Fix, Presiden Jokowi Akan Resmikan Bendungan Tapin Resmikan Bendungan Tapin, Jokowi Bertolak ke Kalsel 5 RS Ngutang Darah Miliaran Rupiah ke PMI, DPRD Banjarmasin Turung Tangan Pembunuhan di Balikpapan, “Hukum Mati Praka MAM” Menggema di Rumah Duka Antisipasi Teror Bom, PLN Kalselteng Gandeng Polda Gelar Simulasi

Kampanye Gerakan Massa Dibatasi, Kapolres Banjarbaru: Jika Melanggar Ditindak

- Apahabar.com Rabu, 23 September 2020 - 14:18 WIB

Kampanye Gerakan Massa Dibatasi, Kapolres Banjarbaru: Jika Melanggar Ditindak

Ilustrasi kampanye. Foto-radarlombok.com

apahabar.com, BANJARBARU – Ada sanksi tegas bila kampanye di Pilkada Serentak 2020 melibatkan gerakan massa besar.

Maklumat Kapolri Nomor: Mak/3/IX/2020 yang dikeluarkan Senin (21/9/2020) menginstruksikan pengerahan massa pada setiap tahapan Pilkada tidak melebihi batasan jumlah massa yang ditetapkan oleh penyelenggara pemilihan.

Dan bila ditemukan perbuatan bertentangan dengan maklumat, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Memang pergerakan massa tidak bisa serta merta banyak, harus dibatasi. Pada PKPU sudah mengatur hanya 50 orang dalam ruangan tertutup,” ujar Kapolres Banjarbaru, AKBP Doni Hadi Satoso saat ditemui apahabar.com seusai apel penegakan disiplin prokes Covid-19 di Lapangan Murjani Banjarbaru, Rabu (23/9).

Itu artinya, terang Kapolres Banjarbaru, jika ditemukan pelanggaran atau massa lebih dari 50 orang dalam ruang tertutup pada tahapan Pilkada Serentak 2020, maka akan ditindak.

apahabar.com

Kapolres Banjarbaru, AKBP Doni Hadi Satoso saat ditemui apahabar.com seusai apel penegakan disiplin prokes Covid-19 di Lapangan Murjani, Rabu (23/9). Foto-Nurul Mufidah

“Nanti jika masyarakat tidak mengindahkan hal-hal yang disampaikan oleh petugas, maka kita terapkan ke pidana,” tegasnya.

Sedangkan untuk kampanye terbuka, katanya, kepolisian bersama dengan penyelenggara pemilu telah menyampaikan imbauan kepada tim pasangan calon yang telah ditetapkan KPU agar menyampaikan kampanyenya secara online.

“Dalam rangka kampanye itu secara virtual, sehingga tujuan visi misinya tersampaikan kepada masyarakat yang akan memilih dari paslon masing-masing. Ini adalah ide di tengah menghadapi Covid-19,” terang Doni.

Terkait pengamanan massa saat kampanye, Doni mengaku sudah menyiapkan 400 personel yang merupakan gabungan dengan Satpol PP, TNI dan Polri.

Sedangkan jika diketahui terjadi kerumunan massa saat kampanye terbuka yang dilakukan oleh Paslon, maka Paslon akan dikenakan sanksi. Yakni dilarang berkampanye lagi.

“Untuk sanksi akan dikenakan pada pasangan calon oleh KPU, Paslon tida boleh lagi berkampanye secara terbuka dengan mengumpulkan massa,” tambah Kasubbaghumas Polres Banjarbaru, Iptu Tajudin Noor.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjar

Kalsel

Hasil Coblos Ulang di Banjar, Antusias Warga ke TPS Turun
apahabar.com

Kalsel

Sambangi Desa Sepakat, Ini Pesan Aipda Jurnal Pada Warga Binaannya
apahabar.com

Kalsel

Kisah Pilu Anang, Korban Angin Puting Beliung Kampung Gadang
apahabar.com

Kalsel

Ketika Tokoh Kalsel Jebolan KNPI Kembali Berkumpul
apahabar.com

Kalsel

PSBB Tak Diperpanjang, Banjarmasin Resmi Buka Rumah Ibadah
apahabar.com

Kalsel

PDAM Bandarmasih Perbaikan Pipa Esok Hari, Saluran Air Terganggu di 3 Kecamatan
apahabar.com

Kalsel

Pengundian Nomor Urut Paslon Pilbup HST, KPU Batasi Undangan
apahabar.com

Kalsel

Tergiur Cuan, Motif Pemuda Tabalong Nekat bawa 1 Kg Sabu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com