Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah Pembelajaran Tatap Muka SMP di Banjarmasin Siap Dibuka, Catat Bulannya VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat

Jangan Dipandang Tabu, Berikut Manfaat Pendidikan Seks Sejak Dini untuk Perkembangan Anak

- Apahabar.com Jumat, 18 September 2020 - 13:47 WIB

Jangan Dipandang Tabu, Berikut Manfaat Pendidikan Seks Sejak Dini untuk Perkembangan Anak

Manfaat pendidikan seks sejak dini untuk perkembangan anak. Foto-Ilustrasi/Shutterstock

apahabar.com, BANJARMASIN – Tidak hanya memberikan pendidikan etika dan moral untuk anak, orang tua juga wajib memberikan pengetahuan seksual untuk buah hatinya sejak dini.

Namun, tak sedikit orang tua melupakan itu, lantaran berbicara seks dengan anak dipandang tabu.

Padahal, menurut salah seorang Psikiater Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Dokter Yanuar Satrio Sarosa SpKJ, pendidikan seksual harus diberikan pada anak sedini mungkin.

“Pendidikan seks itu sudah diajarkan sejak dini. Dari umur satu tahun, dua tahun sudah diajari. Cuman dibedakan setiap level umurnya,” tekan Dokter Yanuar Satrio Sarosa.

Sejak balita, anak sudah mulai dikenalkan untuk membedakan jenis kelamin. Membedakan mana jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Selain itu anak perlu tau istilah yang benar seperti penis, vulva, vagina, klitoris, dan puting susu.

Selain itu, fokus utama untuk kelompok usia dini adalah belajar tentang batas-batas dan apa saja yang pantas dan tidak pantas untuk disentuh.

Selain itu sedari dini, anak bisa dilatih untuk Toilet Training atau Potty Training, dimana hal ini merupakan proses melatih balita untuk buang air besar dan buang air kecil di toilet.

“Jadi istilahnya orang tua jangan tak hanya mengenalkan anatomi, tapi juga memberikan masukan-masukan. Misalnya, gak boleh telanjang, di tutup celananya, ” sambung Dokter spesialis jiwa itu.

Dia mengatakan jika hal-hal kecil itu sudah ditanamkan sejak dini, anak akan terbiasa. Nah, ketika itu sudah tertanam dalam diri, anak pun akan aneh apabila dia melanggar.

Setelah masuk tahap remaja, orang tua pun harus tetap memberikan pengetahuan seksual lebih dalam.

Lalu pengetahuan seksual seperti apa yang dirasa tepat untuk remaja? Masuk ke level remaja, secara kejiwaan anak akan lebih mencari jatidiri. Nah, peran orang tua ketika anak masuk ke dalam tahapan itu adalah mengenalkan seksual yang berbau nilai, norma dan agama.

“Tahapan itu, orang tua sudah bisa mengenalkan nilai, norma dan agama. Karena sudah masuk remaja, sudah mengenal baik dan buruk,” terangnya.

Mengenalkan nilai, norma dan agama pada anak juga salah satu cara mengarahkan anak supaya dia lebih terarah.

Editor: Syarif

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Four Twenty dan Fiersa Besari Paling Ditunggu di Murjani
apahabar.com

Gaya

Puluhan Wanita Meriahkan Beauty Class di Duta Rasa Banjarmasin

Gaya

Ariel NOAH Dinilai Playboy, Apa Kata Lania Fira?
apahabar.com

Gaya

Belum Dapat Izin, Kopdargab IMO Kalseltengbar Ditunda
apahabar.com

Gaya

Hanya Rp75 Ribu, Nikmati Buka Puasa Sepuasnya di Fave Hotel Banjarmasin
apahabar.com

Gaya

Cadar Bisa Jadi Pelindung dari Covid-19
apahabar.com

Gaya

Potong Rambut Sendiri Saat Wabah Corona, Berikut Caranya
apahabar.com

Gaya

Tips Aman Berinteraksi di Sosial Media, Simak Ulasannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com