Enam Bulan Pandemi Corona di Kalsel, ICU dan Ruang Isolasi Makin Sesak Resmi, Sandiaga Uno Dukung Cuncung-Alpiya di Pilbup Tanbu 2020 Bendera RI Rasa Polandia di SKPD Kotabaru, Sore Hari Baru Diturunkan Pulang dari Banjarmasin, 1 Anggota DPRD Tabalong Positif Covid-19 Hasil Liga Inggris, Kalah 3-1 dari Liverpool, Pelatih Arsenal Arteta Langsung Berburu Gelandang Kreatif

Jokowi: Tak Masuk Akal Indonesia Kekurangan Atlet Berbakat, Pasti yang Salah Manajemennya

- Apahabar.com Rabu, 9 September 2020 - 22:41 WIB

Jokowi: Tak Masuk Akal Indonesia Kekurangan Atlet Berbakat, Pasti yang Salah Manajemennya

Dokumentasi - Presiden Joko Widodo menerima gelang dari seorang atlet disaksikan Menpora Zainudin Amali (kedua kanan), Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari (kedua kiri), saat pelepasan atlet untuk SEA Games 2019 di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/11/2019). Foto-Antara/Akbar Nugroho Gumay/ama

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini bahwa tidak masuk akal bila Indonesia sebagai negara besar kekurangan atlet berbakat.

“Ingat penduduk kita 270 juta lebih dan mayoritas generasi muda, sangat tidak masuk akal jika kita kekurangan calon atlet yang berbakat, pasti jutaan yang berbakat,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (9/9).

Jokowi menyampaikan hal itu dalam acara Puncak Hari Olahraga Nasional XXXVII Tahun 2020 yang dilangsungkan secara virtual dengan dihadiri para menteri kabinet Indonesia Maju, gubernur, para pejabat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI) serta para atlet.

“Kalau kurang calon (atlet), pasti yang salah manajemennya, bukan kekurangan bakatnya, oleh karena ini sistem pembinaan atlet nasional sekali lagi harus direview total,” tambah Jokowi.

Menurut Jokowi, pembinaan atlet harus memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru.

“Bukan hanya untuk pengembangan pusat pelatihan yang berbasis science tapi juga manajemen pelatihan yang lebih baik. Kembangkan sistem informasi dan big data analytic yang bisa mendeteksi calon-calon atlet yang berkualitas,” tambah Jokowi.

Baca juga :  Sah, Bernhard E Rondonuwu Emban Pjs Wali Kota Banjarbaru

Kepala Negara pun memerintahkan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali untuk mengajak semua pihak terkait dapat merancang ulang sistem pembinaan atlet secara besar-besaran.

“Dan segera melaporkan hasilnya kepada saya,” perintah Jokowi.

Jokowi menegaskan bahwa sebagai suatu negara besar, Indonesia harus punya nama besar di kompetisi olahraga di arena internasional.

“Kita pernah memiliki nama-nama besar di tingkat internasional di beberapa cabang olahraga dan saat ini kita juga masih punya nama-nama besar. Di kesempatan kali ini saya sampaikan penghargaan kepada para atlet yang telah berjuang mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya, yang telah mengharumkan nama Indonesia di arena-arena internasional, kontribusi bapak ibu dan saudara-saudara selalu melekat di coretan sejarah olahraga Indonesia,” ungkap Kepala Negara.

Jokowi juga mengungkapkan bahwa olahraga mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat dan bangsa.

“Pertama, olahraga adalah instrumen penting bagi pendidikan kita, bukan hanya pendidikan jasmani, bukan hanya menguatkan fisik tapi olahraga juga pendidikan karakter,” kata Jokowi.

Baca juga :  Satgas Covid-19 Kapuas Resmi Terbentuk

Menurut Jokowi, olahraga membangun karakter disiplin dan sportivitas.

“Bahwa menang dan kalah itu biasa, membangun karakter pejuang dan pekerja keras, memperkuat karakter kolaborasi dalam team work dan bahkan memperkokoh jiwa patriotisme dan nasionalisme,” ungkap Jokowi.

Selanjutnya olahraga merupakan instrumen meningkatkan produktivitas karena tidak mungkin produktivitas bisa ditingkatkan tanpa ada kesehatan yang prima dari warganya.

“Olahraga harus menjadi keseharian bagi warga masyarakat, menjadi keseharian bagi para pegawai, menjadi keseharian bagi kita semua di kantor-kantor pemerintah, perusahaan dan berbagai organisasi lainnya,” tambah Jokowi.

Artinya, menurut Jokowi, olahraga bukan hanya urusan individu, juga bukan hanya urusan Kementerian Pemuda dan Olahraga, tapi menjadi urusan seluruh lapisan masyarakat.

“Olahraga harus didukung dengan infrastruktur yang baik, didukung dengan gaya hidup dan didukung dengan teknologi dan manajemen yang baik. Selamat Hari Olahraga Nasional, jadikan olahraga sebagai bagian pola hidup sehat kita. Masyarakat sehat negara kuat, kita mulai semangat baru olahraga untuk negara kita Indonesia Maju,” kata Jokowi.(Ant)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Menkominfo Siapkan Informasi Lawan Kabar Hoaks Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Jangan Percaya Hoaks Letusan Besar Anak Gunung Krakatau
apahabar.com

Nasional

BKSDA Gelar Sayembara untuk Bebaskan Buaya dari Lilitan Ban
apahabar.com

Nasional

Wabah Virus Corona, KBRI Beijing Pastikan Perlindungan 93 WNI di Wuhan
apahabar.com

Nasional

Ijtima Ulama Tegaskan Money Politic Haram, MUI Kalsel: Bisa Hukum Cambuk
apahabar.com

Nasional

Penasihat KPK Ancam Mundur Bila Capim Bermasalah Terpilih
apahabar.com

Nasional

BMKG: Terjadi 1.163 Kali Gempa Susulan di Ambon
apahabar,com

Nasional

SBY: Perasaan Ibu Ani Terganggu dengan Pernyataan Pak Agum Gumelar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com