Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah

Isu Potensi Gempa Megathrust, Warga Diminta Tingkatkan Literasi Agar Tidak Kagetan

- Apahabar.com Minggu, 27 September 2020 - 15:00 WIB

Isu Potensi Gempa Megathrust, Warga Diminta Tingkatkan Literasi Agar Tidak Kagetan

Ilustrasi: tribunnews.com

apahabar.com, JAKARTA – Masyarakat diminta tidak panik terkait informasi mengenai potensi gempa megathrust di Indonesia.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (
Ilustrasi: tribunnews.com) Daryono berharap masyarakat terus meningkatkan literasi agar tidak mudah menerima isu yang tersebar.

“Agar tidak mudah kagetan setiap ada informasi potensi bencana,” katanya di Jakarta, Minggu (27/9).

Dia berpendapat kecemasan dan kepanikan publik yang muncul menyusul peredaran informasi mengenai potensi gempa megathrust kemungkinan terjadi karena adanya kesalahpahaman.

Informasi mengenai potensi gempa berdasarkan pemodelan yang dibuat para ahli sebenarnya ditujukan sebagai acuan mitigasi. Tetapi sebagian warga kurang tepat dalam memahami, dan justru menganggapnya sebagai potensi bencana yang akan terjadi dalam waktu dekat.

“Ini masalah sains komunikasi yang masih terus saja terjadi, karena hingga saat ini masih ada gap atau jurang pemisah antara kalangan para ahli dengan konsep ilmiahnya dan masyarakat yang memiliki latar belakang dan tingkat pengetahuan yang sangat beragam,” kata Daryono.

“Kasus semacam ini tampaknya masih akan terus berulang, dan pastinya harus diperbaiki dan akhiri,” ia menambahkan.

Ia mengemukakan bahwa kepanikan masyarakat akibat informasi mengenai potensi gempa megathrust sering berulang setelah tsunami melanda Aceh pada 2004.

Kegaduhan sering muncul setiap kali para ahli menyampaikan pandangan mengenai potensi gempa dan tsunami dan media tidak utuh dalam menyajikannya sehingga menimbulkan salah persepsi di kalangan masyarakat.

“Masyarakat juga jangan mudah terpancing dengan judul berita dari media yang dengan bombastis memberitakan potensi bencana,” kata Daryono.

Ia menjelaskan bahwa zona megathrust sebenarnya sekedar istilah untuk menyebutkan sumber gempa tumbukan lempeng di kedalaman dangkal.

Seluruh aktivitas gempa yang bersumber di zona megathrust disebut sebagai gempa megathrust dan gempa megathrust tidak selalu berkekuatan besar.

Hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa digunakan untuk memprediksi kapan dan di mana gempa akan terjadi dan seberapa besar kekuatannya.(ant)

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mengenaskan, Balita Dicekoki Air oleh Sang Ibu hingga Tewas
apahabar.com

Nasional

Ini Rangkaian Sidang Paripurna Pengucapan Sumpah Anggota DPR, DPD dan MPR
apahabar.com

Nasional

Tempuh 2000 Kilometer Perjalanan, Tim Touring Kemerdekaan Tiba di Malaysia
apahabar.com

Nasional

Hasto: Megawati Telah Serahkan Nama-nama Calon Menteri
apahabar.com

Nasional

Besok, BEM dan HMI Seluruh Indonesia Demo Besar-besaran Tolak UU Omnibus Cipta Kerja
apahabar.com

Nasional

Tamu dari Ibu Kota Tak Kuasa Membendung Air Mata
apahabar.com

Nasional

Aryadi Menangis, Usai Lihat Jasad Levie
apahabar.com

Nasional

Buntut Seruan ‘People Power’, Eggi Sudjana Tersangka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com