Nekat Takbir Keliling di Kalsel, Simak Sanksi yang Bakal Diterapkan Polisi Subuh Hilang Kontak, Seorang Pria di Telaga Biru Banjarmasin Ditemukan Jadi Mayat Dapat Hidayah, Warga Binaan Lapas Balikpapan Ini Ketika Bebas Ingin Jadi Guru Ngaji Simpan Sabu di Lipatan Kasur, Warga Kelayan Banjarmasin Ini Mati-matian Tak Mengaku Lindungi Hak Konsumen, SPBU Banjarmasin Ditera Ulang

Dugaan Suap Bupati Kutim dan Istri: KPK Panggil Puluhan Saksi, ASN hingga Pengurus KNPI

- Apahabar.com Rabu, 9 September 2020 - 12:56 WIB

Dugaan Suap Bupati Kutim dan Istri: KPK Panggil Puluhan Saksi, ASN hingga Pengurus KNPI

Bupati Kutai Timur Ismunandar bersama istrinya, Encik UR Firgasih. Sumber: instagram.com/h_ismunandar/

apahabar.com, JAKARTA – KPK memanggil puluhan saksi dalam penyidikan lanjutan dugaan suap Bupati Kutai Timur (Kutim), Ismunandar. Totalnya mencapai 20 orang.

Sebagai pengingat, Ismunandar dan istrinya Encek Unguria diduga menerima suap terkait pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Kutim tahun 2019-2020.

Mereka bersama sejumlah pejabat di Pemkab Kutim beserta kontrak ditangkap tim KPK di sebuah hotel di Jakarta, Kamis 3 Juli kemarin.

“Pemeriksaan 20 saksi untuk tersangka ISM (Ismunandar/Bupati Kutai Timur nonaktif) di Mapolresta Samarinda, 9 September,” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya, Rabu (9/9).

Sebanyak 20 saksi, yakni Kepala Bappeda Kutai Timur Edward Azran, Kasubbag Perencanaan Bappeda Kutai Timur Arham, Kasie Program Bapenda Kutai Timur Panji Asmara, Anggota DPRD Kutai Timur Fraksi PDIP Faizal Rahman, Bayu dari unsur swasta.

Selanjutnya, pengurus DPD KNPI Kutai Timur Surpani, Lila Mei Puspitasari dari unsur swasta, Anik selaku wiraswasta, Kabid Anggaran BPKAD Kutai Timur Awang Amir.

Kemudian 11 ASN pada Sekretariat DPRD Kutai Timur masing-masing Ayub Arruan Bone, Ence Febri Irawan, Fery Maulana, Ichwansyah, Juliansyah, Muhammad Julfianur, Nanang, Rifai NL, Taufik Hidayat, Urip Santosa, dan Yufri Eka.

Selain Ismunandar, KPK juga telah menetapkan enam tersangka lainnya, yaitu empat tersangka penerima suap lainnya, yakni Ketua DPRD Kutai Timur Encek Unguria (EU) yang juga istri Ismunandar, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutai Timur Musyaffa (MUS), Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kutai Timur Suriansyah (SUR), dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kutai Timur Aswandini (ASW).

Kemudian dua tersangka pemberi suap, yakni Aditya Maharani (AM) selaku kontraktor dan Deky Aryanto (DA) selaku rekanan.

Dalam tangkap tangan kasus tersebut, ditemukan uang tunai sebesar Rp170 juta, beberapa buku tabungan dengan total saldo Rp4,8 miliar, dan sertifikat deposito sebesar Rp1,2 miliar.

Penerimaan sejumlah uang tersebut diduga karena Ismunandar selaku bupati menjamin anggaran dari rekanan yang ditunjuk agar tidak mengalami pemotongan anggaran dan Encek selaku Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur melakukan intervensi dalam penunjukan pemenang terkait dengan pekerjaan di pemkab setempat.

Musyaffa selaku kepercayaan Bupati juga melakukan intervensi dalam menentukan pemenang pekerjaan di Dinas Pendidikan dan Pekerjaan Umum di Kutai Timur.

Sementara itu, Suriansyah selaku Kepala BPKAD mengatur dan menerima uang dari setiap rekanan yang melakukan pencairan termin sebesar 10 persen dari jumlah pencairan.

Selanjutnya, Aswandini selaku kepala Dinas PU mengatur pembagian jatah proyek bagi rekanan yang akan menjadi pemenang.

Dalam konstruksi perkara juga disebutkan terdapat penerimaan uang Tunjangan Hari Raya (THR) dari Aditya masing-masing Rp100 juta untuk Ismunandar, Musyaffa, Suriansyah, dan Aswandini pada 19 Mei 2020 serta transfer ke rekening bank atas nama Aini senilai Rp125 juta untuk kepentingan kampanye Ismunandar pada Pilkada 2020. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Gelar Ratusan BTS, Telkomsel Dukung Digitalisasi Perbatasan Kalimantan
apahabar.com

Kaltim

Bupati AGM: Jembatan Tol Teluk Balikpapan-PPU Wajib dan Harus Dibangun
Wakapolda Kaltim

Kaltim

Wakapolda Kaltim dan 2.296 Nakes Jalani Vaksinasi
apahabar.com

Kaltim

Pemerintah Targetkan 126 Juta Hektar Lahan di Kaltim Dilindungi
apahabar.com

Kaltim

Gagal Paham soal Parsel, Wagub Hadi Beri Klarifikasi
Sabu Samarinda

Kaltim

2 Pengedar Dibekuk, 1 Kg Sabu Samarinda Gagal Mendarat di Tanjung Kalsel

Kaltim

Diutus Presiden, Wamentan Tinjau Ketersediaan Pupuk di Bontang Kaltim

Kaltim

Pemkot Balikpapan Tak Anjurkan Salat Idulfitri di Tempat Terbuka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com