ga('send', 'pageview');
Misteri Kematian Istri Muda Kades di HST, Polisi Tepis Isu Kerusakan Alat Vital Korban Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Pilkada Kalsel 2020 Jalan Terus Identitasnya Dikantongi, Polisi Buru Dalang Perampokan Brutal di Kotabaru VIDEO: Menegangkan, Detik-Detik Warga Kotabaru Rebut Jasad dari Mulut Buaya Kronologi Warga Kotabaru Rampas Jasad Ketua RT dari Mulut Buaya

Jelang MotoGP Emilia Romagna 2020 Live Trans7, Guru vs Murid Lagi: Rossi vs Bagnaia dan Morbidelli

- Apahabar.com Kamis, 17 September 2020 - 13:13 WIB

Jelang MotoGP Emilia Romagna 2020 Live Trans7, Guru vs Murid Lagi: Rossi vs Bagnaia dan Morbidelli

Valentino Rossi (tengah) bersama Francesco Bagnaia dan Franco Morbidelli. Foto-net

apahabar.com, MISANO – Beda dengan dua anak muridnya Francesco Bagnaia dan Franco Morbidelli, pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi justru gagal naik podium MotoGP San Marino di Sirkuit Misano akhir pekan tadi.

Seperti diketahui, Francesco Bagnaia dan Franco Morbidelli sukses naik podium Sirkuit Misano, yang bakal kembali jadi lintasan MotoGP Emilia Romagna, akhir pekan ini.

Franco Morbidelli jadi pemenang balapan dan berhasil mengamankan podium pertama, sementara Francesco Bagnaia meraih posisi kedua.

Nah, jelang MotoGP Emilia Romagna 2020 Live Trans7, Rossi tak boleh dibuat malu untuk kedua kalinya oleh dua anak didiknya; Bagnaia dan Morbidelli.

Seperti diketahui, Emilia Romagna di Sirkuit Misano merupakan seri ketujuh MotoGP 2020. Dan lagi, seperti MotoGP San Marino, gelaran grand prix Emilia Romagna 2020 di Misano juga Live Trans7.

Sejatinya Rossi bisa jadi naik podium di MotoGP San Marino 2020, akhir pekan tadi. Namun menurut Rossi, rider gaek Italia itu mengaku kesulitan.

Sebab Rossi gagal mempertahakan posisi ketiga yang diambil alih oleh pembalap Tim Suzuki Ecstar, Joan Mir, tepat pada putaran terakhir.

Ya, seri keenam di Sirkuit Misano World Marco Simoncelli berakhir pilu bagi Valentino Rossi.

Setelah menguntit Franco Morbidelli sepanjang 20 dari 27 putaran di posisi kedua, Rossi harus merelakan tempatnya diambil oleh anak didiknya; Francesco Bagnaia.

Walau sedih, Rossi menatap seri ketujuh di sirkuit yang sama akhir pekan ini, dengan optimis.

“Saya bahagia kami akan menjalani balapan lainnya di Misano. Pekan lalu, saya sangat dekat dengan podium. Sayangnya, balapan lebih panjang satu putaran,” ujar Valentino Rossi, dikutip dari laman resmi Yamaha MotoGP, Kamis (17/9/2020).

“Saya ingin bertarung untuk podium lagi. Namun, level para pembalap sangat tinggi. Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 berlangsung sangat ketat. Kami akan mengerahkan yang terbaik,” tukas Rossi, pebalap berusia 41 tahun tersebut.

Optimisme Valentino Rossi tidak terlepas dari tes yang berlangsung Selasa 15 September 2020 di Sirkuit Misano.
Pada sesi pertama, Rossi memang hanya menempati urutan 16 dengan catatan waktu terbaik 1 menit 32,946 detik.

Baca juga :  Dirut Bank Kalsel Apresiasi Kinerja Pemkot Banjarmasin Ciptakan Ribuan Wirausahawan Baru

Pada sesi siang hari, catatan waktu yang dibukukan Valentino Rossi identik.

Namun, dalam dua sesi tersebut, ia mengaku menemukan sesuatu yang positif dari motor Yamaha YZR M-1.

Rossi berharap, hal positif itu dapat membantunya pada pekan balapan kali ini.

“Kami berhasil melakukan banyak putaran sepanjang tes kemarin. Kami juga berhasil menemukan sesuatu yang positif, yang mungkin saja dapat membantu kami untuk menjadi lebih kuat pada akhir pekan ini,” tutup juara dunia MotoGP tujuh kali itu.

Sekilas catatan waktu tersebut terlihat buruk karena hanya menempatkannya pada posisi 17 klasemen kombinasi.
Namun, Valentino Rossi menguji beberapa perangkat baru, seperti knalpot panjang, yang diklaim krusial untuk menambah power mesin.

Guru vs Murid

Pebalap Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli, anak didik Velantino Rossi, masih teringat hasil MotoGP San Marino.

