ga('send', 'pageview');
Dugaan Penyiksaan Bocah Sungai Bilu yang Dikira Diculik Makhlus Halus Rumah di Mantuil Banjarmasin Amblas ke Sungai, Pemilik Luka-Luka Pasien Sembuh Covid-19 Kalsel Meningkat Lagi, Simak Imbauan Paman Birin Ditutup Melemah, Saham Singapura Perpanjang Kerugian Angin Puting Beliung di Kapuas, Rumah Warga Jadi Korban

Jakarta PSBB Lagi, DPR Ingatkan Tetap Jaga Stabilitas Sistem Keuangan

- Apahabar.com Kamis, 10 September 2020 - 17:07 WIB

Jakarta PSBB Lagi, DPR Ingatkan Tetap Jaga Stabilitas Sistem Keuangan

Karyawan mengenakan pelindung wajah saat membersihkan lantai di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Rabu (9/9). Foto-Antara/Indrianto Eko Suwarso/foc.

apahabar,com, JAKARTA – Komisi XI DPR mengingatkan stabilitas di pasar keuangan domestik harus betul-betul dijaga menyusul keputusan pemerintah provinsi DKI Jakarta yang akan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total mulai 14 September 2020.

PSBB tersebut otomatis akan menghapuskan fase kelonggaran dalam masa transisi sebelumnya.

Ketua Komisi XI DPR, Dito Ganinduto, mengatakan keputusan pemberlakukan PSBB Total di Jakarta yang diumumkan pada Rabu (9/9) malam menjadi penyebab anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan dan kurs rupiah sepanjang perdagangan pada Kamis ini.

IHSG sempat merosot ke level 4.961 pada Kamis siang, dan mata uang Garuda sempat melemah hingga dibanderol Rp14.840 per dolar AS pada perdagangan Kamis.

“Pengumuman PSBB oleh DKI Jakarta secara langsung direspons oleh market karena ketidakpastian yang masih belum pasti di tengah berbagai kebijakan pemerintah dalam menanggulangi dampak Covid-19 baik pada sisi kesehatan, sosial, dan ekonomi,” kata Dito dihubungi di Jakarta, Kamis (10/9).

Menurut Dito, ketika awal Juni 2020 saat pemerintah provinsi DKI Jakarta mengubah PSBB menjadi PSBB Transisi kondisi ekonomi mulai pulih yang diikuti dengan kepercayaan pelaku pasar. Namun, data Kementerian Kesehatan menunjukkan jumlah kasus Covid-19 di Ibu Kota sejak Juni 2020 terus meningkat.

Ke depannya, saat PSBB kembali diberlakukan, Dito berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah selalu menyelaraskan kebijakan dan tetap mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap sistem keuangan.

“Respons kebijakan yang berimplikasi langsung terhadap sentimen pasar atau keseluruhan perekonomian harus dijaga confident nya untuk meminamilisir dampak dari sentimen negatif tersebut dengan menyelaraskan berbagai kebijakan antara pemerintah daerah dan kebijakan pemerintah pusat,” ujar dia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Rabu (8/9) malam memutuskan untuk menginjak rem darurat dengan mencabut PSBB transisi dan memberlakukan kembali PSBB total.

Anies kembali memberlakukan PSBB karena saat ini kasus Covid-19 di Jakarta terus bertambah.

Terdapat tiga indikator yang menunjukkan kondisi darurat di DKI Jakarta yaitu tingkat kematian akibat Covid-19, ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU khusus, serta tingkat kasus positif.

“Dengan melihat keadaan darurat ini di Jakarta, tidak ada pilihan lain selain keputusan untuk tarik rem darurat. Artinya kita terpaksa berlakukan PSBB seperti awal pandemi, inilah rem darurat yang harus kita tarik,” kata Anies.(Ant)

Editor: Aprianoor


Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Penumpang Garuda Bisa Nginap Hemat di Hotel Aston Banua
apahabar.com

Ekbis

Kunjungan Wisata di Kalsel Naik, Ini Faktanya
Impor Tersendat Akibat Corona, Bawang Putih Picu Inflasi Kalsel 0,08 Persen

Ekbis

Impor Tersendat Akibat Corona, Bawang Putih Picu Inflasi Kalsel 0,08 Persen
apahabar.com

Ekbis

Dirut Bank Kalsel: Kredit Macet Sampai 30 Persen Hoax
apahabar.com

Ekbis

Asperindo Surati Presiden Terkait Tarif Bagasi
apahabar.com

Ekbis

Suku Bunga Turun, Repnas Dukung Jokowi-Ma’ruf
apahabar.com

Ekbis

Usaha Cuci Motor-Mobil Menggiurkan, Ini yang Perlu Pertimbangan
apahabar.com

Ekbis

Jelang Idulfitri, Harga Bawang Merah di Batola Naik Lagi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com