Habib Banua Sedih Jokowi Legalkan Produksi Miras, Sentil Para Pembisik Presiden Kronologis Penangkapan Penusuk Wildan, Mahasiswa Tanbu yang Tewas Dikeroyok BRAVO! Para Penusuk Wildan Mahasiswa ULM asal Tanbu Diringkus Polisi Transkrip PPK Banjar Terima Rp10 Juta Beredar, Bawaslu Turun Tangan POPULER KALSEL SEPEKAN: Panasnya Sidang MK, Penangkapan Pedofil Tapin, hingga Kisruh Elpiji Langka

Duduki Urutan Keenam Nasional, Dana Bansos Dominasi Aduan Warga ke Ombudsman Kalsel

- Apahabar.com Selasa, 29 September 2020 - 17:58 WIB

Duduki Urutan Keenam Nasional, Dana Bansos Dominasi Aduan Warga ke Ombudsman Kalsel

Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Kalimantan Selatan (Kalsel) menduduki peringkat keenam terkait jumlah pengaduan masyarakat. Foto-Ilustrasi/Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Sampai dengan September 2020, Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Kalimantan Selatan (Kalsel) menduduki peringkat keenam terkait jumlah pengaduan masyarakat.

“Kita berada di urutan keenam se Indonesia terkait jumlah pengaduan masyarakat yang masuk,” ucap Kepala Keasistenan Bidang Pencegahan Ombudsman RI Perwakilan Kalsel, Supian Hadi kepada apahabar.com, Selasa (29/9) siang tadi.

Di mana jumlah pengaduan masyarakat yang masuk ke Ombudsman RI Perwakilan Kalsel sebanyak 386 aduan atau 4 persen dari jumlah penyumbang aduan se Indonesia.
Peringkat pertama diisi Ombudsman RI sebanyak 2.266 aduan.

Kedua ada Kantor Ombudsman RI Perwakilan Nusa Tenggara Timur sebanyak 620 aduan. Disusul Kantor Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah 562 aduan.
Selanjutnya, Kepulauan Bangka Belitung 506 aduan. Terakhir, setingkat di atas Kalimantan Selatan terdapat Lampung sebanyak 390 aduan.

“Masyarakat yang mengunjungi Ombudsman RI Perwakilan Kalsel dengan berbagai cara. Dari datang langsung, whatsApp, surat, telepon, email, investigasi inisiatif, hingga media sosial. Dengan total laporan sebanyak 386 aduan,” beber Alumnus FH ULM ini.

Sejauh ini, aduan masyarakat Kalsel masih didominasi masalah bantuan sosial Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 sebanyak 39 kasus.

“Ada lain-lain 24 kasus. Ditambah soal distribusi air 14 kasus, layanan program pertanahan non reguler 13 kasus, pelayanan medik dan penunjang medik 7 kasus, dana desa 6 kasus, pendaftaran tanah pertama kali 6 kasus, penerimaan laporan (krimum, krimsus dan propam) 5 kasus.”

“Lalu soal penyelidikan penyidikan penetapan tersangka, DPO, visum, labkrim 5 kasus, hak pegawai 3 kasus, dan penerimaan peserta didik baru 3 kasus,” pungkasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Hari Ini Kondisi Cuaca di Kalsel Cukup Bersahabat
HSS

Kalsel

242 SD di HSS Siap Gelar Sekolah Tatap Muka, Begini Teknisnya
apahabar.com

Kalsel

Dugaan Korupsi KONI Banjarbaru, Jaksa Amankan Rp 9 Juta
apahabar.com

Kalsel

PUPR Banjarmasin Segera Lanjutkan Proyek Siring Muara Kelayan
apahabar.com

Kalsel

DKP3 Banjarbaru Bagikan Ayam dan Bebek untuk Warga Terdampak Covid-19
Populer Sepekan

Kalsel

POPULER SEPEKAN: Koyem Angkat Topi untuk Sugianto hingga Denny Indrayana Meradang Endus Kecurangan
Banjarmasin Utara

Kalsel

Terungkap! Ada Motif Lain Pembunuhan Suami Baru di Banjarmasin Utara
apahabar.com

Kalsel

Tetap Bertahan, Masa Tolak UU Cipta Kerja Bakar Api Unggun Depan DPRD Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com