Mardani H Maming: Hipmi Optimis Pemimpin Muda Kalsel Mampu Bangkitkan Ekonomi Daerah Ketua DPRD Banjar: 100 Hari Program Bupati Harus Penangan Pascabanjir DPP Demokrat Pecat Marzuki Alie dan 6 Kader, Simak Alasannya Duh, Positif Covid-19 Kapuas Bertambah Lagi 50 Kasus Tiga Gus Pimpin Jatim, Bak Angin Segar Bagi Kinerja ASN

Fakta di Perbatasan, Bawaslu Cium Dugaan Pemilih Ganda di Pilgub Kalsel 2020

- Apahabar.com Selasa, 15 September 2020 - 15:17 WIB

Fakta di Perbatasan, Bawaslu Cium Dugaan Pemilih Ganda di Pilgub Kalsel 2020

Ketua KPU Tabalong, Ardiansyah. Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Selatan (Kalsel) mencium adanya dugaan puluhan pemilih ganda di Pilgub Kalsel 2020 ini.

“Ada dari Kabupaten Barito Timur yang melakukan Coklit (Pencocokan dan penelitian) dan Kabupaten Tabalong juga melakukan Coklit. Jadi yang bersangkutan mempunyai hak pilih di mana. Ini perlu kejelasan,” ucap Ketua Bawaslu Kalsel, Erna Kasypiah, Selasa (15/9) siang.

Berdasarkan hasil identifikasi, dugaan pemilih ganda sebanyak 47 orang yang terdiri dari 1 desa di Kabupaten Tabalong.

“Itu jumlah yang harus diperhatikan kembali oleh penyelenggara. Apakah yang bersangkutan masuk daerah Barito Timur atau Tabalong,” bebernya.

Tidak hanya itu, Bawaslu Kalsel juga menemukan pemilih asal Kabupaten Balangan yang masuk ke wilayah Kaltim dan Kotabaru. Namun, ia tidak menyebutkan secara detil berapa jumlah pemilih tersebut.

“Nanti akan dilakukan tracking kembali. Jika memang masuk Kotabaru, apakah sudah dicoklit oleh kawan-kawan Kotabaru atau tidak,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Tabalong, Ardiansyah mengatakan terdapat satu desa yang berada di antara perbatasan Kabupaten Tabalong dan Barito Timur, yakni Desa Ambung Raya.

“Sejak 2018, berdasarkan putusan Kemendagri Nomor 40 Tahun 2018, wilayah tersebut menjadi wilayah administrasi Tabalong, akan tetapi karena dalam rangka melindungi hak pilih, kawan-kawan Bartim juga harus memastikan data tersebut,” katanya.

Memang secara indentitas, pemilih di sana masih memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Barito Timur, sehingga diduga ada kegandaan.

Karena coklit Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) berdasarkan form AKWK dan KTP elektronik.

“Jika tidak bisa menunjukkan KTP elektronik, maka bisa dibantu dengan kartu keluarga (KK). Sehingga dari proses tersebut, maka terjadi dugaan kegandaan sebanyak 7 kepala keluarga,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Mengintip Harga Seragam Dinas Anggota DPRD Kalsel, Angkanya Fantastis!
Sambangi PMI, KNPI Banjarmasin: Corona Tak Menular Melalui Darah

Kalsel

Sambangi PMI, KNPI Banjarmasin: Corona Tak Menular Melalui Darah
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kotabaru: 1 Meninggal dan 2 Positif
apahabar.com

Kalsel

Hujan Lebat, Desa Hangui di Tapin Ikut Terendam

Kalsel

Sungai di Martapura Meluap, Beberapa Desa Kebanjiran
apahabar.com

Kalsel

Tunggu Restu Orang Tua, H Zanie Akan Lakukan Ini di HST
hujan

Kalsel

Satlantas Tabalong Bantu Evakuasi Kendaraan Mogok Akibat Banjir
3 Lokasi Tanah Ambles di Balangan, Halong hingga Desa Matang Lurus

Kalsel

3 Lokasi Tanah Ambles di Balangan, Halong hingga Desa Matang Lurus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com