Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Esok Pendaftaran Paslon, ASN Kotabaru Diwanti-wanti Netral!

- Apahabar.com Kamis, 3 September 2020 - 16:05 WIB

Esok Pendaftaran Paslon, ASN Kotabaru Diwanti-wanti Netral!

Sekretaris Daerah Kotabaru, Said Akhmad meminta para ASN untuk netral selama pendaftaran bakal paslong esok. Foto-apahabar.com/Masduki

apahabar.com, KOTABARU – Kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kotabaru semakin dekat.

Esok, Jumat (4/9), KPU Kotabaru mulai membuka pendaftaran bakal pasangan calon (paslon).

Menyikapi itu, Sekretaris Daerah Kotabaru, Said Akhmad, mewanti-wanti agar para aparatur sipil negara (ASN) menjaga netralits mereka.

“Nah, berkenaan dengan peringatan ini, kami juga sudah mengeluarkan surat edaran. Isinya, agar semua ASN bisa netral di Pilkada mendatang,” ujar Said, dijumpai apahabar.com, Kamis (3/9) siang.

Apabila terdapat temuan ASN tidak netral atau terlibat langsung mendukung salah satu pasangan calon Pilkada, maka secara aturan akan ditindak oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Intinya, surat peringatan sudah pula kami sampaikan ke Bawasalu Kotabaru. Jadi, kalau ada ASN kita yang terbukti tidak netral, silakan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” ujar eks Sekda Tanbu ini.

Sekadar informasi tambahan, menjelang penerimaan pendaftaran pasangan bakal calon Pilkada, KPU setempat tampak melakukan berbagai persiapan. Di antaranya, pemasangan tenda di halaman kantor KPU.

Tak Boleh Konvoi

Para bakal pasangan calon (paslon) diminta tidak mengadakan konvoi, arak-arakan, atau kerumunan massa saat pendaftaan di KPU, mulai Jumat (4/9) hingga Minggu (6/9).

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melarang itu lantaran situasi tengah pandemi Covid-19.

“Saya tegaskan tidak ada arak-arakan atau konvoi dalam pendaftaran yang tidak mengindahkan protokol kesehatan,” ujar Tito dalam rapat koordinasi bersama BPKP dan pemda yang ditayangkan secara daring, dilansir dari Kompas.com, Kamis (3/9).

Pilkada tahun ini, kata dia, tetap dilakukan. Namun dengan protokol kesehatan yang ketat. Termasuk membatasi jumlah pendukung saat pendaftaran.

Eks kapolri ini juga meminta pendukung masing-masing bakal calon memantau proses pendaftaran secara virtual, sesuai peraturan komisi pemilihan umum (PKPU).

“Salah satunya yang ada dalam peraturan KPU menyatakan pada saat pendaftaran itu tidak boleh ada konvoi, tak ada massa dalam jumlah besar yang mendampingi paslon. Jadi jumlahnya terbatas. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelas Tito.

Pilkada tahun ini akan digelar di 270 wilayah di Indonesia. Meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Awalnya, hari pemungutan suara Pilkada akan digelar pada 23 September. Namun karena pandemi Covid-19, hari pencoblosan diundur hingga 9 Desember mendatang.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Masduki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Cabup Balangan Ansaruddin Pimpin Salat Jenazah Pasien Covid-19
apahabar.com

Politik

Pembenahan Sungai hingga Perhatian di Bidang Agama, Harapan Warga ke Ustadz Mushaffa Zakir
apahabar.com

Politik

Kawal Ketat Pilwali Banjarmasin 2020, KPU Batasi Jumlah Kerumunan Massa

Politik

VIDEO: Muhidin Minta DPP PAN Kaji Ulang soal Sanksi
apahabar.com

Politik

Penjaringan Peserta Pilkada 2020, PAN Banjarmasin Gamang
apahabar.com

Politik

Jokowi Kampanye Terbuka di Cirebon dan Indramayu
apahabar.com

Politik

Pilgub Kalsel 2020, Restu Megawati Belum Turun untuk Sahbirin-Muhidin
apahabar.com

Politik

Langgar Kode Etik, Kadisdukcapil Banjarmasin Diproses Bawaslu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com