Penetapan Tertunda, KPU Banjarmasin Rugi Puluhan Juta Temuan Mayat Dipocong Karung dan Dikubur di Tabat HST, Dua Anggota Keluarga Diperiksa Bangkitkan Ekonomi Indonesia, Hipmi Hidupkan Ekspor UMKM ke Australia Jadi Sekolah Unggulan, Intip Sederet Program Almazaya Islamic School Banjarmasin Petani di Angkinang HSS Keluhkan Serangan Hama Lombok

Heboh Bocah Cabul di Tapin Perkosa Wanita Tunagrahita, Ini Bahaya Jika Kecanduan Film Porno Menurut Psikiater

and - Apahabar.com Rabu, 16 September 2020 - 12:59 WIB
and - Apahabar.com Rabu, 16 September 2020 - 12:59 WIB

Heboh Bocah Cabul di Tapin Perkosa Wanita Tunagrahita, Ini Bahaya Jika Kecanduan Film Porno Menurut Psikiater

Foto-Ilustrasi.

apahabar.com, BANJARMASIN – Di Kabupaten Tapin, Kalsel, baru-baru ini dihebohkan kasus bocah cabul perkosa seorang wanita tunagrahita atau cacat mental akibat kecanduan pornografi.

Seperti diberitakan apahabar.com sebelumnya, pelaku bocah cabul berinisial MRF (16) nekat memerkosa tetangganya sendiri, seorang wanita tunagrahita di Kecamatan Bungur, Tapin.

MRF diketahui tak kuat menahan birahinya karena sering menonton film porno. Awalnya, Selasa (18/8) lalu sekitar pukul 16, perempuan 27 Tahun itu ditinggal sang ibu di rumah.

Posisi korban waktu itu sedang duduk di dapur. Tak lama datanglah bocah cabul itu menghampiri korban dan menariknya menuju kamar di rumah itu.

Lantas, efek buruk seperti apa yang akan terjadi jika seseorang mengalami kecanduan menonton film porno?

Menurut psikiater Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum Banjarbaru, dr Yanuar Satrio Sarosa SpKJ, kecanduan menonton film porno memiliki banyak dampak negatif.

Yanur mengatakan, anak yang ketergantungan pornografi atau adiksi pornografi bermula dari keisengan membuka situs porno.

apahabar.com

Psikiater Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum Banjarbaru, dr Yanuar Satrio Sarosa SpKJ. Foto-Istimewa

“Awalnya hebituasi namanya, biasa saja. Trus di ulangi dan terus di ulang menjadi ketergantungan atau adiksi,” kata dr Yanuar kepada apahabar.com.

Anak yang kebiasaan nonton porno, lama kelamaan otaknya semacam haus tayangan tersebut.

Level itu biasa disebut situasional. Maksudnya ketika anak mengalami stres, dia akan melarikannya dengan menonton film porno.

Lebih lanjut, dr Yanuar menjelaskan kecanduan yang menyebabkan terus menerus menonton film porno akan berpengaruh pada sistem saraf.

Orang yang kecanduan film porno akan sulit mengendalikan diri dan ingin menirukan apa yang ditonton.

“Proses di otaknya mirip dengan orang yang ketergantungan atau adiksi narkoba. Proses otaknya sama, makanya dia tidak bisa mengendalikan diri,” jelas dr Yanuar.

Sementara, jika kecanduan film porno itu terjadi pada anak maka, maka bukan tidak mungkin akan terjadi penyimpangan prilaku seksual.

Salah satu penyimpangan seksual yang akan terjadi adalah melakukan seks bebas. Anak akan bebas melakukan seks pada siapa saja. “Gak peduli tua, gak peduli muda dia bebas melakukan itu,” ujar dr Yanuar.

Namun jangan khawatir, pecandu film prono bisa di sembuhkan kata dr Yanuar.

Disembuhkan dalam artian bisa kembali mengendalikan ketergantunga dan prilaku baru.

DP3A Kalsel Dampingi Korban

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kalsel, Husnul Hatimah mengungkapkan dalam proses hukum, korban sudah didampingi DP3A Kabupaten Tapin.

“Didampingi untuk menerjemahkan bahasa korban yang tidak dimengerti hakim,” ucap Husnul Hatimah kepada apahabar.com via WhatsApp, Selasa (15/9) malam.

Selain itu, DP3A juga sudah menawarkan kepada korban untuk memberikan pendampingan psikiater, namun sayang keluarga korban menolak. “Sudah ditawari untuk didampingi psikiater, tapi keluarganya menolak,” katanya.

Namun, Husnul tidak mengetahui secara pasti alasan keluarga korban menolak tawaran pendampingan psikiater tersebut. “Coba tanyakan langsung ke Kadis DP3A Kabupaten Tapin,” pungkasnya.

Sebelumnya, korban pemerkosaan itu mengalami trauma hingga harus diungsikan ke rumah kerabatnya di luar kota.

“Korban merasa trauma diam di rumahnya di Tapin, jadi korban dibawa ke rumah kerabatnya,” ujar Kabid DP3A Kabupaten Tapin, Halimah Selasa, (15/9) melalui whatsappnya.

Saat persidangan di Pengadilan Negeri Tapin P3A Tapin juga melakukan pendampingan terhadap korban.
“Korban sudah bisa dikatakan membaik. Kemarin kita juga melakukan pemeriksaan di kediamannya,” ujarnya.

Tak hanya, korban, pelaku inisial MRF yang masih di bawah umur itu pun juga mendapatkan pendamping untuk memastikan kondisi psikologisnya oleh Dinas P3A Tapin.

“Kondisi kesehatan pelaku baik. Jelas rasa menyesal ada dari diri pelaku. Film porno atau pun hal berbau pornografi yang saat ini mudah diakses melalui internet menjadi faktor utama tindakan pelaku itu,” terang Halimah.

MRF, bocah cabul asal Tapin kini mendekam di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura untuk menjalani masa tahanan sebagai narapidana selama 3, 6 Tahun.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Hari Pertama Kerja, AKBP Afri Darmawan Membahas Program Kerja Hingga Situasi Kamtibmas
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Perlindungan Pegawai Non ASN, Taspen dan ULM Banjarmasin Jalin Kerja Sama
apahabar.com

Kalsel

Jumat Berdarah di Sungai Andai: Sebelum Kabur, AR Titip Pesan ke Istri
apahabar.com

Kalsel

Rapat Tertutup Komisi III DPRD Kalsel, Sahrujani: Hanya Miskomunikasi
apahabar.com

Kalsel

Yayasan Mahabbah Kalsel Sebar Masker dan Sembako

Kalsel

Sambut Gerbang Ibu Kota Negara, PLN Stok Lahan di Batola

Kalsel

Pj Gubernur Kalsel Ingatkan Sanksi Tegas Pelaku Karhutla
HUT ke-48

Kalsel

HUT ke-48, PAC PDI Perjuangan Banjarmasin Selatan Soroti Budaya Sungai dan Lingkungan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com