Kanada Bakal Cabut Larangan Terbang Boeing 737 Max Peduli Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan ke Tanah Laut Setelah Tolak Vaksin Covid-19, Ribka Tjiptaning Digeser ke Komisi VII Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19

Indonesia Gunakan Roket Milik Elon Musk untuk Satelit Satria, Berikut Alasannya

- Apahabar.com Jumat, 4 September 2020 - 06:30 WIB

Indonesia Gunakan Roket Milik Elon Musk untuk Satelit Satria, Berikut Alasannya

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate (kiri) berbincang dengan Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dan PT Satelit Nusantara Tiga (SNT) Adi Rahman Adiwoso usai penandatanganan naskah kerja sama dimulainya konstruksi Satelit Multifungsi Republik Indonesia (Satria) antara PT SNT dengan perusahaan asal Perancis, Thales Alenia Space (TAS) di Jakarta, Kamis (3/9). Foto-Antara/Aditya Pradana Putra/foc

apahabar.com, JAKARTA – Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso, mengatakan reputasi yang baik dari Falcon 9 5500 dari SpaceX, perusahaan transportasi luar angkasa milik Elon Musk, menjadi alasan Indonesia menggunakan roket tersebut untuk meluncurkan Satelit Republik Indonesia (Satria).

Sementara untuk pembuatan satelit, Indonesia memilih menggunakan Thales Alenia Space asal Prancis.

“Keduanya memiliki reputasi yang baik. Kita pakai Space X yang pernah kita pakai di Nusantara 1. Kita ingin memberikan yang terbaik,” ujar Adi dalam konferensi pers “Penandatanganan Kerjasama Dimulainya Konstruksi Satelit Multifungsi Satria,” yang disiarkan secara langsung, Kamis (3/9).

Adi mengungkapkan seluruh pengadaan Satria, termasuk roket, dilaksanakan melalui tender internasional. Selain SpaceX, PSN juga mempertimbangkan pabrikan roket asal China dan Rusia.

Embargo Barat terhadap pemakaian roket China menggugurkan pilihan tersebut. Sementara roket milik Rusia, menurut Adi, belakangan banyak mengalami kegagalan, sehingga pilihan jatuh pada SpaceX.

Sementara itu, Thales Alenia Space harus bersaing dengan empat pabrikan satelit lainnya untuk memenangkan tender Satria, yakni Airbus, Boeing, Lockheed, dan Space Systems Loral (SSL).

“Yang beri jawaban kepada kita, dengan kondisi yang kita inginkan, waktu itu ada tiga. Kita terus nego sesuai jadwal, keuangan dan spesifikasi sehingga beri yang terbaik. Thales waktu itu beri banyak hal yang kita butuhkan dan masalah jadwal yang cukup agresif,” ujar Adi.

Lebih lanjut Adi mengatakan bahwa penandatanganan bersama Thales Alenia Space untuk dimulainya konstruksi Satelit Multifungsi Satria menjadi langkah awal optimisme Satelit Satria dapat meluncur pada 2023.

“Keyakinan kita 2023, salah satu alasan kita mengadakan perjanjian hari ini untuk meyakinkan bahwa pembuatan satelit ini bisa tepat waktu, kalau pun ada risiko sudah kita bangun lebih dahulu sehingga bisa punya margin timing,” Adi menambahkan.

Setelah Satria meluncur, Adi optimistis satelit ini akan mampu melampaui satelit apa pun yang ada di Indonesia dalam hal kapasitas bandwidth yang ditawarkan.

Adi mengatakan proyek Satelit Satria akan melengkapi jaringan tulang punggung serat optik Palapa Ring sepanjang 12.000 km yang diselesaikan pada 2019.

Satelit Satria akan membantu daerah-daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) yang mulanya tidak terjangkau internet menjadi terjangkau berkat infrastruktur fiber optik dan satelit.

Perjanjian kontrak PSN dengan Thales Alenia Space sebelumnya dilakukan pada 1 Juli 2019 setelah melalui tender internasional. Sementara dengan SpaceX dilakukan 16 Agustus 2019.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Masih Tak Percaya Covid-19, Simak Cara Edukasi ke Mereka
apahabar.com

Gaya

Kata Dokter Mengenai Puasa saat Menyusui
apahabar.com

Gaya

AIMI: Perhatikan Kondisi Ibu dan Bayinya Ketika Berpuasa
apahabar.com

Gaya

Tanpa Disentuh, Teknik Cuci Mobil Ini Cuma Butuh Waktu 20 Menit
apahabar.com

Gaya

Tradisi Pecinta Manchester United Banjarmasin Saat Ramadan Tetap Terjaga
apahabar.com

Gaya

Janda Bolong Jenis Tanaman Monstera yang Lagi Naik Daun
apahabar.com

Gaya

Terlalu Sering Selfie Ternyata Dapat Munculkan Efek Negatif
apahabar.com

Gaya

Segarnya Es Kopyor Agar-Agar, Ikuti Cara Buatnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com