Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2020, Morbidelli Pole Position, Rossi Start Ketiga, Live Trans7

Hasil Keputusan Rapat The Fed Ancam Rupiah Melemah

- Apahabar.com Kamis, 17 September 2020 - 11:36 WIB

Hasil Keputusan Rapat The Fed Ancam Rupiah Melemah

Ilustrasi. Foto-istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Rupiah terancam melemah menyusul keputusan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve atau The Fed hari ini.

Dalam rapat The Fed telah memutuskan untuk menahan suku bunga acuan. Keputusan itu rapat The Fed itu berpotensi membuat nilai tukar (kurs) rupiah ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (19/09/2020 melemah.

Meski demikian, pada pukul 10.44 WITA, rupiah masih menguat 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp14.840 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.843 per dolar AS.

Namun, Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, seperti dikutip apahabar.com dari Antara, mengatakan, pagi ini nilai tukar regional bergerak melemah terhadap dolar AS. Indeks saham regional juga mengalami tekanan.

Baca juga :  Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian

“Pernyataan The Fed yang mengatakan bahwa ekonomi AS berisiko tertekan bila tidak ada stimulus lanjutan dari pemerintah, mungkin yang memberi tekanan ke aset berisiko pagi ini,” ujar Ariston.

Seperti diketahui, hingga sekarang pemerintah AS masih belum sepakat dengan parlemen untuk merilis stimulus paket kedua.

Di sisi lain, lanjut Ariston, The Fed juga menjelaskan kemajuan pemulihan ekonomi AS yang mungkin menjadi faktor penguatan dolar AS pagi ini.

Baca juga :  Update Covid-19 Kalsel 27 September: Banjarbaru Tembus Seribu Kasus

Dari dalam negeri, hari ini ada pengumuman hasil rapat moneter Bank Indonesia yang hasilnya mungkin tidak ada perubahan suku bunga tapi BI tetap mempertahankan pelonggaran moneter.

“Sikap BI ini mungkin bisa menahan pelemahan rupiah hari ini,” kata Ariston.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah berpotensi melemah di kisaran Rp14.800 per dolar AS hingga Rp14.950 per dolar AS.

Pada Rabu (16/9) lalu, rupiah ditutup menguat tipis 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp14.843 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.845 per dolar AS.(ant)

Editor: Zainal - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Semangat Nasionalisme, Pertamina Dedikasikan Rp 839 Miliar
apahabar.com

Ekbis

Sulap Batok Kelapa Jadi Disinfektan, Warga HSS Banjir Order
apahabar.com

Ekbis

Kereta Api Tabalong-Banjarmasin, Ditjen Perkeretaapian: Gunakan Rel Tunggal
apahabar.com

Ekbis

Bergantung Tiga Sektor, Ekonomi Kalsel Rentan Kondisi Global
apahabar.com

Ekbis

Bayar SPP Pakai Gopay dan Ovo Bukan Lagi Lelucon
apahabar.com

Ekbis

Penurunan Harga Pertamax Cs Bikin Tekor Pengusaha SPBU Kalsel!

Ekbis

Diskriminasi Sawit Indonesia, Hipmi Dukung Jokowi Protes Eropa
apahabar.com

Ekbis

Tahun Ini, Bank Dunia Proyeksikan Ekonomi Global Akan Menyusut 5,2 Persen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com