2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan

Duduki Urutan Keenam Nasional, Dana Bansos Dominasi Aduan Warga ke Ombudsman Kalsel

- Apahabar.com Selasa, 29 September 2020 - 17:58 WIB

Duduki Urutan Keenam Nasional, Dana Bansos Dominasi Aduan Warga ke Ombudsman Kalsel

Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Kalimantan Selatan (Kalsel) menduduki peringkat keenam terkait jumlah pengaduan masyarakat. Foto-Ilustrasi/Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Sampai dengan September 2020, Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Kalimantan Selatan (Kalsel) menduduki peringkat keenam terkait jumlah pengaduan masyarakat.

“Kita berada di urutan keenam se Indonesia terkait jumlah pengaduan masyarakat yang masuk,” ucap Kepala Keasistenan Bidang Pencegahan Ombudsman RI Perwakilan Kalsel, Supian Hadi kepada apahabar.com, Selasa (29/9) siang tadi.

Di mana jumlah pengaduan masyarakat yang masuk ke Ombudsman RI Perwakilan Kalsel sebanyak 386 aduan atau 4 persen dari jumlah penyumbang aduan se Indonesia.
Peringkat pertama diisi Ombudsman RI sebanyak 2.266 aduan.

Kedua ada Kantor Ombudsman RI Perwakilan Nusa Tenggara Timur sebanyak 620 aduan. Disusul Kantor Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah 562 aduan.
Selanjutnya, Kepulauan Bangka Belitung 506 aduan. Terakhir, setingkat di atas Kalimantan Selatan terdapat Lampung sebanyak 390 aduan.

“Masyarakat yang mengunjungi Ombudsman RI Perwakilan Kalsel dengan berbagai cara. Dari datang langsung, whatsApp, surat, telepon, email, investigasi inisiatif, hingga media sosial. Dengan total laporan sebanyak 386 aduan,” beber Alumnus FH ULM ini.

Sejauh ini, aduan masyarakat Kalsel masih didominasi masalah bantuan sosial Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 sebanyak 39 kasus.

“Ada lain-lain 24 kasus. Ditambah soal distribusi air 14 kasus, layanan program pertanahan non reguler 13 kasus, pelayanan medik dan penunjang medik 7 kasus, dana desa 6 kasus, pendaftaran tanah pertama kali 6 kasus, penerimaan laporan (krimum, krimsus dan propam) 5 kasus.”

“Lalu soal penyelidikan penyidikan penetapan tersangka, DPO, visum, labkrim 5 kasus, hak pegawai 3 kasus, dan penerimaan peserta didik baru 3 kasus,” pungkasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kisruh Jemaah Travellindo, Tetap Berangkat tapi….
apahabar.com

Kalsel

Api Lumat 3 Bangunan di Kelurahan Sekumpul, Kerugian Ditaksir Rp 395 Juta 
apahabar.com

Borneo

Dirjen Gakkum KLHK Ingatkan Korporasi ‘Nakal’
apahabar.com

Kalsel

Pria Gangguan Jiwa Ditemukan Tewas Gantung Diri di Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Banjir di Tapin, PLN: Antisipasi Bahaya Listrik dengan 5 Langkah Aman
apahabar.com

Kalsel

Masuk Masa Kampanye, Foto Petahana Ibnu Sina Masih Terpampang di Kawasan Balai Kota
apahabar.com

Kalsel

Selasa Pagi, Pemkab HST Gelar Salat Minta Hujan
apahabar.com

Kalsel

SMAN 5 Banjarmasin Harapkan Lahirkan Lulusan Berdaya Saing
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com