Betapa tidak, Morbidelli harus bersaing dengan Rossi, sang guru. Baik Morbidelli dan Rossi bersaing memperebutkan posisi terdepan balapan MotoGP San Marino selama 21 lap.

Persaingan itu berakhir ketika Rossi melorot ke posisi tiga setelah disalip pebalap Pramac Racing, Francesco “Peco” Bagnaia, juga murid Rossi asal Italia.

Pada saat yang bersamaan, Morbidelli yang sudah memimpin balapan sejak lap pertama terus mempertahankan posisi terdepan hingga akhirnya menjadi pemenang.

Rossi gagal menemani Morbidelli di podium juara MotoGP San Marino karena disalip pebalap Suzuki Ecstar, Joan Mir, pada lap terakhir.

Bagi Morbidelli sangat bangga karena berhasil mengalahkan Valentino Rossi.

“Anda pasti kesulitan ketika seorang Rossi berada di belakang Anda. Saya memang sering berlatih dengan Rossi, tapi ketika balapan MotoGP, semuanya jauh berbeda,” kata Morbidelli dikutip dari situs Speedweek, Selasa (15/9/2020).

“Situasi saya semakin sulit saat melihat banyak bendera kuning (warna ciri khas Rossi) ketika melintas di depan tribune penonton,” ucap Morbidelli.

Baca juga :  Debut di Event Nasional Motocross, Putra H Rihan Binuang Tampil Ciamik

“Rossi mendapat kekuatan magis dari penonton. Pada saat yang bersamaan, saya berada di depan Rossi. Itu sangat sulit,” tutur Morbidelli. “Saat itu saya hanya berkata ke diri sendiri: ‘Tetap tenang, dan coba kendalikan kecepaatan’,” ucap pebalap berdarah Brasil itu. “Saya pada akhirnya mendapat hasil yang mengesankan. Saya sangat bangga dan bersyukur untuk itu,” ujar Morbidelli.

Hasil MotoGP San Marino menjadi kemenangan pertama Morbidelli sejak debut di kelas utama pada musim 2018.
Kemenangan pertama Morbidelli terasa sangat spesial karena didapat di tanah kelahirannya, Italia.

Morbidelli menilai pencapaiannya kali ini tidak lepas dari sosok Valentino Rossi.

Morbidelli menyebut Valentino Rossi adalah orang yang paling berjasa dalam kariernya karena terus memberi kepercayaan.

“Saya harus memberikan terima kasih khusus untuk Valentino Rossi. Dia telah melakukan banyak hal untuk saya. Rossi berada di garis terdepan daftar orang yang percaya saya,” ucap Morbidelli.

“Rossi adalah seorang legenda yang terbaik. Bisa mendapat kesempatan balapan melawan Rossi adalah berkah dan kebanggaan untuk saya,” tutur Morbidelli.

“Saya tentu ingin terus mengalahkan Rossi. Itu adalah satu-satunya cara yang bisa saya lakukan untuk membuktikan diri dan membalas kepercayaan yang diberikan Rossi,” ucap Morbidelli.

“Saya berharap bisa terus bersaing dan balapan bersama Rossi lebih lama lagi,” ujar Morbidelli menambahkan.

Sekadar diketahui, Morbidelli adalah murid pertama Rossi di akademi pebalap VR46 Riders Academy.

VR46 Riders Academy merupakan sekolah pebalap yang didirikan Rossi sejak 2014.

Selain Morbidelli, Bagnaia juga merupakan pebalap didikan Rossi di VR46 Academy.

Hubungan Rossi dan Morbidelli kemungkinan besar akan semakin dekat musim depan.

Sebab, Rossi dikabarkan akan segera merapat ke Petronas Yamaha SRT.

Jika kabar itu menjadi kenyataan, Petronas Yamaha SRT akan memiliki dua pebalap dengan status murid dan guru musim depan.

Namun sebelum itu terwujud, persaingan antara guru vs murid kembali terjadi di MotoGP Emilai Romagna 2020 Live Trans7 akhir pekan ini.(kps/gtc/okz)

Editor: Zainal - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Bocoran Harga Tiket MotoGP Indonesia 2021
apahabar.com

Sport

Renan Silva Bertekad Ikuti Jejak Eks Pelatih Barito Putera
apahabar.com

Sport

Duel Penawar Luka, Intip Link Live Streaming PSM vs Barito Hari Ini

Sport

Penalti Samsul Gagal, Barito Ditekuk Borneo FC
apahabar.com

Sport

Jacksen : Fisik Pemain Masih Zero Persen
apahabar.com

Sport

Jadwal Live Streaming MotoGP Emilia Romagna 2020, Live Trans7, Kans Valentino Rossi Juara Dunia Terbuka
apahabar.com

Sport

Disinggung Soal Lini Tengah Barito, Ini Kata Jacksen!
apahabar.com

Sport

Live Hari Ini! Arema FC vs Barito Putera: Milo Puji Skuat Jacksen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com