Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Dugaan Pungli di Banjarmasin, Ombudsman Kalsel Kontongi Laporan dari SD hingga MAN

- Apahabar.com Selasa, 29 September 2020 - 20:24 WIB

Dugaan Pungli di Banjarmasin, Ombudsman Kalsel Kontongi Laporan dari SD hingga MAN

Kepala Keasistenan Bidang Pencegahan Ombudsman RI Kalsel, Supian Hadi. Foto-apahabar.com/M Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Sampai dengan September 2020, Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Kalimantan Selatan (Kalsel) menduduki peringkat keenam terkait jumlah pengaduan masyarakat.

Di mana, jumlah aduan yang masuk ke Ombudsman RI Perwakilan Kalsel sebanyak 386 orang.

Di luar kasus bantuan sosial Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Ombudsman RI Kalsel juga menerima puluhan aduan terkait dugaan pungutan liar di sekolah.

Dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga madrasah aliyah negeri di Banjarmasin.

“Di sektor pendidikan, kasus yang paling banyak dikeluhkan soal dugaan pungutan liar,” ucap Kepala Keasistenan Bidang Pencegahan Ombudsman RI Kalsel, Supian Hadi kepada apahabar.com, Selasa (29/9) siang.

Permasalahannya pun, kata dia, beraneka ragam.

Salah satunya ada murid yang tidak bisa mengambil ijazah karena tidak melunasi pungutan-pungutan yang diwajibkan komite sekolah.

Oknum sekolah melakukan itu dengan berbagai macam modus operandi. Mulai berupa pungutan sampai dengan berkedok infaq.

Sebagai contoh salah satu sekolah dasar di Banjarmasin.

Di mana pihak sekolah mewajibkan murid untuk berinfaq sebesar Rp 5 ribu setiap Jumat.

“Padahal infaq sendiri sifatnya sukarela, bukan ditentukan minimal sebesar Rp 5 ribu. Kita sudah minta klarifikasi sekolah dan dinas pendidikan. Walhasil laporan itu dihentikan,” katanya.

Terbaru, mereka juga telah menerima laporan terkait dugaan pungli di salah satu MAN di Banjarmasin.

Sejumlah dokumen maupun barang bukti sudah mereka dikantongi.

Kendati demikian, mereka meminta sang pelapor untuk melengkapi dokumen yang diperlukan.

“Jadi akan dimintakan lagi kepada pelapor. Mungkin nanti, kami meminta instansi di atasnya yakni Kementerian Agama untuk turun,” cetusnya.

Mereka mencari strategi khusus agar masalah dugaan pungli ini masuk dalam kewenangan Ombudsman RI Kalsel.

“Ini kami terima dulu, selanjutnya pihak penerimaan data dan verifikasi laporan yang akan memeriksa berkas apa yang harus dilengkapi. Sebagai tindak lanjut, kami bisa memanggil kepala sekolah bersangkutan atau meminta instansi di atasnya untuk melakukan pemeriksaan,” pungkasnya.

Editor: Zainal - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Razia Masker di Banjar, Puluhan Pelanggar Disanksi Baca Doa Selamat

Kalsel

Waswas Covid-19, RT Surgi Mufti Siasati Pembagian Sembako
apahabar.com

Kalsel

Sabu dalam Permen, Pria Salon di Tanbu Kena Ciduk
apahabar.com

Kalsel

Intip Kesaksian Korban Pencatutan Medsos Penghina Abah Guru Sekumpul
apahabar.com

Kalsel

Komunitas Kalsel Peduli Turut Berduka
apahabar.com

Kalsel

Hasil Swab Cuncung dan Alpiya Rakhman Negatif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Bertambah 52 Orang, Kasus Covid-19 di Kalsel 10.289
apahabar.com

Kalsel

Brigjen Syaiful Jabat Danrem 161/Wirasakti Kupang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com