2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan

IHSG Akhir Pekan Diprediksi Masih Dibayangi Sentimen Domestik

- Apahabar.com Jumat, 18 September 2020 - 11:05 WIB

IHSG Akhir Pekan Diprediksi Masih Dibayangi Sentimen Domestik

Ilustrasi-Pialang mengamati pergerakan harga saham. Foto: Net

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan diperkirakan masih akan dibayangi oleh sentimen domestik.

Pada pukul 9.20 WIB, IHSG melemah 2,84 poin atau 0,06 persen ke posisi 5.035,56. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 1,72 poin atau 0,22 persen menjadi 773,82.

“Kami melihat pergerakan bursa domestik masih didominasi oleh sentimen dalam negeri, termasuk di antaranya pembatasan kembali ruang gerak ekonomi akibat pengetatan PSBB dan peningkatan kasus COVID-19 harian yang terus meningkat,” tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam laporan yang dikutip Antara di Jakarta, Jumat (18/9).

Perdagangan pasar saham AS ditutup melemah semalam dengan sektor teknologi menjadi yang terkoreksi terdalam. Sementara itu imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun masih bergerak datar di level 0,687 persen.

Sebelumnya bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) mengumumkan untuk mempertahankan suku bunganya di level saat ini 0,25 persen yang sesuai dengan ekspektasi pasar.

Dari domestik, hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level 4 persen yang diumumkan kemarin oleh Gubernur BI Perry Warjiyo.

Perry mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global yang mulai membaik seperti halnya indikator global yaitu PMI di AS dan China, serta harga komoditas dan peningkatan ekspor di berbagai negara termasuk Indonesia.

Di sisi lain sampai dengan 15 September 2020 BI telah menambah likuiditas sebesar Rp662,1 triliun yang berasal dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sekitar Rp155 triliun dan operasi moneter sekitar Rp491,3 triliun, sehingga Perry mengatakan kondisi likuiditas saat ini lebih dari cukup.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei menguat 6,91 poin atau 0,03 persen ke 23.326,28, Indeks Hang Seng naik 3,67 poin atau 0,02 persen ke 24.344,52, dan Indeks Straits Times melemah 3,76 atau 0,15 ke 2.497,02.(Ant)

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Baru Rilis Honda X-ADV 150 Siap Rebut Pasar Motor Sejenis di Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Perluas Transaksi Nontunai, BI Pacu Instrumen Kebijakan
apahabar.com

Ekbis

BPH Migas Berkolaborasi dengan Pemda Bangun Pipa Trans Kalimantan
apahabar.com

Ekbis

Jelang Nataru, Harga Si “Melon” di Banjarmasin Bikin Menjerit!
apahabar.com

Ekbis

Imbas Banjir Jabodetabek, Sejumlah KA Terlambat
apahabar.com

Ekbis

Tol Balikpapan-Samarinda Ditargetkan Selesai Sebelum Lebaran
apahabar.com

Ekbis

OJK Hentikan Usaha 589 Pinjaman Daring Ilegal
apahabar.com

Ekbis

IHSG Dibuka Menguat, Ikuti Naiknya Bursa Asia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com