ga('send', 'pageview');
Mantan Anggota DPRD Tanbu Mahyudin alias Udin Kocak Tutup Usia Gejolak Harga Elpiji, Polisi Bongkar Aksi Curang 2 Pangkalan di Banjarmasin Menyelisik Ritual Pemakaman Adat Dayak Meratus: Hamburkan Beras Kuning Agar Keburukan Tak Menyertai Peserta Ritual Sederet Alasan Dua Konfederasi Buruh Dukung Sahbirin-Muhidin di Pilkada Kalsel 2020 Wawali Banjarbaru Dilaporkan ke Bawaslu, Simak Hasil Kajian Gakkumdu

Hipertensi dan Diabetes Mellitus Jadi Pemicu Ginjal, Begini Tips Mengatasinya

- Apahabar.com Sabtu, 12 September 2020 - 05:15 WIB

Hipertensi dan Diabetes Mellitus Jadi Pemicu Ginjal, Begini Tips Mengatasinya

Ilustrasi. Foto-Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Penyakit ginjal tahap akhir (End Stage Renal Disease/ ESRD) mayoritas disebabkan oleh penyakit lain diabetes mellitus dan hipertensi.

Berdasarkan data yang dihimpun dalam Indonesian Renal Registry (IRR) 2018, terdapat 65.947 pasien baru yang membutuhkan cuci darah, 92 persen di antaranya termasuk dalam kategori penyakit ginjal tahap akhir.

Pokja Transplantasi Ginjal RSCM, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Maruhum Bonar H. Marbun, Sp.PD-KGH mengatakan penyakit ginjal tahap akhir (End Stage Renal Disease/ ESRD) mayoritas disebabkan oleh penyakit kronik.

Beberapa penyakit kronik yang menyebabkan penyakit ginjal tahap akhir, seperti hipertensi dan diabetes mellitus. Selain itu radang ginjal (glomerulonefritis), kista ginjal, dan sumbatan saluran kemih juga memperburuk kondisi ini.

Baca juga :  Keren, Ada Program Tukar Sampah Dapat Sembako di Sekumpul

Dalam acara re-launching ‘Unit Layanan Transplantasi Ginjal RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jumat (11/9/2020), dr. Maruhum juga menjelaskan tentang pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit kronik seperti hipertensi dan diabetes mellitus.

“Menjaga tekanan darah dan kadar gula darah dalam batas normal, patuh terhadap pengobatan yang diberikan dan mempraktikkan gaya hidup sehat. Hidup sehat bisa dilakukan dengan mengonsumsi diet harian yang tepat, melakukan aktivitas fisik, menjaga berat badan, beristirahat cukup, menghentikan konsumsi zat yang tidak baik seperti merokok, minuman beralkohol,” terang dr. Maruhum.

Baca juga :  Dua Badak Jawa Lahir di Taman Nasional Ujung Kulon, Diberi Nama Luther dan Helen

Ia mengatakan langkah-langkah tersebut juga perlu diterapkan bagi calon donor transplan dan resipien ginjal sebelum prosedur transplantasi ginjal.

“Pasca prosedur transplantasi ginjal. Diperlukan pemantauan yang ketat untuk menilai adanya risiko penolakan organ. Pasien resipien transplan diberikan obat-obat penurun sistem imun dan ditempatkan pada ruangan khusus untuk mengurangi kemungkinan infeksi,” lanjutnya.

Nantinya dokter akan melakukan penilaian waktu dan jumlah urin awal untuk menilai fungsi ginjal baru. Selanjutnya, diperlukan pemantauan lain pasca operasi dari indikator jantung dan pembuluh darah serta keseimbangan cairan. (Okz)

Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

5 Fakta Ngeri Pasar Tomohon, Tempat Paling Sadis yang Membuatmu Beruji Nyali
apahabar.com

Gaya

Catat! 10 Daftar Makanan Jika Dipanaskan Mengandung Racun
apahabar.com

Gaya

Memelihara Kucing Kampung Bukan ‘Kampungan’
apahabar.com

Gaya

4 Tips untuk Para Suami yang Ingin Cepat Pasangannya Hamil
apahabar.com

Gaya

Mengenal Gudeg, Masakan yang Usianya Setua Yogyakarta
apahabar.com

Gaya

Dari Whatsapp Kini Bisa Kirim Uang dan Bayar Tagihan
apahabar.com

Gaya

Segarnya Es Kopyor Agar-Agar, Ikuti Cara Buatnya
apahabar.com

Gaya

Obat Favipiravir Tunjukkan Hasil Memuaskan untuk Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com