ga('send', 'pageview');
Pelaku Perampokan Brutal di Kelumpang Hulu Kotabaru Akhirnya Ditangkap! Misteri Kematian Istri Muda Kades di HST, Polisi Tepis Isu Kerusakan Alat Vital Korban Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Pilkada Kalsel 2020 Jalan Terus Identitasnya Dikantongi, Polisi Buru Dalang Perampokan Brutal di Kotabaru VIDEO: Menegangkan, Detik-Detik Warga Kotabaru Rebut Jasad dari Mulut Buaya

Gubernur Anies Tegaskan PSBB Total Menekankan pada Pengetatan

- Apahabar.com Sabtu, 12 September 2020 - 23:36 WIB

Gubernur Anies Tegaskan PSBB Total Menekankan pada Pengetatan

Warga berolah raga tanpa mengenakan masker, di Danau Sunter, Jakarta, Selasa (8/9) Foto-Antara/Wahyu Putro

apahabar.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total akan menekankan pada pengetatan protokol kesehatan pada semua sektor.

“Semua sektor akan ada pengetatan. Saya garis bawahi juga bahwa kebijakan ini bukan pelarangan. Tapi ini adalah pengetatan pembatasan,” kata Gubernur Anies di Balai Kota Jakarta, Sabtu (12/9) malam.

Gubernur Anies menjelaskan bahwa selama PSBB total, masyarakat tetap bisa berkegiatan namun dengan pembatasan yang lebih ketat dibandingkan dengan PSBB sebelumnya.

“Artinya tetap berkegiatan tapi ada pembatasan yang ketat untuk memotong mata rantai [Covid-19],” tambahnya.

Dia mengatakan aturan PSBB total akan segera diumumkan pada Minggu (13/9).

“Besok kami akan umumkan, karena malam hari ini akan kami tuntaskan aturannya. Nanti sudah ada dalam bentuk peraturan dan sudah ada pasalnya. Ada perincian detail sehingga tidak muncul interpretasi yang berbeda,” ujarnya

Baca juga :  Operasi Yustisi TNI-Polri di Pengaron, 7 Warga Terjaring Tak Kenakan Masker

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi “menginjak rem darurat” yang mencabut kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Transisi dan memberlakukan kembali PSBB total.

“Dengan melihat keadaan darurat ini di Jakarta, tidak ada pilihan lain selain keputusan untuk tarik rem darurat. Artinya kita terpaksa memberlakukan PSBB seperti awal pandemi. inilah rem darurat yang harus kita tarik,” kata Anies dalam keterangan pers yang disampaikan di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9) malam.

Alasan Anies untuk mengambil keputusan tersebut bagi Jakarta, karena tiga indikator yang sangat diperhatikan oleh Pemprov DKI Jakarta yaitu tingkat kematian, ketersediaan tempat tidur isolasi, dan ICU khusus Covid-19 dan tingkat kasus positif di Jakarta.

Baca juga :  Restoran Terapung Banjarmasin Akhirnya Diresmikan, Ibnu Sina: Harus Jadi Ikon Daerah

“Dalam dua pekan angka kematian meningkat kembali, secara persentase rendah tapi secara nominal angkanya meningkat kembali. Kemudian tempat tidur ketersediaannya maksimal dalam sebulan kemungkinan akan penuh jika kita tidak lakukan pembatasan ketat,” ucap Anies.

Pemberlakuan kembali PSBB yang diperketat ini mulai Senin (14/9) namun belum diketahui kapan berakhirnya.

Diketahui, angka rataan kasus positif (positivity rate) Covid-19 di Jakarta adalah 13,2 persen atau di atas ketentuan aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di bawah angka 5 persen.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Ingin Jajarannya Ambil Langkah Konkret Respons Covid-19
apahabar.com

Nasional

Keracunan Ayam Kremes, Korban Mencapai 93 Orang
apahabar.com

Nasional

Dewan Dukung Penambahan Petugas Haji  
apahabar.com

Nasional

Usai Keguguran, Arumi Bachsin Langsung Beraktivitas
apahabar.com

Nasional

Bio Farma Mulai Uji Klinis Vaksin Covid-19
apahabar.com

Nasional

KPK Terima Banyak Laporan Dugaan Korupsi Pemilihan Rektor
apahabar.com

Nasional

Terkait Penghentian Umrah, Ma’ruf Amin: Pemerintah Sedang Negosiasi dengan Arab Saudi
Update 8 April: 1.939 Orang MD akibat Corona di Amerika

Nasional

Update 8 April: 1.939 Orang MD akibat Corona di Amerika
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com