Usai Sahur, 9 Rumah di Pelambuan Banjarmasin Hangus Terbakar! POPULER SEPEKAN: Jasad Dipocong Karung di HST hingga Rapid Tes Penumpang Feri Tanjung Serdang Waspada! Kalsel Bakal Diguyur Hujan Disertai Angin KencangĀ  Pakai Knalpot Brong, Puluhan Unit Sepeda Motor di Banjarmasin Ditilang Kampung Ambon Digerebek Lagi! Pistol-Narkoba hingga Pesawat Nirawak Diamankan

Harga Emas Antam Turun Rp 7.000/gram, Ini Penyebabnya

- Apahabar.com Rabu, 16 September 2020 - 11:12 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp 7.000/gram, Ini Penyebabnya

Ilustrasi. Foto-Solopos.com

apahabar.com, JAKARTA – Harga emas Antam produksi PT Aneka Tambang Tbk mengalami penurunan pada perdagangan, Rabu (16/9).

Kombinasi emas dunia yang melemah dan rupiah yang menguat membuat emas Antam turun cukup signifikan.

Dari CNBC Indonesia, emas satuan 1 gram hari ini dibanderol Rp 1.030.000/batang, turun Rp 7.000 atau 0,68%. Sementara satuan 100 gram yang biasanya menjadi acuan dihargai Rp 97.212.000/batang atau Rp 972.120/gram, turun 0,71%.

Harga emas dunia pada perdagangan Selasa kemarin sebenarnya turun tipis 0,04% ke US$ 1.955,52/troy ons. Tetapi rupiah yang menguat melawan dolar AS membuat harga emas dunia menjadi lebih murah, sehingga menyeret harga emas Antam.

Bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang akan mengumumkan kebijakan moneter Kamis (17/9/2020) dini hari membuat emas berakhir melemah tipis. Investor menanti pengumuman tersebut untuk melihat sampai kapan suku bunga rendah akan dipertahankan.

Harga emas dunia masih akan diperdagangkan hingga sesi Amerika Serikat berakhir sehingga masih akan merespon pengumuman tersebut, dan mempengaruhi harga emas Antam besok.

Bos The Fed, Jerome Powell, pada Kamis (27/8/2020) malam mengubah pendekatannya terhadap target inflasi. Sebelumnya The Fed menetapkan target inflasi sebesar 2%, ketika sudah mendekatinya maka bank sentral paling powerful di dunia ini akan menormalisasi suku bunganya, alias mulai menaikkan suku bunga.

Kini The Fed menerapkan “target inflasi rata-rata” yang artinya The Fed akan membiarkan inflasi naik lebih tinggi di atas 2% “secara moderat” dalam “beberapa waktu”, selama rata-ratanya masih 2%.

Dengan “target inflasi rata-rata” Powell mengatakan suku bunga rendah bisa ditahan lebih lama lagi.

Suku bunga rendah yang ditahan dalam waktu yang lama tentunya berdampak negatif bagi dolar AS, dan mendorong kenaikan harga emas dunia.

Editor: Puja Mandela

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Perpanjang Bansos hingga 2021
apahabar.com

Ekbis

Cadangannya 1,8 Miliar Ton, Tambang Freeport Bisa Produksi hingga 2051
apahabar.com

Ekbis

Asosiasi UMKM Sulit Masuki Pasar Modal
Bjb

Ekbis

Mulai Hari Ini, Bank BJB Resmi Terapkan E-Procurement
apahabar.com

Ekbis

Jamin Stok Aman, Kaltim Datangkan Ribuan Sapi Australia
apahabar.com

Ekbis

Hari Pelanggan Nasional, Promo Menarik di Telkomsel
apahabar.com

Ekbis

Pasar Berharap Lolosnya Paket Stimulus AS, Rupiah Awal Pekan Ditutup Melemah
apahabar.com

Ekbis

Sepekan, Harga Gula di Tanbu Sudah Tiga Kali Naik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com