Sekolah Tatap Muka di Kalsel, Banyak Laporan Kekhawatiran Ortu Rontok Lagi! Bawaslu RI Tolak Laporan Keberatan Denny Indrayana Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin

Gubernur Anies Tegaskan PSBB Total Menekankan pada Pengetatan

- Apahabar.com Sabtu, 12 September 2020 - 23:36 WIB

Gubernur Anies Tegaskan PSBB Total Menekankan pada Pengetatan

Warga berolah raga tanpa mengenakan masker, di Danau Sunter, Jakarta, Selasa (8/9) Foto-Antara/Wahyu Putro

apahabar.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total akan menekankan pada pengetatan protokol kesehatan pada semua sektor.

“Semua sektor akan ada pengetatan. Saya garis bawahi juga bahwa kebijakan ini bukan pelarangan. Tapi ini adalah pengetatan pembatasan,” kata Gubernur Anies di Balai Kota Jakarta, Sabtu (12/9) malam.

Gubernur Anies menjelaskan bahwa selama PSBB total, masyarakat tetap bisa berkegiatan namun dengan pembatasan yang lebih ketat dibandingkan dengan PSBB sebelumnya.

“Artinya tetap berkegiatan tapi ada pembatasan yang ketat untuk memotong mata rantai [Covid-19],” tambahnya.

Dia mengatakan aturan PSBB total akan segera diumumkan pada Minggu (13/9).

“Besok kami akan umumkan, karena malam hari ini akan kami tuntaskan aturannya. Nanti sudah ada dalam bentuk peraturan dan sudah ada pasalnya. Ada perincian detail sehingga tidak muncul interpretasi yang berbeda,” ujarnya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi “menginjak rem darurat” yang mencabut kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Transisi dan memberlakukan kembali PSBB total.

“Dengan melihat keadaan darurat ini di Jakarta, tidak ada pilihan lain selain keputusan untuk tarik rem darurat. Artinya kita terpaksa memberlakukan PSBB seperti awal pandemi. inilah rem darurat yang harus kita tarik,” kata Anies dalam keterangan pers yang disampaikan di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9) malam.

Alasan Anies untuk mengambil keputusan tersebut bagi Jakarta, karena tiga indikator yang sangat diperhatikan oleh Pemprov DKI Jakarta yaitu tingkat kematian, ketersediaan tempat tidur isolasi, dan ICU khusus Covid-19 dan tingkat kasus positif di Jakarta.

“Dalam dua pekan angka kematian meningkat kembali, secara persentase rendah tapi secara nominal angkanya meningkat kembali. Kemudian tempat tidur ketersediaannya maksimal dalam sebulan kemungkinan akan penuh jika kita tidak lakukan pembatasan ketat,” ucap Anies.

Pemberlakuan kembali PSBB yang diperketat ini mulai Senin (14/9) namun belum diketahui kapan berakhirnya.

Diketahui, angka rataan kasus positif (positivity rate) Covid-19 di Jakarta adalah 13,2 persen atau di atas ketentuan aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di bawah angka 5 persen.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mantan Rektor UIN: Elite Politik Harus Tunjukkan Kedewasaan
apahabar.com

Nasional

Update Corona, China Deteksi 119 Kasus Baru
apahabar.com

Nasional

Kisah Pilu di Balik Operasi Penyergapan Begal Sapi di Tanah Laut
apahabar.com

Nasional

Tembus 10 Besar Nasional, Ibnu Sina Galang Dukungan untuk Gapura Warga Kenanga
apahabar.com

Nasional

Mark Up Anggaran Rp2,4 M, Eks Komisioner KPU Banjar Dijadikan Tersangka
apahabar.com

Nasional

Jayapura Diterjang Banjir Bandang, Korban Mencapai 42 Orang
apahabar.com

Nasional

Tersandung Narkoba, Bintang Sinetron Dari Jendela SMP Ditangkap Polisi
apahabar.com

Nasional

Festival Aruh Film Kalimantan 2018 Berakhir, Sineas Banjarmasin dan Pontianak Berbagi Juara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com