RAKERNAS 2021 Dibuka Jokowi, Ketum Hipmi: Saatnya Jadi Bangsa Produktif Jokowi di Rakernas Hipmi 2021: Investasi-Hilirisasi Industri Jadi Kunci Pengamat: Hati-Hati Manuver Politik KLB Demokrat, RK! Duh, Jembatan Perhotelan Sepanjang Ahmad Yani Banjarmasin Dituding Langgar IMB Top! Jamu Gendong Ibu Nining asal Kintap Tembus Pasar Eropa

Gelar Budaya Etnis Selendang Sutra Yogyakarta, Wadah Promosi Budaya Banjar di Level Nasional

- Apahabar.com Jumat, 25 September 2020 - 10:20 WIB

Gelar Budaya Etnis Selendang Sutra Yogyakarta, Wadah Promosi Budaya Banjar di Level Nasional

Ilustrasi tarian Banjar. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – DPD KNPI Kalsel menghadiri Gelar Budaya Etnis Selendang Sutra yang diadakan Persatuan Mahasiswa Kalimantan Selatan di Yogyakarta, Rabu 23 September 2020, kemarin.

“Kita jajaran pengurus mengapresiasi acara yang dilaksanakan oleh kawan-kawan PMKS Yogyakarta,” ucap Ketua DPD KNPI Kalsel, Fazlur Rahman, kepada apahabar.com, Jumat (25/9) pagi.

Menurut Fazlur, acara ini sangat penting untuk mengenalkan budaya Banjar kepada masyarakat Yogyakarta.

Ia berharap acara selanjutnya dapat menampilkan lebih banyak budaya Banjar, mengingat kegiatan ini sejalan program Pemprov Kalsel dalam mempromosikan budaya Banjar di kancah nasional.

KNPI Kalsel juga berperan dalam memberikan bantuan pelaksanaan acara tersebut.

“Kami berharap acara ini mendapat support dan dukungan juga dari pemerintah daerah terutama Pemprov Kalsel,” katanya.

Sementara Ketua PMKS Yogyakarta, Ronald Hendrawan, mengatakan ini merupakan acara tahunan dari Dinas Kebudayaan D. I. Yogyakarta untuk mengenalkan budaya daerah dari semua provinsi di Indonesia.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Selendang Sutera masa pandemi ini diselenggarakan di asrama masing-masing provinsi.

Acara ini diselenggarakan di Asrama Mahasiswa Kalimantan Selatan Lambung Mangkurat, Yogyakarta.

Acara Selendang Sutra tahun ini pun punya konsep yang berbeda dari tahun sebelumnya.

“Tahun ini Dinas Kebudayaan DIY mengharuskan agar kegiatan tersebut didokumentasikan berupa video,” jelas Ronald.

Harapannya, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan ini dapat melestarikan budaya Kalsel.

Beberapa kebudayaan Kalsel yang dipamerkan berupa makanan tradisional, pakaian tradisional, tarian tradisional, dan alat musik tradisional.

Ada pula penampilan fashion show kain sasirangan untuk mempromosikan kain khas Kalsel tersebut.

Sanggar Junjung Banua, salah satu badan semi-otonom dari PMKS-Yogyakarta juga menampilkan beberapa pertunjukan.

Mereka mementaskan seni tari dan musik. Musik yang ditampilkan oleh PMKS adalah musik panting dengan irama melayu khas Banjar.

Pada kesempatan kali ini Sanggar Junjung Banua membawakan lagu berjudul Sijantung Hati lawan Karindangan.

Ada pun tari yang ditampilkan ialah Tarian Manangguk, di dalam tarian itu menceritakan tentang masyarakat Dayak Maanyan yang sedang mencari ikan di sungai.

Pemilihan tema tari Dayak ini bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa Kalsel mempunyai dua elemen dalam kultur budaya, yaitu Budaya Banjar dan Budaya Dayak.

“Di tahun-tahun sebelum nya, kami menampilkan nuansa Melayu Banjar, khusus untuk event tahun ini nuansa yang kami pilih adalah nuansa Dayak Maanyan” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

APD Pesanan Pemkot Banjarmasin Sudah Tiba, Mulai Dibagikan ke RS dan Puskesmas

Kalsel

APD Pesanan Pemkot Banjarmasin Sudah Tiba, Mulai Dibagikan ke RS dan Puskesmas
apahabar.com

Kalsel

Berantas Balap Liar, Polisi Jaring Enam ABG di Banjarmasin Timur
apahabar.com

Kalsel

Kisah Inspiratif Ahmad Rifai, Sukses Jadi Pedagang Ikan di Usia 26 Tahun
apahabar.com

Kalsel

Perayaan Imlek dan Partisipasi Non-Konghucu di Banjarmasin
apahabar.comj

Kalsel

Pengerjaan Siring Sungai Kemuning Hampir Selesai, PUPR Kota : Tinggal Pasang Bronjong
apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin Mulai Tutup Pintu Perbatasan dengan Batola

Kalsel

Dua Pejabat Banjarbaru Dibui, Wali Kota Siap Berikan Pendampingan Hukum
apahabar.com

Kalsel

Penerimaan Pajak Alat Berat Sulit Capai Target, Ini Penyebabnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com