3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Harga Emas Antam Turun Rp 7.000/gram, Ini Penyebabnya

- Apahabar.com Rabu, 16 September 2020 - 11:12 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp 7.000/gram, Ini Penyebabnya

Ilustrasi. Foto-Solopos.com

apahabar.com, JAKARTA – Harga emas Antam produksi PT Aneka Tambang Tbk mengalami penurunan pada perdagangan, Rabu (16/9).

Kombinasi emas dunia yang melemah dan rupiah yang menguat membuat emas Antam turun cukup signifikan.

Dari CNBC Indonesia, emas satuan 1 gram hari ini dibanderol Rp 1.030.000/batang, turun Rp 7.000 atau 0,68%. Sementara satuan 100 gram yang biasanya menjadi acuan dihargai Rp 97.212.000/batang atau Rp 972.120/gram, turun 0,71%.

Harga emas dunia pada perdagangan Selasa kemarin sebenarnya turun tipis 0,04% ke US$ 1.955,52/troy ons. Tetapi rupiah yang menguat melawan dolar AS membuat harga emas dunia menjadi lebih murah, sehingga menyeret harga emas Antam.

Bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang akan mengumumkan kebijakan moneter Kamis (17/9/2020) dini hari membuat emas berakhir melemah tipis. Investor menanti pengumuman tersebut untuk melihat sampai kapan suku bunga rendah akan dipertahankan.

Harga emas dunia masih akan diperdagangkan hingga sesi Amerika Serikat berakhir sehingga masih akan merespon pengumuman tersebut, dan mempengaruhi harga emas Antam besok.

Bos The Fed, Jerome Powell, pada Kamis (27/8/2020) malam mengubah pendekatannya terhadap target inflasi. Sebelumnya The Fed menetapkan target inflasi sebesar 2%, ketika sudah mendekatinya maka bank sentral paling powerful di dunia ini akan menormalisasi suku bunganya, alias mulai menaikkan suku bunga.

Kini The Fed menerapkan “target inflasi rata-rata” yang artinya The Fed akan membiarkan inflasi naik lebih tinggi di atas 2% “secara moderat” dalam “beberapa waktu”, selama rata-ratanya masih 2%.

Dengan “target inflasi rata-rata” Powell mengatakan suku bunga rendah bisa ditahan lebih lama lagi.

Suku bunga rendah yang ditahan dalam waktu yang lama tentunya berdampak negatif bagi dolar AS, dan mendorong kenaikan harga emas dunia.

Editor: Puja Mandela

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Di Tengah Pandemi, Budidaya Jamur Tiram di HSS Kian Menjanjikan
apahabar.com

Ekbis

Kurir Sepeda, Jasa Pengiriman Barang Ramah Lingkungan
apahabar.com

Ekbis

Lampaui Target BBM Satu Harga, Pemerintah Apresiasi Kinerja Pertamina
apahabar.com

Ekbis

Dukung Pengembangan UMKM, Ini yang Dilakukan Lion Express di Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Tambahan Gula Datang, Stok Pangan Kalsel Masih Aman
apahabar.com

Ekbis

Pasar Cermati Perkembangan Pasca Donald Trump Positif Covid-19, Harga Emas Cenderung Flat
apahabar.com

Ekbis

Harga Ayam Potong Mahal Masuk Bulan Maulid, Warga Khawatir di Momen Natal dan Tahun Baru
apahabar.com

Ekbis

Pemberlakuan Tarif Bagasi, Ongkos Umrah Kalsel Tetap Murah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com