ga('send', 'pageview');
BREAKING NEWS: Banjarmasin Barat Geger, Kebakaran Rumah Padat Penduduk di Kuin Cerucuk Resmi Sebagai Calon di Pilgub Kalsel, Sahbirin Noor Lepas Jabatan Gubernur Kalsel Pengundian Nomor Urut Pilwali Banjarmasin, KPU Warning Pasangan Calon Jokowi Ungkap Sederet Masalah Food Estate Penyelamat Pangan RI di Kalteng dan Sumut Klaster Perkantoran Pertama di Tabalong, Belasan Pegawai KPP Pratama Tanjung Terpapar Covid-19

Ibnu Sina Cabut Kebijakan Air 10 Kubik, Ombudsman: Dia Pandai Memanfaatkan Momentum

- Apahabar.com Kamis, 17 September 2020 - 11:40 WIB

Ibnu Sina Cabut Kebijakan Air 10 Kubik, Ombudsman: Dia Pandai Memanfaatkan Momentum

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina cabut kebijakan air 10 kubik. Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Pencabutan kebijakan tarif dasar 10 kubik pemakaian air bersih PDAM Bandarmasih oleh Wali kota Banjarmasin Ibnu Sina menuai sejumlah pertanyaan.

Terkesan mendadak, kebijakan ini bahkan disangkut pautkan dengan pencalonan diri Ibnu sebagai wali kota untuk periode mendatang. Kepala Ombudsman perwakilan Kalsel, Noorhalis Majid, menilai hal ini sah-sah saja sepanjang tidak ada aturan yang dilanggar.

“Sah-sah saja, berarti dia pandai memanfaatkan momentum,” kata Majid saat dihubungi apahabar.com, Kamis (17/9) pagi.

Tak menampik, strategi yang dilakukan Ibnu menjadi peluang besar bagi dirinya yang masih memegang jabatan resmi sebagai kepala daerah. Walau begitu, kebijakan ini tentunya menguntungkan dan berpihak pada sisi masyarakat.

Baca juga :  Resmi Ditetapkan KPU Jadi Calon, Ananda–Mushaffa Ziarah ke Makam Pahlawan di Banjarmasin

“Kebijakan populis, itu dalam politik biasa saja. Pasti ada sangkut pautnya dengan pilkada, tetapi momentum itu dimanfaatkan dan bersamaan menguntungkan masyarakat,” nilainya.

Dalam hal ini, kata Majid, tidak ada kerugian yang ditimbulkan. Sebab, pemerintah tentunya melakukan sejumlah pertimbangan atas aturan tersebut.

“Tidak ada yang rugi. Karena PDAM tidak dalam konteks mencari untung tetapi memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dari sisi pemerintah pun, pasti sudah dihitungnya, ” tuturnya

Baca juga :  Menang Gugatan Lawan Menteri ESDM, Walhi Kalsel Komitmen Kawal #SaveMeratus

Sebagai pengingat, PDAM Bandarmasih pada 2017 lalu membuat kebijakan tarif dasar pemakaian air bersih sebanyak 10 kubik. Kebijakan ini juga telah disetujui pemerintah kota dan berujung menimbulkan protes pada masyarakat.

“Ini memang kebijakan yang sudah lama diprotes tetapi tidak diindahkan. Maka, mungkin ini momentum bagi wali kota untuk mengambil kesempatan bahwa ada kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, ” imbuhnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jutaan Ikan Mati, Petani Ikan di Marabahan Menjerit
apahabar.com

Kalsel

Terlibat Tabrakan Domino, Pembawa Madu Tewas di Kawasan Rumpiang

Kalsel

Duh, Belasan Pasangan Mesum Terjaring Razia di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Upaya Meyakinkan Potensi Wisata Kalsel Terus Digenjot
apahabar.com

Kalsel

Bentrok Jadwal Maulid di Sekumpul, Akses Penonton Barito Menuju SDL Dialihkan
apahabar.com

Kalsel

Hery Sasmita Jadi Ketua, KNPI Batola Hidup Lagi
apahabar.com

Kalsel

Pemkab Kotabaru Bagi Sembako Senilai Rp 2,8 Miliar untuk Warga Terdampak Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Cegah Karhutla, Polsek Tambang Ulang Rutin Ingatkan Warga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com