Sidang Pembuktian AnandaMu, Koordinator Banjarmasin-Baiman 2 Beri Kesaksian Kecelakaan Tunggal di Tol Mantewe Tanbu, Dua Orang Tewas Buntut Pembongkaran, Satgas Normalisasi Sungai Banjarmasin Kena Gugat Beredar Transkrip PPK Banjar Terima Rp10 Juta, Kordiv Bawaslu Terkejut Tak Cuma Wali Rakyat, Wali Kota Banjarmasin Juga Minta Mobdin Baru!

Direstui Mendikbud, Universitas Cahaya Bangsa Lahir di Banjarmasin

- Apahabar.com Selasa, 22 September 2020 - 11:18 WIB

Direstui Mendikbud, Universitas Cahaya Bangsa Lahir di Banjarmasin

Ketua LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan Prof Udiansyah menyerahkan surat keputusan Mendikbud kepada Ketua Yayasan Cahaya Bangsa Dr A Murjani. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Anwar Makarim merestui keberadaan Universitas Cahaya Bangsa Banjarmasin.

Universitas berlokasi di Jalan Ahmad Yani Km 17 ini gabungan dari dua perguruan tinggi di provinsi yang berbeda, STIKES Cahaya Bangsa Banjarmasin dan STIH Kuala Kapuas.

Perubahan status tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Mendikbud RI di Universitas Cahaya Bangsa, Selasa (22/9).

“Lahirnya Universitas Cahaya Bangsa ini tentu tidak lepas dari semangat dan dukungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan,” ujar Ketua Yayasan Cahaya Bangsa Dr A Murjani.

Murjani mengatakan proses penggabungan kedua sekolah tinggi ini memerlukan waktu yang lumayan panjang.

Awalnya usulan penggabungan dari Agustus 2019. Yayasan Cahaya Bangsa harus melengkapi berbagai dokumen untuk mengeluarkan surat keputusan Mendikbud.

Kemudian Juli 2020, LLDIKTI melakukan visitasi melalui dalam jaringan (daring) kepada pihak Yayasan Cahaya Bangsa.

“Pada tanggal 15 September keluar surat keputusan menjadi Universitas Cahaya Bangsa,” ucapnya.

Murjani menerangkan bahwa Universitas Cahaya Bangsa menambah beberapa jurusan. Di antaranya S1 Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Profesi Keperawatan, Teknologi Informasi, Manajemen dan Ilmu Hukum.

Dengan ini, ia mengatakan pihaknya wajib menjaga kualitas pendidikan. Dari tenaga pengajar serta proses mengajar yang meliputi aspek pengabdian masyarakat dan riset dan penelitian.

“Tentu ini yang menjadi kerja keras kita ke depan sehingga memenuhi dan menjaga kualitas Universitas Cahaya Bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan Prof Udiansyah mengungkapkan kehadiran Universitas Cahaya Bangsa menambah perguruan tinggi di Provinsi Kalsel.

Berdasarkan data, terdapat 45 universitas di Bumi Lambung Mangkurat.

“Tapi yang di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang berkurang satu,” imbuhnya.

Kendati demikian, ia berharap keberadaan Universitas Cahaya Bangsa wajib menjadi wadah masyarakat untuk mengemban dunia pendidikan.

“Ini bisa meningkatkan angka partisipasi pendidikan di Indonesia, karena angkanya masih agak rendah 34 persen,” katanya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Laka Lantas Meningkat Selama 2018 di Banjarbaru, Minimnya Penerangan Jadi Pemicu
apahabar.com

Kalsel

Penjagaan Posko Dihentikan, Pencegahan Covid-19 di Kotabaru Berubah
apahabar.com

Kalsel

Dulu-Kini, Mengenal Gerakan Sosial Laung Bahenda di Batola
apahabar.com

Kalsel

Kabar Baik, Hasil Seleksi CPNS Banjarbaru Dapat Dilihat Siang Ini
apahabar.com

Kalsel

Harga Telur Ayam di Banjarmasin Turun, Pedagang Antasari: Stok Melimpah
apahabar.com

Kalsel

Kondisi Banjarmasin Pasca Supersemar (3), Bentuk Front Pancasila
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Terduga Penyusup di Demo Banjarmasin Dipulangkan, 6 Tetap Ditahan
apahabar.com

Kalsel

Demi Uighur, “Urang” Banjar Rela Hujan-hujanan di Jalan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com