ga('send', 'pageview');
Gali Lubang Buat Kabur, Napi Cina Lapas Tangerang Jadi Buruan Tim Khusus Penabrak Lari yang Ngaku Polisi di Banjarmasin Ternyata Sudah Diamankan Mantan Anggota DPRD Tanbu Mahyudin alias Udin Kocak Tutup Usia Gejolak Harga Elpiji, Polisi Bongkar Aksi Curang 2 Pangkalan di Banjarmasin Menyelisik Ritual Pemakaman Adat Dayak Meratus: Hamburkan Beras Kuning Agar Keburukan Tak Menyertai Peserta Ritual

Dimediasi Pemerintah, PT. RTP dan Karyawannya Belum Temui Kata Sepakat Soal Pesangon

- Apahabar.com Selasa, 15 September 2020 - 13:38 WIB

Dimediasi Pemerintah, PT. RTP dan Karyawannya Belum Temui Kata Sepakat Soal Pesangon

Ketua DPC FSP- KEP Tabalong, Sahrul, saat menjelaskan hasil pertemuan kepada para karyawan. Foto - Istimewa.

apahabar.com, TANJUNG – Meski dimediasi oleh Pemkab Tabalong, tetapi belum ada kesepakatan yang tercapai antara PT Restu Tanjung Permai (RTP) dengan puluhan karyawannya.

Dalam pertemuan yang digelar pada Selasa (15/9), pihak perusahaan tetap tidak mau membayar upah kepada para karyawan yang dirumahkan.

Sedangkan pihak karyawan tetap berkehendak gaji karyawan yang dirumahkan agar dibayar, serta bila terjadi PHK, pesangonnya dibayar 1,5 kali upah.

” Perusahaan tetap tidak membayar upah karyawan yang dirumahkan, sementara karyawan menginginkan perusahaan agar membayarnya. Begitu pula dengan PHK, perusahaan hanya membayar pesangon 1 kali dan karyawan minta 1,5 kali gaji,” kata Kasi Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) yang juga tim mediasi, A Amin Husien, Selasa (15/9).

Baca juga :  Berkat Dukungan Wakil Rakyat, Puluhan Anak Pedalaman Kotabaru Akhirnya Bisa Kuliah

Dia mengatakan pertemuan ini adalah yang kedua sekaligus yang terakhir. Selanjutnya, pihaknya akan mengeluarkan rekomendasi yang akan dikeluarkan satu minggu lagi.

Sementara pihak perusahaan yang diwakili Human Resources and General Affair (HRGA) PT RTP, Deni Herdiawan, mengatakan pihaknya tetap akan membayar satu kali pesangon karyawan yang di PHK.

“Sementara terkait tuntutan lainnya kita lihat proses selanjutnya,” katanya.

Meski masih ada waktu untuk menggelar mediasi, tapi dia menganggap proses mediasi sudah selesai.

“Apapun keputusan dari Disnaker, kita akan mengikutinya. Tapi karena sifatnya anjuran kita akan menyesuaikan dengan kondisi perusahaan,” ujar Deni.

Baca juga :  Resmi Jabat Ketum FMI Kalsel, Bang Dhin Siap Eksplor Destinasi Alam Banua

Terkait adanya upaya hukum yang dilakukan pihak karyawan, pihak perusahaan akan mengikuti dengan regulasi yang ada.

Sementara itu, dari puluhan karyawan yang dirumahkan ada 26 orang yang bersedia di PHK dengan perhitungan pesangon 1 kali gaji.

Terpisah, Ketua DPC FSP- KEP Tabalong, Sahrul, mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan karyawan yang sudah menerima pesangon dengan perhitungan 1 kali gaji.

“Untuk perkalian pesangon itu di luar subtansi perkara. Yang kita perkarakan ini adalah hak yang tidak dibayarkan selama dirumahkan. Kalau mereka melakukan negoisasi terkait pesangon itu di luar pokok perkara, kami tidak bisa menghalangi,” kata Sahrul.

Editor: Puja Mandela

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tabalong

Semester Pertama, Ratusan Perkara Diputus PN Tanjung
apahabar.com

Tabalong

Sterilkan Masjid Shiratal Mustaqim, Personel TNI Semprot dengan Disinfektan
apahabar.com

Tabalong

SDN Pari-pari Lakukan Pembelajaran Secara Daring dan Luring
apahabar.com

Tabalong

Sembilan Camat di Tabalong Bergeser, Ini Nama-Namanya
apahabar.com

Tabalong

Lab Uji Konstruksi Dinas PUPR Tabalong Usulkan Akreditasi
apahabar.com

Tabalong

8.713 Sertifikat Tanah akan Diterbitkan Gratis di Tabalong
apahabar.com

Tabalong

PT Wira Megah Profitamas Fogging Kendaraan Dinas Anggota Kodim 1008 Tanjung
apahabar.com

Tabalong

Jalan Penghubung Sungai Hanyar-Banua Lawas Longsor, Pengendara Diminta Berhati-hati
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com