Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam? Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura

Jokowi: Jika Ekonomi Masih Minus, Siap-Siap Masuk Resesi

- Apahabar.com Selasa, 1 September 2020 - 14:50 WIB

Jokowi: Jika Ekonomi Masih Minus, Siap-Siap Masuk Resesi

Presiden Joko Widodo memberikan pidato dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menekankan jajarannya agar bekerja lebih keras memulihkan kondisi ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Jokowi mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi di kuartal III ini tak berada di posisi minus yang akan meneyebabkan terjadinya resesi.

Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada para gubernur menghadapi pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/9).

“Kuartal kedua kita sudah pada posisi minus 5,3 persen. Sudah minus. Untuk itu untuk kuartal ketiga yang kita ini masih punya waktu 1 bulan yaitu Juli, Agustus, September, kita masih punya kesempatan di bulan September ini. Kalau kita masih berada pada posisi minus artinya kita masuk ke resesi,” ujar Jokowi seperti dilansir dari Republika.co.id.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Presiden kembali meminta agar belanja daerah baik belanja barang, belanja modal, maupun penyaluran bantuan sosial dipercepat. Sehingga dapat meningkatkan konsumsi masyarakat dan memulihkan kondisi ekonomi di daerah.

Berdasarkan data per 27 Agustus 2020, rata-rata nasional belanja untuk APBD provinsi masih sebesar 44,74 persen dan belanja kabupaten/kota sebesar 48,8 persen.

Jokowi pun meminta tiap kepala daerah agar melihat kembali realisasi penyerapan anggaran di daerahnya.

“Hati-hati mengenai ini. Ini angkanya saya kira bisa kita lihat belanja untuk barang dan jasa realisasinya sudah berapa, untuk belanja modal berapa, untuk belanja bansos berapa,” tambah Jokowi.

Ia mencontohkan, penyerapan anggaran untuk belanja barang dan jasa di DKI Jakarta sudah tinggi yang mencapai 78 persen. Begitu juga dengan belanja modal yang sudah mencapai 92 persen.

Jokowi pun mengaku akan terus mengawasi realisasi penyerapan APBD di tiap-tiap daerah.

“Saya kira yang lain-lain tolong terutama yang berada di angka-angka masih 15, masih 10 apalagi yang bansos masih nol betul-betul dilihat dengan angka-angka ini,” kata dia.

Lebih lanjut, ia menyebut pertumbuhan ekonomi tertinggi saat ini yakni ada di Papua yang sebesar 4,52 persen dan Papua Barat 0,53 persen.

Sedangkan tiga provinsi yang pertumbuhan ekonominya mengalami minus cukup besar yakni Bali pada posisi minus 10,98 persen, DKI Jakarta pada posisi minus 8,22 persen, dan juga DIY yang minus 6,74 persen.

“Ini karena memang turis wisata itu betul-betul sangat mendominasi ekonomi di Bali sehingga kelihatan sekali pertumbuhan ekonomi di Bali berkontraksi begitu sangat tajam,” jelas Jokowi.(Rep)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Berkah Haul Guru Sekumpul, Pertalite pun Digratiskan
apahabar.com

Nasional

Rusuh Jakarta Semalam, Anies: Ratusan Luka, 6 Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

Bahlil Jadi Menteri, Hipmi Canangkan Tahun Investasi
apahabar.com

Nasional

Kawal Proses Pencoblosan, Prabowo Meninggal Kena Serangan Jantung
apahabar.com

Nasional

Keluarga Angkat Bicara, Putri Pariwisata yang Tersandung Prostitusi Hilang Dua Hari
apahabar.com

Nasional

Peserta Positif Covid-19 Bisa Ikuti SKB CPNS, Berikut Penjelasan BKN
apahabar.com

Nasional

Amnesti Untuk Ibu Nuril: Jangan Penjarakan Korban
apahabar.com

Nasional

Jangan Sembarang Konsumsi Tanaman Bajakah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com