Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Jokowi: Indikator Ekonomi Indonesia Mulai Membaik

- Apahabar.com Selasa, 1 September 2020 - 15:47 WIB

Jokowi: Indikator Ekonomi Indonesia Mulai Membaik

Presiden Joko Widodo. Foto: Instagram/Jokowi

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan beberapa indikator perekonomian, seperti indeks manufaktur dalam Purchasing Manager Index (PMI), konsumsi masyarakat, dan ekspor sudah mulai merangkak naik.

Namun, menurut Jokowi, tetap perlu kerja keras untuk menghindari zona resesi di kuartal III 2020.

Presiden Jokowi mencontohkan PMI Manufaktur Indonesia sudah kembali ke atas 50 poin di Agustus 2020, atau sudah ke level normal.

“Misalnya kerja Purchasing Manager Index sudah kembali masuk ke angka 50-an. Ini sudah berarti pada posisi normal. kemudian juga pajak juga mulai angkanya naik, meskipun belum pada posisi normal,” kata Kepala Negara dalam pengarahan kepada para gubernur dari Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (1/9).

Namun, Presiden Jokowi tetap mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan masyarakat.

Dia meminta agar para gubernur mengendalikan porsi gas dan rem untuk menyeimbangkan kebijakan penanganan kesehatan masyarakat dan pemulihan ekonomi.

“Karena apabila kurva Covid-19 ini tidak bisa kita tekan dengan cepat apalagi angka kematian tidak bisa kita turunkan dengan tajam, dan angka kesembuhan tidak bisa kita tingkatkan secara drastis maka situasi ketidakpastiannya akan terus berlanjut,” katanya.

Presiden minta pemerintah daerah memberikan rasa aman kepada masyarakat agar kegiatan-kegiatan produktif dalam kembali berjalan.

“Betul-betul harus kita jaga jangan sampai membuat masyarakat diliputi rasa tidak aman, dan akan menyebabkan dunia usaha tidak mau bergerak, tidak bisa bergerak, mereka selalu menyampaikan wait and see,” jelas Presiden Jokowi.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gambar Dua Gorila DRC Ikut Selfie Viral di Media Sosial
apahabar.com

Nasional

Presiden Janji Rampingkan 18 Lembaga Non-struktural, Apa Alasannya?
apahabar.com

Nasional

Penegakan Sanksi Pelanggaran Netralitas ASN Masih Lemah
apahabar.com

Nasional

Sempat Diulang, Prabowo Unggul di TPS Wiranto
apahabar.com

Nasional

Hore, Pasien Sembuh dari Covid-19 Indonesia Jadi 5.402 Orang 
apahabar.com

Nasional

Total 125 Jenazah Diidentifikasi di Penutupan Operasi DVI Lion Air
apahabar.com

Nasional

Putra Donald Trump Bidik Bali Kembangkan Resor Super Mewah
apahabar.com

Nasional

Ibundanya Dimakamkan di Asahan Disambut Ribuan Warga, Ustadz Somad: Doakan Kami Tetap Sabar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com