Alasan Mengapa Api di Patmaraga Kotabaru 5 Jam Baru Padam Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian

Didukung Kabar Kemajuan Stimulus AS, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Menguat

- Apahabar.com Jumat, 25 September 2020 - 18:54 WIB

Didukung Kabar Kemajuan Stimulus AS, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Menguat

Ilustrasi rupiah. Foto-BeritaSatu/Mohammad Defrizal

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ditutup menguat.

Penguatan rupiah didukung kabar kemajuan kesepakakatan paket stimulus lanjutan oleh Pemerintah AS.

Rupiah ditutup menguat 17 poin atau 0,12 persen menjadi Rp14.873 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.890 per dolar AS.

“Pasar sedikit tenang setelah ada harapan bahwa Kongres AS akan memecahkan kebuntuan selama berbulan-bulan untuk meloloskan langkah-langkah stimulus Covid-19 terbaru,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Jumat (25/9).

Partai Demokrat di DPR AS mengumumkan bahwa mereka sedang mengerjakan paket stimulus Covid-19 senilai 2,2 triliun dolar AS yang akan didiskusikan pada minggu depan.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin disebut dapat melanjutkan pembicaraan stimulus yang macet.

Tetapi, beberapa investor tetap skeptis tentang apakah Kongres dapat mengatasi kebuntuan.

Penolakan Presiden AS Donald Trump untuk berkomitmen pada transfer kekuasaan secara damai jika dia gagal terpilih kembali dalam pemilihan presiden pada November ini.

Sementara itu, data yang dirilis pada hari Kamis (24/9/2020) menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengklaim pengangguran selama seminggu terakhir meningkat menjadi 870.000, yang menunjukkan perlambatan dalam pemulihan ekonomi dan menyoroti kebutuhan mendesak Kongres untuk meloloskan langkah-langkah dukungan.

Sentimen lainnya, Kepala Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan mengatakan vaksin virus corona (Covid-19) buatan China telah terbukti berhasil dalam uji klinis.

Untuk itu, WHO akan memastikan vaksin dapat didistribusikan secara merata ke semua penjuru dunia.

Dari domestik, dampak penerapan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta sejak 24 September kepada sektor perekonomian dinilai tidak terlalu besar.

Namun, lanjut Ibrahim, karena DKI Jakarta berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia dan sekaligus Ibu Kota, maka sangat wajar kalau DKI Jakarta selalu disorot oleh pasar baik lokal maupun pasar Internasional.

“Indonesia memiliki 34 provinsi. Saat ini, yang menerapkan PSBB secara ketat hanya di Jakarta, sehingga masih banyak daerah lain yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia dan itu bisa dilihat dari tren mobilitas untuk ritel ke arah positif dari yang sebelumnya pada April dan Mei mengalami tekanan yang sangat dalam,” ujarnya.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah di posisi Rp14.892 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.873 per dolar AS hingga Rp14.919 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.951 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.949 per dolar AS.(Ant)

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Tindaklanjuti IA-CEPA, Pebisnis Australia akan Kunjungi Indonesia

Ekbis

Kadin Apresiasi Sertifikasi Halal Gratis untuk UMKM dalam UU Ciptaker
apahabar.com

Ekbis

Garuda Buka Penerbangan Manado–Davao
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Kamis Pagi Melemah
apahabar.com

Ekbis

Cegah Penyebaran Covid-19, PT Tatalogam Kembangkan Baja Ringan Antivirus
apahabar.com

Ekbis

Restrukturisasi, Solusi Tepat Erick Thohir Selamatkan Jiwasraya
apahabar.com

Ekbis

H-4 Lebaran, Harga Bawang di Banjarmasin Kompak Naik
apahabar.com

Ekbis

Wakil Ketua DPRD Kalsel Inisiasi Lahirnya Aplikasi Online Penampung UMKM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com