Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup!

Dipengaruhi Kemarau Basah, Kebakaran Lahan di Barito Kuala Jauh Menurun

- Apahabar.com Sabtu, 19 September 2020 - 14:29 WIB

Dipengaruhi Kemarau Basah, Kebakaran Lahan di Barito Kuala Jauh Menurun

Pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Barito Kuala sudah dibantu water bombing. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Berbeda dengan 2019, kebakaran hutan dan lahan di Barito Kuala hingga pertengahan September 2020 jauh menurun.

Menukil data dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batola, baru terjadi 5 karhutla sejak Agustus 2020.

Adapun total luasan lahan yang terbakar sekitar 10 hektar. Kejadian terbesar di Desa Jambu, Kecamatan Kuripan, Minggu (13/9).

Api menggasak padang semak belukar dan persawahan pasca-panen yang berada di lahan seluas 8 hektar. Pemadaman sendiri menggunakan water bombing dari BPBD Kalimantan Selatan dan manual.

Kemudian 2,5 hektar lahan lagi terbakar di Desa Danda Jaya, Kecamatan Rantau Badauh, juga berupa padang semak dan pohon galam.

Catatan tersebut berbanding terbalik dengan 2019. Api sudah berkecamuk sejak akhir Juli di hampir semua kecamatan di Batola.

Sempat mereda di akhir Agustus 2019 akibat hujan di berbagai kawasan, titik-titik api kembali bermunculan mulai awal Oktober 2019 di Kecamatan Cerbon, Rantau Badauh, Mandastana, Alalak dan Jejangkit.

Bahkan Mandastana seakan dikelilingi api, mengingat terdapat sekitar 32 kejadian dari 43 kebakaran lahan sejak pertengahan Oktober hingga awal November 2019.

Total sepanjang 2019, telah terjadi 164 kebakaran yang menghanguskan 999,8 hektare hutan dan lahan di Bumi Selidah.

“Kami bersyukur karena kebakaran hutan dan lahan di Batola sekarang tidak separah 2019,” sahut Kepala Pelaksana BPBD Batola, Sumarno, Sabtu (19/9).

“Situasi ini antara lain disebabkan kemarau basah, karena lebih banyak hujan daripada kemarau biasanya,” tambahnya.

Kendati kemarau basah, potensi api masih berpeluang muncul, seandainya masyarakat dan perusahaan perkebunan masih melakukan pembalakan liar untuk membersihkan lahan.

“Status siaga kebakaran hutan dan lahan di Batola berlangsung sampai Oktober 2020. Kami berharap tak terjadi lagi kebakaran yang lebih banyak sampai puncak musim hujan,” tandas Sumarno.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Batola

Mengadu ke Bupati Batola, Pilihan Terakhir Ortu Bayi Jantung Bocor
apahabar.com

Batola

Progres Kutabamara di Batola, Dua Desa Sudah Terhubung Jalur Darat
apahabar.com

Batola

Berlangsung Serentak, Pemilihan BPD di Batola Pakai Mekanisme Baru
apahabar.com

Batola

Lewat Pertunjukan Virtual, Noormiliyani Semangati Seniman Barito Kuala
apahabar.com

Batola

Klaster Industri Berpotensi Tambah Kasus Covid-19 di Barito Kuala
apahabar.com

Batola

Target Menjadi Pioner di Kalsel, Batola Kebut Pilkades Elektronik Mulai 2021
apahabar.com

Batola

Bantu Bayi Hidrosefalus, Bupati Batola Juga Tekankan Evaluasi Pelayanan Kesehatan
apahabar.com

Batola

IGD RSUD Abdul Aziz Marabahan Ditutup, Pasien Darurat Dirujuk ke Rumah Sakit Lain
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com