Sudah Ditemukan, Jasad Korban Longsor di Batu Bini HSS Dievakuasi Besok Banjir di Haruyan HST Berangsur-Angsur Surut, BPBD Imbau Warga Tetap Siaga Lebaran di Lapas Balikpapan, Antre Video Call Lepas Rindu Kasus Covid di Balikpapan Melandai, Hari Ini Hanya Bertambah 5 Orang Banjir di Satui Tanbu, Ratusan Jiwa Mengungsi

Jakarta PSBB Lagi, Anies Baswedan Tarik Rem Darurat

- Apahabar.com Rabu, 9 September 2020 - 21:27 WIB

Jakarta PSBB Lagi, Anies Baswedan Tarik Rem Darurat

Jakarta kembali bersiap menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Itu dilakukan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Jakarta. Foto-Kompas

apahabar.com, JAKARTA – Jakarta segera memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali. Menurut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan hal itu diambil sebagai langkah rem darurat dalam penanggulangan Covid-19.

“Dalam rapat tadi sore disimpulkan: Kita akan menarik rem darurat kita terpaksa kembali menerapkan pembatasan berskala besar seperti masa awal pandemi. Bukan PSBB transisi, tapi PSBB sebagai mana masa dulu. Ini rem darurat yang kita tarik,” ujar Anies dalam konferensi pers digelar secara daring, Rabu (9/9).

“Maka, dengan melihat kedaruratan ini tidak banyak pilihan Jakarta menarik rem darurat sesegera mungkin,” ujar Anies.
Kebijakan PSBB yang kemudian dilanjutkan PSBB transisi merupakan salah satu upaya Pemprov DKI menekan laju penyebaran Covid-19.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, justru jumlah kasus positif Covid-19 mencatatkan rekor penambahan tertinggi.

Bahkan, Jakarta kembali menjadi provinsi yang memiliki jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 terbanyak dengan 48.393 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 36.383 orang dinyatakan sembuh dan 1.317 orang meninggal dunia.

Sampai kemarin Selasa (8/9), Jakarta memiliki kasus aktif atau pasien positif Covid-19 yang dirawat dan isolasi sebanyak 11.030 orang.

Sementara itu jumlah orang yang dites dengan metode PCR dalam satu pekan terakhir sebanyak 55.424 orang atau telah berada di atas target WHO untuk Jakarta minimun melakukan tes 10.645 orang per pekan.

Sedangkan persentase kasus positif Covid-19 dalam sepekan terakhir sebesar 13,2 persen.

Kasus positi Covid-19 di Ibu Kota mayoritas berasal dari klaster perkantoran. Hal ini tak terlepas dengan kebijakan pelonggaran aktivitas masyarakat yang diambil Anies dalam PSBB transisi fase satu.

Peningkatan kasus positif juga tak terlepas dari jumlah tes yang telah dilakukan Pemprov DKI. Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah tes Covid-19 terbanyak dibandingkan provinsi lain.

Selain kasus positif yang terus melonjak, DKI kini mulai kekurangan lahan khusus pemakaman pasien Covid-19. TPU Pondok Ranggon,

Jakarta Timur yang ditetapkan menjadi pemakaman khusus Covid-19 hanya menyisakan sekitar 1.100 lubang.

Saat ini, Pemprov DKI tengah menambah luas lahan untuk pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 di TPU Pondok Ranggon. (CNN)

Editor: Syarif

Editor: Uploader - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

SAR

Nasional

Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR
apahabar.com

Nasional

Ops SAR Pulang Pisau, Korban Mobil Kecebur ke Sungai Belum Ditemukan
apahabar.com

Nasional

Badan Pengawas Pemilu Tunggu Laporan Pembakaran Surat Suara di Papua
apahabar.com

Nasional

Bahasa Peningkatan Kerja Sama, Presiden Jokowi dan PM Tahiland Bertemu di KTT Ke-34 ASEAN
apahabar.com

Nasional

BPOM Jamin Validitas Protokol Uji Klinis Vaksin Covid-19
apahabar.com

Nasional

Innalillah, Sempat Viral Lantaran Tidur Setahun Bayi Shaka Kini Telah Tiada
apahabar.com

Nasional

KPK OTT Bupati Mesuji Terkait Proyek PUPR
apahabar.com

Nasional

Kementerian Koperasi dan UKM Perpanjang Masa Pemberian BLT
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com