Resmi, Mendagri Tunjuk Dua Pjs Wali Kota Banjarbaru dan Bupati Kotabaru Bocoran Lima Kepala Dinas Pemkot Banjarmasin Terpilih Keluar, Simak Nama-Namanya Nomor 1 di Pilbup Tanah Bumbu, Cuncung Bakal Ulang Sukses Mardani H Maming Viral, Kisah Nelayan Kotabaru Terombang-ambing 6 Hari di Laut karena Perahu Karam Skandal Sabu IRT Kotabaru, Ditangkap Gegara 0,36 Gram

Harga Emas Antam Turun Rp 7.000/gram, Ini Penyebabnya

- Apahabar.com Rabu, 16 September 2020 - 11:12 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp 7.000/gram, Ini Penyebabnya

Ilustrasi. Foto-Solopos.com

apahabar.com, JAKARTA – Harga emas Antam produksi PT Aneka Tambang Tbk mengalami penurunan pada perdagangan, Rabu (16/9).

Kombinasi emas dunia yang melemah dan rupiah yang menguat membuat emas Antam turun cukup signifikan.

Dari CNBC Indonesia, emas satuan 1 gram hari ini dibanderol Rp 1.030.000/batang, turun Rp 7.000 atau 0,68%. Sementara satuan 100 gram yang biasanya menjadi acuan dihargai Rp 97.212.000/batang atau Rp 972.120/gram, turun 0,71%.

Harga emas dunia pada perdagangan Selasa kemarin sebenarnya turun tipis 0,04% ke US$ 1.955,52/troy ons. Tetapi rupiah yang menguat melawan dolar AS membuat harga emas dunia menjadi lebih murah, sehingga menyeret harga emas Antam.

Bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang akan mengumumkan kebijakan moneter Kamis (17/9/2020) dini hari membuat emas berakhir melemah tipis. Investor menanti pengumuman tersebut untuk melihat sampai kapan suku bunga rendah akan dipertahankan.

Harga emas dunia masih akan diperdagangkan hingga sesi Amerika Serikat berakhir sehingga masih akan merespon pengumuman tersebut, dan mempengaruhi harga emas Antam besok.

Bos The Fed, Jerome Powell, pada Kamis (27/8/2020) malam mengubah pendekatannya terhadap target inflasi. Sebelumnya The Fed menetapkan target inflasi sebesar 2%, ketika sudah mendekatinya maka bank sentral paling powerful di dunia ini akan menormalisasi suku bunganya, alias mulai menaikkan suku bunga.

Kini The Fed menerapkan “target inflasi rata-rata” yang artinya The Fed akan membiarkan inflasi naik lebih tinggi di atas 2% “secara moderat” dalam “beberapa waktu”, selama rata-ratanya masih 2%.

Dengan “target inflasi rata-rata” Powell mengatakan suku bunga rendah bisa ditahan lebih lama lagi.

Suku bunga rendah yang ditahan dalam waktu yang lama tentunya berdampak negatif bagi dolar AS, dan mendorong kenaikan harga emas dunia.

Editor: Puja Mandela

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Investor UK Lirik KEK Maloy Kaltim
apahabar.com

Ekbis

Jaga Ketersediaan Pangan, Pemerintah Siapkan Lahan Lumbung Padi Baru di Kalimantan
apahabar.com

Ekbis

Boeing Tak Akan Rugi Jika Lion Air Batalkan Pesanannya
apahabar.com

Ekbis

Pertamina Gandeng Komunitas Mobil Jajal Tol Sumatera Gunakan Pertamax
apahabar.com

Ekbis

Tahun Ini, 30 Pesawat Garuda Group Akan Dipasang Wifi
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Beraksi Lagi, Giliran Direktur Antam Kena Depak
apahabar.com

Ekbis

Cak Imin Lobi Kroasia untuk Bantu 16 Juta Buruh Kelapa Sawit Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Telkomsel Hadirkan Mobile Banking Expo 2019 di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com