Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam?

Kampanye Gerakan Massa Dibatasi, Kapolres Banjarbaru: Jika Melanggar Ditindak

- Apahabar.com Rabu, 23 September 2020 - 14:18 WIB

Kampanye Gerakan Massa Dibatasi, Kapolres Banjarbaru: Jika Melanggar Ditindak

Ilustrasi kampanye. Foto-radarlombok.com

apahabar.com, BANJARBARU – Ada sanksi tegas bila kampanye di Pilkada Serentak 2020 melibatkan gerakan massa besar.

Maklumat Kapolri Nomor: Mak/3/IX/2020 yang dikeluarkan Senin (21/9/2020) menginstruksikan pengerahan massa pada setiap tahapan Pilkada tidak melebihi batasan jumlah massa yang ditetapkan oleh penyelenggara pemilihan.

Dan bila ditemukan perbuatan bertentangan dengan maklumat, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Memang pergerakan massa tidak bisa serta merta banyak, harus dibatasi. Pada PKPU sudah mengatur hanya 50 orang dalam ruangan tertutup,” ujar Kapolres Banjarbaru, AKBP Doni Hadi Satoso saat ditemui apahabar.com seusai apel penegakan disiplin prokes Covid-19 di Lapangan Murjani Banjarbaru, Rabu (23/9).

Itu artinya, terang Kapolres Banjarbaru, jika ditemukan pelanggaran atau massa lebih dari 50 orang dalam ruang tertutup pada tahapan Pilkada Serentak 2020, maka akan ditindak.

apahabar.com

Kapolres Banjarbaru, AKBP Doni Hadi Satoso saat ditemui apahabar.com seusai apel penegakan disiplin prokes Covid-19 di Lapangan Murjani, Rabu (23/9). Foto-Nurul Mufidah

“Nanti jika masyarakat tidak mengindahkan hal-hal yang disampaikan oleh petugas, maka kita terapkan ke pidana,” tegasnya.

Sedangkan untuk kampanye terbuka, katanya, kepolisian bersama dengan penyelenggara pemilu telah menyampaikan imbauan kepada tim pasangan calon yang telah ditetapkan KPU agar menyampaikan kampanyenya secara online.

“Dalam rangka kampanye itu secara virtual, sehingga tujuan visi misinya tersampaikan kepada masyarakat yang akan memilih dari paslon masing-masing. Ini adalah ide di tengah menghadapi Covid-19,” terang Doni.

Terkait pengamanan massa saat kampanye, Doni mengaku sudah menyiapkan 400 personel yang merupakan gabungan dengan Satpol PP, TNI dan Polri.

Sedangkan jika diketahui terjadi kerumunan massa saat kampanye terbuka yang dilakukan oleh Paslon, maka Paslon akan dikenakan sanksi. Yakni dilarang berkampanye lagi.

“Untuk sanksi akan dikenakan pada pasangan calon oleh KPU, Paslon tida boleh lagi berkampanye secara terbuka dengan mengumpulkan massa,” tambah Kasubbaghumas Polres Banjarbaru, Iptu Tajudin Noor.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kalsel Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspadai Karhutla
apahabar.com

Kalsel

Pasca Edaran MUI Batola, Belum Semua Mesjid Gelar Salat Jumat
apahabar.com

Kalsel

Anak-Anak Poskotis Saksikan Webinar Edukasi Bahaya Narkoba Polda Kalsel
Vihara Budha Sasana Pelaihari Siap Sambut Imlek Besok

Kalsel

Vihara Budha Sasana Pelaihari Siap Sambut Imlek Besok
apahabar.com

Kalsel

Komisi IV DPRD Kalsel Sorot Masalah Ketenagakerjaan Indocement
apahabar.com

Kalsel

Kasat Polair Polres HSU Sosialisasikan Perbup HSU Sampai Ujung Perbatasan Kalteng
apahabar.com

Kalsel

Konser Musik KPU Tapin Sepi Pengunjung

Borneo

Mengintip Perayaan Maulid di Banua, Baayun Tradisi Turun-menurun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com