag Bertekad Hilangkan Minyak Goreng Curah
apahabar.com

Ekbis

Jika Normal Baru Berlangsung Lama, Garuda Pertimbangkan Kenaikan Tarif Tiket
apahabar.com

Ekbis

Deretan Pasar yang Tutup Selama PSBB Banjarmasin
apahabar,com

Ekbis

Terkait Kepemilikan Lahan Berlebihan, Luhut: Era Jokowi Tak Akan Ada Lagi
apahabar.com

Ekbis

Nokia 9 PureView Bakal Punya Fingerprint Bawah Layar
apahabar.com

Ekbis

Jelang Lebaran, Nasabah di Martapura Lebih Banyak Tebus Emas
apahabar.com

Ekbis

IHSG Melemah Jelang Rilis Data Inflasi Agustus
apahabar.com

Ekbis

Pupuk Indonesia Catatkan Pendapatan Rp 71,25 Triliun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com