ga('send', 'pageview');
Baliho Jagoannya Ditutupi Paslon Lain, Relawan Cuncung-Alpi Tunjukkan Sikap Santun Karang Payau Kotabaru Geger, Ketua RT Hilang Diduga Dimangsa Buaya! Perampokan Brutal di Kotabaru, Korban Ditusuk dan Dilempar ke Sungai Kesan Mendalam Warga Pulau Burung ke Cuncung H Maming: Relakan Gaji untuk Membuka Isolasi Gali Lubang Buat Kabur, Napi Cina Lapas Tangerang Jadi Buruan Tim Khusus

Disebut Kurang Tenaga, Proyek Food Estate Cukup lewat Intervensi TNI?

- Apahabar.com Senin, 14 September 2020 - 17:15 WIB

Disebut Kurang Tenaga, Proyek Food Estate Cukup lewat Intervensi TNI?

Menteri PUPR menyebut lahan untuk kawasan food estate itidak masuk kawasan gambut. Kontur tanahnya aluvial. Ditargetkan petani bisa panen dua kali dalam setahun. Foto: Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Ada temuan menarik dalam rapat kerja Kementerian Pertanian dengan DPR RI, Senin (14/9).

Wakil rakyat di Senayan memprediksi proyek lumbung pangan atau food estate di Kalimantan Tengah (Kalteng) bakal kekurangan tenaga kerja.

Pasalnya untuk menggarap sekitar 30 ribu hektare lahan pertanian di sana, DPR RI memprediksi tak kurang dari 150 ribu pekerja dibutuhkan.

Jumlah itu dengan estimasi 1 hektare lahan digarap minimal 5 orang. Sedangkan penduduk Kalteng dilaporkan hanya 1 juta jiwa.

“Apakah bisa ditanam sampai 30 ribu hektare? itu banyak loh,” tanya Ketua Komisi IV DPR RI Sudin ke Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (14/9), dilansir Antara.

Baca juga :  5 Fakta Unik Kekalahan MU dari Crystal Palace di Liga Inggris

Belum selesai masalah jumlah, kata dia, keterampilan tenaga kerja menggunakan alat dan mekanisasi pertanian, seperti traktor tangan dan traktor roda empat juga masih tanda tanya.

Dalam enam bulan, para calon tenaga kerja di proyek food estate Kalteng itu sudah mesti memiliki keterampilan menggunakan alat mesin pertanian (alsintan) modern.

Menanggapi itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meyakini tenaga kerja telah siap. Itu dipenuhi melalui intervensi dari TNI, seperti pelibatan bintara pembina desa, dan pekerja transmigran.

“Kami sudah turunkan ke sana, ada 300 tentara (babinsa) yang sudah terlatih dengan traktor dan ada masyarakat transimgran juga di sana,” jelasnya.

Baca juga :  Pria Medan Tertangkap di Pangkalan Bun, Selundupkan Sabu lewat Anus

Direktorat Jenderal Prasarana, dan Sarana Pertanian Kementan, sebut dia, telah menyalurkan bantuan traktor roda dua sebanyak 234 unit dengan rincian eksisting sebanyak 84 unit, dan tambahan 150 unit.

Intensifikasi pertanian seluas 30 ribu hektare pada tahun ini diharapnya dapat menyumbang produksi pangan pada akhir 2020 ini.

Mantan gubernur Sulawesi Selatan ini pun optimis megaproyek lumbung pangan itu dapat dimulai akhir tahun depan.

“Pada musim tanam Oktober 2020-Maret 2021 dapat tercapai,” jelas dia.

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Setelah Mantap ‘Cerai’ Sugianto Sabran di Pilkada Kalteng Mendatang, Habib Ismail Wait and See
apahabar.com

Kalteng

Pemprov Kalteng Perbanyak Beasiswa untuk Tingkatkan SDM
apahabar.com

Kalteng

Sambut HUT RI ke-75, TMP Kencana Kapuas Diperindah
apahabar.com

Kalteng

Belum Termasuk Kapuas, Belasan Ribu Jiwa Terdampak Banjir Kalteng
apahabar.com

Kalteng

2 Hektare Lahan di Kumai, Terbakar atau Dibakar?
apahabar.com

Kalteng

Duh, Sebaran Covid-19 di Palangka Raya Kalteng Nyaris Seribu Kasus
apahabar.com

Kalteng

Disnakertrans: Perusahaan di Kalteng Wajib Bayar THR Karyawan Paling Lambat H-7 Lebaran
apahabar.com

Kalteng

Penganiayaan Petugas Pemakaman Covid-19 Kalteng Diatensi Gubernur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com