Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi Pekan Ini, Rupiah Berpeluang Tembus Rp 14.000 Dini Hari, Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km

Esok Pendaftaran Paslon, ASN Kotabaru Diwanti-wanti Netral!

- Apahabar.com Kamis, 3 September 2020 - 16:05 WIB

Esok Pendaftaran Paslon, ASN Kotabaru Diwanti-wanti Netral!

Sekretaris Daerah Kotabaru, Said Akhmad meminta para ASN untuk netral selama pendaftaran bakal paslong esok. Foto-apahabar.com/Masduki

apahabar.com, KOTABARU – Kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kotabaru semakin dekat.

Esok, Jumat (4/9), KPU Kotabaru mulai membuka pendaftaran bakal pasangan calon (paslon).

Menyikapi itu, Sekretaris Daerah Kotabaru, Said Akhmad, mewanti-wanti agar para aparatur sipil negara (ASN) menjaga netralits mereka.

“Nah, berkenaan dengan peringatan ini, kami juga sudah mengeluarkan surat edaran. Isinya, agar semua ASN bisa netral di Pilkada mendatang,” ujar Said, dijumpai apahabar.com, Kamis (3/9) siang.

Apabila terdapat temuan ASN tidak netral atau terlibat langsung mendukung salah satu pasangan calon Pilkada, maka secara aturan akan ditindak oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Intinya, surat peringatan sudah pula kami sampaikan ke Bawasalu Kotabaru. Jadi, kalau ada ASN kita yang terbukti tidak netral, silakan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” ujar eks Sekda Tanbu ini.

Sekadar informasi tambahan, menjelang penerimaan pendaftaran pasangan bakal calon Pilkada, KPU setempat tampak melakukan berbagai persiapan. Di antaranya, pemasangan tenda di halaman kantor KPU.

Tak Boleh Konvoi

Para bakal pasangan calon (paslon) diminta tidak mengadakan konvoi, arak-arakan, atau kerumunan massa saat pendaftaan di KPU, mulai Jumat (4/9) hingga Minggu (6/9).

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melarang itu lantaran situasi tengah pandemi Covid-19.

“Saya tegaskan tidak ada arak-arakan atau konvoi dalam pendaftaran yang tidak mengindahkan protokol kesehatan,” ujar Tito dalam rapat koordinasi bersama BPKP dan pemda yang ditayangkan secara daring, dilansir dari Kompas.com, Kamis (3/9).

Pilkada tahun ini, kata dia, tetap dilakukan. Namun dengan protokol kesehatan yang ketat. Termasuk membatasi jumlah pendukung saat pendaftaran.

Eks kapolri ini juga meminta pendukung masing-masing bakal calon memantau proses pendaftaran secara virtual, sesuai peraturan komisi pemilihan umum (PKPU).

“Salah satunya yang ada dalam peraturan KPU menyatakan pada saat pendaftaran itu tidak boleh ada konvoi, tak ada massa dalam jumlah besar yang mendampingi paslon. Jadi jumlahnya terbatas. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelas Tito.

Pilkada tahun ini akan digelar di 270 wilayah di Indonesia. Meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Awalnya, hari pemungutan suara Pilkada akan digelar pada 23 September. Namun karena pandemi Covid-19, hari pencoblosan diundur hingga 9 Desember mendatang.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Masduki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Survei Litbang Kompas, Elektabilitas Jokowi-Prabowo Selisih 11,8 Persen
apahabar.com

Politik

Direstui PDIP, Ovie-Iwansyah Menanti Dukungan Golkar
apahabar.com

Politik

Meninggal Dunia, DCT Anggota Legislatif Kotabaru Berubah
apahabar.com

Politik

Selain Kesehatan Gratis, SHM-MAR Akan Programkan 1 Desa 1 Bidan dan 1 Perawat
apahabar.com

Politik

Rela Basah Kuyup, Paman Birin: Demi Maelangi Rakyat
apahabar.com

Politik

Sandiaga Uno: Sekarang  Saya Sudah 100% Siap
apahabar.com

Politik

Nomor Urut Diundi, Cuma 1 Paslon Pilwali Banjarmasin Taat Prokes!
Pilkada Serentak 2020

Politik

Selalu Kenakan Laung, BirinMu Ingin Lestarikan Tradisi Urang Banua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com