Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2020, Morbidelli Pole Position, Rossi Start Ketiga, Live Trans7

Jakarta PSBB Lagi, Anies Baswedan Tarik Rem Darurat

- Apahabar.com Rabu, 9 September 2020 - 21:27 WIB

Jakarta PSBB Lagi, Anies Baswedan Tarik Rem Darurat

Jakarta kembali bersiap menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Itu dilakukan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Jakarta. Foto-Kompas

apahabar.com, JAKARTA – Jakarta segera memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali. Menurut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan hal itu diambil sebagai langkah rem darurat dalam penanggulangan Covid-19.

“Dalam rapat tadi sore disimpulkan: Kita akan menarik rem darurat kita terpaksa kembali menerapkan pembatasan berskala besar seperti masa awal pandemi. Bukan PSBB transisi, tapi PSBB sebagai mana masa dulu. Ini rem darurat yang kita tarik,” ujar Anies dalam konferensi pers digelar secara daring, Rabu (9/9).

“Maka, dengan melihat kedaruratan ini tidak banyak pilihan Jakarta menarik rem darurat sesegera mungkin,” ujar Anies.
Kebijakan PSBB yang kemudian dilanjutkan PSBB transisi merupakan salah satu upaya Pemprov DKI menekan laju penyebaran Covid-19.

Baca juga :  Aurel dan Atta Halilintar Gagal Menikah?

Namun, dalam beberapa hari terakhir, justru jumlah kasus positif Covid-19 mencatatkan rekor penambahan tertinggi.

Bahkan, Jakarta kembali menjadi provinsi yang memiliki jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 terbanyak dengan 48.393 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 36.383 orang dinyatakan sembuh dan 1.317 orang meninggal dunia.

Sampai kemarin Selasa (8/9), Jakarta memiliki kasus aktif atau pasien positif Covid-19 yang dirawat dan isolasi sebanyak 11.030 orang.

Sementara itu jumlah orang yang dites dengan metode PCR dalam satu pekan terakhir sebanyak 55.424 orang atau telah berada di atas target WHO untuk Jakarta minimun melakukan tes 10.645 orang per pekan.

Sedangkan persentase kasus positif Covid-19 dalam sepekan terakhir sebesar 13,2 persen.

Baca juga :  Bukan Resesi Ekonomi, Ini yang Membuat Pengusaha Takut 

Kasus positi Covid-19 di Ibu Kota mayoritas berasal dari klaster perkantoran. Hal ini tak terlepas dengan kebijakan pelonggaran aktivitas masyarakat yang diambil Anies dalam PSBB transisi fase satu.

Peningkatan kasus positif juga tak terlepas dari jumlah tes yang telah dilakukan Pemprov DKI. Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah tes Covid-19 terbanyak dibandingkan provinsi lain.

Selain kasus positif yang terus melonjak, DKI kini mulai kekurangan lahan khusus pemakaman pasien Covid-19. TPU Pondok Ranggon,

Jakarta Timur yang ditetapkan menjadi pemakaman khusus Covid-19 hanya menyisakan sekitar 1.100 lubang.

Saat ini, Pemprov DKI tengah menambah luas lahan untuk pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 di TPU Pondok Ranggon. (CNN)

Editor: Syarif

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gadis Cantik yang Kabur Karena Dijodohkan Diduga Ngemis di Garut
apahabar.com

Nasional

Teror Virus Corona Tak Kurangi Minat Jemaah Ibadah Umrah
apahabar.com

Nasional

Marak Kebakaran, Ratusan Warga Tolak Bala di Purnasakti Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Ke Jepang, Pemprov Tawarkan Proyek Kereta Api Kalsel
apahabar.com

Nasional

Arab Saudi Hukum Mati 5 Pembunuh Jamal Khashoggi!
apahabar.com

Nasional

Viral, Ucapan Andre Taulany yang Dinilai Hina Nabi Muhammad
apahabar.com

Nasional

Unjuk Rasa di Papua, Kota Jayapura Lumpuh dan Mencekam
apahabar.com

Nasional

Sosok Emen, Buruh Pembunuh PSK Online Gara-Gara Tisu Magic
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com